5 Cara Menjaga Kesehatan Hati Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/03/2020
Bagikan sekarang

Hati alias liver adalah salah satu organ vital dalam tubuh kita, sekaligus organ yang paling besar di dalam tubuh kita. Warnanya coklat dan beratnya kurang lebih 1,5 kg. Letak hati berada di rongga perut kanan bagian atas, tepat di bawah rusuk bagian kanan. Hati terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Bagian kanan hepar enam kali lebih besar dari lobus kiri, yang tersembunyi sebagian di bawah tulang rusuk kanan. Bila terdapat gangguan pada hati, kadang terdapat nyeri di bagian tersebut.

Kenapa hati adalah salah satu organ tubuh terpenting?

Hati memiliki lebih dari 100 fungsi penting dalam mengatur keseimbangan tubuh. Kemampuan hati untuk multitasking membuat hati menjadi salah satu organ paling sibuk dalam tubuh, selain otak, jantung dan ginjal. Hati merupakan pertahanan hidup dan berperan pada hampir setiap fungsi metabolisme tubuh. Hati mempunyai kapasitas cadangan yang besar dan fungsi jaringan untuk mempertahankan tubuh. Ia juga memiliki kemampuan regenerasi yang mengagumkan.

Kesibukan hati dalam menjalankan tugasnya dilakukan oleh sel hati yang disebut hepatosit. Melalui jutaan hepatosit inilah, hati melakukan tugasnya dengan baik. Nah, apa aja tugas si sibuk hati? Yuk, kita ikuti penjelasan berikut ini. Dengan mengenal tugas hati, kita dapat menjaganya dengan baik.

4 fungsi utama hati

Sebagai pelindung tubuh dan ‘mesin’ pembuangan racun (detoksifikasi)

Hati memiliki fungsi proteksi. Dalam organ ini, berbagai jenis racun, sisa obat, alkohol, dan bahan berbahaya yang diproduksi oleh tubuh diubah menjadi zat yang netral, sehingga menjadi unsur yang dapat diterima oleh organ lain. Hati akan mengubah zat buangan dan bahan racun untuk disekresi dalam empedu dan urin, membersihkan darah sebelum zat-zat toksin tersebut mencapai organ tubuh yang peka, misalnya otak fungsi. Berbagai zat ini akan dikeluarkan melalui ginjal dan usus. Hal ini disebut detoksifikasi.

Selain itu, banyak jenis obat yang harus dicerna di dalam hati sebelum dapat berfungsi sempurna sebelum mengatasi berbagai permasalahan tubuh. Oleh sebab itu, sebelum memberikan obat tertentu, dokter biasanya akan menilai fungsi hati seseorang terlebih dahulu.

Sebagai pabrik serbaguna

Hati menjadi tujuan akhir dari kehidupan sel darah merah. Sel darah merah (eritrosit) yang sudah berumur 120 hari harus menuju hati untuk meleburkan diri karena tidak lagi dapat berfungsi dengan baik. Hati akan memecah sel darah merah yang sudah tua dan mengubah hemoglobin yang membawa oksigen di dalam sel darah merah menjadi bahan baku empedu. Hati menghasilkan empedu sekitar 1 liter per hari, jumlah tersebut akan disalurkan ke dalam kantung empedu untuk keperluan selanjutnya. Bila dibutuhkan, empedu ini akan dikeluarkan melalui usus untuk membantu emulsi lemak serta menyerap vitamin yang dibutuhkan dari makanan.

Selain itu, hati juga berfungsi dalam metabolisme protein. Seperti yang kita ketahui, asam amino yang berjumlah 22 macam dipergunakan dalam tubuh sebagai bahan–bahan dasar pembangunan bentuk tubuh. Beberapa asam amino ini tidak dapat dibuat dalam tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. Asam amino lainnya dapat diubah dari satu bentuk lain dengan bantuan enzim–enzim khusus dalam sel-sel tubuh, terutama enzim dalam sel hati.

Sebagai “pengatur lalu lintas” tubuh

Zat makanan yang diabsorpsi dari usus halus akan menuju hati sebagai “pool center”. Hati memiliki kemampuan memproduksi, menyimpan, dan mengedarkan gula (glukosa) ke seluruh bagian tubuh. Dalam hati, glukosa disimpan sebagai glikogen. Glikogen hati hanya dikeluarkan sesuai dengan pemakaian dalam jaringan.

Hati juga mengawasi kadar kolesterol dalam darah, mengolah, dan memproduksinya sebanyak yang dibutuhkan. Pembuatan kolesterol dari asam asetat  dilakukan di dalam hati. Begitu pun dengan lipoprotein plasma, kendaraan yang mengangkut trigliserida juga dibuat di dalam hati.

Sebagai pengolah vitamin dan imunitas tubuh

Hati memiliki fungsi dalam pengolahan vitamin, terutama vitamin D. Proses pengaktifan vitamin D dilaksanakan oleh hati bersama dengan ginjal. Hati juga memiliki sel yang bertugas sebagai sentral sistem imun bernama Sel Kuppffer. Sel Kupffer meliputi 15% dari massa hati serta 80% dari total populasi sel imun tubuh. Sel ini sangat penting dalam menanggulangi serangan bakteri, virus, dan kerusakan lain yang berasal dari luar tubuh. Hal ini penting dalam melawan infeksi.

5 cara kita dapat menjaga kesehatan hati

Ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga hati kita. Kita tentu tidak mau fungsi hati yang begitu banyak tersebut dapat kacau, bila hati kita mengalami gangguan. Apalagi banyak penyakit hati yang dapat kita cegah dengan langkah yang mudah. Apa saja yang dapat lakukan? Berikut langkah-langkahnya

1. Imunisasi sejak dini

Hepatitis, sebuah jenis peradangan hati, dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sejak dini. Misalnya, imunisasi hepatitis B yang diberikan sejak bayi lahir dan dilakukan dalam beberapa tahap. Begitu pun vaksin hepatitis A yang berfungsi mencegah kita terjangkit penyakit tersebut. Bawa bayi dan anak Anda ke dokter atau sarana kesehatan setempat seperti Posyandu untuk mendapatkan vaksinasi secara teratur.

2. Minum air yang banyak

Air adalah salah satu bagian penting yang berpengaruh di dalam fungsi tubuh kita. Air membantu menghilangkan racun dan melakukan proses penyerapan terhadap nutrisi penting. Meminum air dalam jumlah yang diperlukan juga dapat membantu menghilangkan efek samping selama pengobatan atau terapi. Tetapi perlu juga diperhatikan, apabila Anda sudah mengalami sirosis yaitu hati yang mengalami pengerutan, pengurangan cairan perlu dilakukan agar tubuh Anda mengandung terlalu banyak cairan.

3. Makan makanan bergizi

Pengaturan makanan, baik secara jenis dan jumlah yang tepat, dapat membantu hati untuk mengatur lalu lintas metabolisme dengan baik. Selain itu, kita pun membantu meringankan kerja hati. Fatty liver atau perlemakan hati terjadi karena kita tidak mengatur jumlah lemak dan karbohidrat yang kita makan.

4. Hindari alkohol

Alkohol dapat menyebabkan pengerutan hati atau sirosis. Dalam jangka panjang, alkohol juga dapat menyebabkan kanker hati. Oleh sebab itu, hindari konsumsi alkohol demi kesehatan hati kita.

5. Hati-hati dalam mengonsumsi obat

Seperti yang telah dibahas di atas, hati berfungsi untuk mengubah zat obat menjadi aktif atau netral. Banyak obat yang dijual bebas, misalnya obat demam, obat batuk dan suplemen tubuh, dapat menjadi racun bagi hati bila dikonsumsi berlebihan dan tanpa aturan yang jelas. Bila kita tidak berhati-hati dalam memilih obat atau suplemen, hal tersebut akan memperberat kerja hati. Oleh sebab itu, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda, sebelum memulai terapi atau mengonsumsi suplemen tertentu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020