Jika akhir-akhir ini kehidupan seksual Anda dan pasangan terasa hambar, mungkin Anda butuh suasana baru saat bercinta. Tak perlu pergi jauh-jauh ke tempat yang romantis, Anda dan pasangan bisa menciptakan tantangan dan kenikmatan baru di kamar dengan sex toys. Sex toys atau mainan seks adalah alat-alat penunjang keintiman pasangan saat berhubungan seks. Namun, menggunakan sex toys ketika bercinta juga ada aturannya sendiri. Jika tak berhati-hati, ada risiko yang mengintai Anda dan pasangan. Supaya bercinta tetap aman dengan sex toys, simak panduan berikut ini.

Ragam sex toys untuk pasangan

Saat ini ada berbagai jenis sex toys yang tersedia di pasaran. Namun, buat Anda dan pasangan yang tak terbiasa atau belum pernah menggunakan sex toys, Anda bisa mencoba lima jenis mainan seks untuk pemula berikut ini.  

1. Vibrator

Vibrator adalah salah satu sex toys yang paling umum dan wajib dimiliki pasangan yang mau mencoba mainan seks. Penggunaannya bisa untuk wanita, pria, dan pasangan yang sedang berhubungan seks. Getaran yang dihasilkan alat ini akan memberi rangsangan tertentu pada vagina dan penis. Kadang vibrator juga digunakan untuk merangsang klitoris wanita atau buah zakar pria ketika melakukan penetrasi.

2. Penutup mata dan pengikat tangan

2-bondage

Untuk sensasi bercinta yang lebih panas, Anda dan pasangan bisa mencoba untuk bermain peran. Salah satu akan menggunakan penutup mata dan kedua tangannya akan diikat pada ujung tempat tidur atau sejenisnya. Sementara itu, pasangannya akan berperan sebagai sosok yang mendominasi. Ia akan memberikan berbagai rangsangan tak terduga yang tak bisa ditolak oleh pasangan yang tangannya diikat dan matanya ditutup.

BACA JUGA: Serba-serbi Hubungan Seksual Dominan-Submisif

3. Bulu atau mainan penggelitik

2-bulu-penggelitik

Bagi pasangan yang belum terbiasa menggunakan mainan seks, mainan penggelitik bisa jadi permulaan yang tepat. Anda bisa mencoba bulu sintetis yang dipakai untuk menggoda area-area sensitif pasangan.

4. Cincin ereksi

4-cincin-ereksi

Cincin ini biasanya digunakan ketika Anda dan pasangan melakukan penetrasi dengan posisi misionaris (pria di atas). Cincin akan dipasang hingga pangkal penis. Ketika penetrasi, ujung cincin akan menghasilkan getaran pada klitoris atau G-spot wanita. Namun, cincin ini juga bisa digunakan saat bermasturbasi sendiri.

5. We-vibe

5-we-vibe

Jenis vibrator ini bisa dipakai dengan berbagai cara. Cara paling umum menggunakannya adalah dengan memasukkan satu ujung yang lebih kecil ke dalam vagina, kira-kira hingga 3 sentimeter dalamnya. Ujung satunya yang lebih besar akan memberikan stimulasi pada bagian klitoris. Kemudian, penis yang melakukan penetrasi ke dalam vagina juga akan menerima getaran dari ujung kecil We-vibe di dalam vagina.

Cara lain untuk menggunakan mainan seks ini adalah melingkarkannya pada penis. Anda dan pasangan bisa memakainya seperti menggunakan cincin seks saat berhubungan seks atau sebagai alat pembantu masturbasi pria. Wanita juga bisa menggunakan We-vibe saat bermasturbasi.

BACA JUGA: Psst, Ini yang Terjadi Ketika Wanita Mimpi Basah

Risiko pakai sex toys

Sex toys memang tampaknya ampuh meningkatkan keintiman dan tantangan bagi pasangan. Akan tetapi, hati-hati dengan risiko yang mungkin ditimbulkan. Berikut adalah berbagai bahaya yang harus Anda hindari saat berhubungan seks dengan alat bantu.

1. Bahan kimia berbahaya

Beberapa mainan seks terbuat dari bahan plastik yang lunak. Untuk melunakkan plastik, para produsen mainan seks memanfaatkan bahan kimia bernama phthalates (dibaca ta-leits) yang berbahaya bagi kesehatan. Bahan kimia ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dan hati. Phthalates juga diketahui berpotensi menyebabkan kanker.

BACA JUGA: 5 Bahan Produk Pelumas Seks yang Bahayakan Vagina

2. Penyakit menular seksual

Selain bahan kimia berbahaya, penggunaan sex toys pada pasangan juga meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin dan berbagai penyakit lain yang dapat ditularkan melalui cairan tubuh. Pasalnya, cairan tubuh Anda dan pasangan seperti sperma atau cairan vagina bisa menempel pada mainan seks. Jika mainan tersebut digunakan secara bergantian, virus atau bakteri yang menempel pun akan pindah ke pasangan. Beberapa contoh penyakit menular seksual yang bisa ditularkan lewat mainan seks adalah HIV, hepatitis, klamidia, dan gonorea.

3. Cedera, luka, atau alergi

Beberapa mainan seks menggunakan penggetar yang dikendalikan oleh mesin. Jika Anda dan pasangan tidak berhati-hati ketika memainkan sex toys, Anda dan pasangan rentan mengalami cedera, luka, atau iritasi pada alat kelamin atau anggota tubuh lain yang bersentuhan dengan mainan seks Anda. Anda dan pasangan juga mungkin memiliki kulit sensitif yang akan bereaksi ketika bersentuhan dengan plastik, karet, kain, atau bahan pelumas yang biasanya sudah dilumuri pada mainan seks tertentu.

BACA JUGA: 4 Jenis Cedera Penis yang Mungkin Terjadi Pada Anda

Tips aman pakai sex toys

Jika Anda dan pasangan ingin menambah bumbu-bumbu panas saat bercinta, hati-hati saat menggunakan mainan seks. Agar Anda terhindar dari berbagai risiko menggunakan mainan seks, perhatikan tips-tips berikut ini.

  • Pilih mainan seks yang bertuliskan “Bebas phthalates”
  • Beli mainan seks dari produsen yang sudah terpercaya dan memiliki reputasi baik
  • Selalu pakai kondom saat beraktivitas seksual dengan sex toys untuk mencegah penularan penyakit kelamin. Ingat juga untuk langsung mengganti kondom yang baru setelah berejakulasi atau melakukan penetrasi
  • Cuci mainan seks Anda sehabis dipakai dengan sabun dan air panas
  • Sebaiknya hindari untuk menggunakan mainan seks yang sama secara bergantian, cuci dan bersihkan dulu jika memang harus dipakai bergantian
  • Hindari seks yang terlalu keras atau posisi seks yang rawan saat menggunakan mainan seks (kecuali jika Anda dan pasangan memang ingin mencoba seks yang cukup menantang)
Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca