Berbagai Penyebab Vagina Lecet Setelah Berhubungan Seks (Plus, Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Seks seharusnya terasa menyenangkan dan nikmat, bukan menyakitkan. Lantas, apa penyebabnya jika setelah seks justru vagina terasa sakit dan ternyata luka? Bagaimana mengatasi vagina luka? Cari tahu semua jawabannya di bawah ini.

Yang jadi penyebab vagina luka setelah berhubungan seks

Vagina luka setelah seks kemungkinan besar diakibatkan oleh gaya gesek yang cukup keras antara penis dan dinding-dinding vagina. Risiko ini lebih mungkin terjadi pada vagina yang kurang “basah” akibat kurang pelumas. Vagina kering biasanya bisa disebabkan banyak hal, seperti:

  • Kurang gairah
  • Kurang rangsangan atau melewatkan waktu foreplay
  • Rasa cemas yang berlebihan
  • Perubahan hormon, misalnya akibat penggunaan obat atau menopause

Semua hal tersebut bisa berdampak pada kadar hormon estrogen Anda yang berfungsi untuk merangsang produksi cairan vagina. Bila kadar estrogen tidak mencukupi, maka tubuh juga tidak akan mengeluarkan cairan vagina yang cukup. Padahal, cairan vagina berguna untuk mengurangi gesekan penis dengan dinding vagina saat penetrasi. Bahkan gesekan yang sangat keras dapat menyebabkan vagina robek dan berdarah.

Vagina luka setelah seks juga bisa terjadi ketika Anda dan pasangan tidak memakai pelumas vagina saat bercinta, yang bisa meminimalisir gesekan antar kulit penis dan jaringan dalam vagina.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika vagina luka akibat berhubungan seks?

Sebenarnya, vagina Anda memiliki caranya tersendiri untuk menyembuhkan diri. Hanya saja, vagina membutuhkan waktu untuk menghilangkan luka yang dialami. Namun, jangan khawatir, Anda dapat melakukan hal-hal berikut untuk mempercepat kesembuhan organ intim dan mengembalikan gairah Anda kembali, dengan melakukan hal berikut:

1. Hindari bercinta dengan pasangan selama vagina luka

Ya, selama itu, Anda harus menahan gairah dan hasrat untuk bercinta dengan pasangan. Berhubungan seks saat vagina luka hanya akan memperparah lukanya saja. Gesekan yang terjadi saat penetrasi berlangsung akan membua luka semakin terbuka dan melebar ke bagian lain.

2. Jangan menggaruk area vagina

Gejala lain yang akan muncul saat vagina Anda lecet atau luka adalah rasa gatal di area kelamin. Saat itu terjadi, tahan rasa gatal tersebut, tapi jangan sampai Anda menggaruknya. Misalnya dengan cara membasuh vagina dengan air yang sejuk atau dingin. Menggaruk rongga vulva atau vagina hanya akan menimbulkan rasa perih saja.

3. Jangan lakukan douching vagina

Douching adalah cara membersihkan vagina dengan menyemprotkan suatu larutan khusus masuk ke dalam saluran vagina. Memang terlihat bisa membuat vagina lebih bersih, tapi pada kenyataannya, cara ini justru menimbulkan dampak buruk bagi vagina. Douching akan membuat keseimbangan bakteri alami yang dimiliki vagina terganggu.

Bakteri yang ada di dalam vagina berfungsi untuk menjaga kadar pH serta mencegah vagina terinfeksi. Namun, bila Anda melakukan douching, maka vagina akan berisiko terkena terserang infeksi bakteri jahat lainnya.

4. Hindari membersihkan vagina dengan sabun mandi

Ini juga tak boleh dilakukan. Menggunakan sabun mandi untuk membersihkan vagina juga hanya akan membunuh bakteri alami di sekitar vagina. Maka dari itu, sebenarnya organ kewanitaan Anda hanya perlu dibasuh dan bilas dengan air hangat dan kemudian dikeringkan dengan handuk.

Menggunakan produk yang memiliki wangi menyengat pada vagina juga akan menimbulkan efek yang sama. Jadi, hindari semua produk tersebut.

5. Jika sangat sakit, segera periksakan ke dokter

Bila Anda merasa sangat sakit hingga mengganggu aktivitas, maka sebagai pertolongan pertama Anda dapat meminum obat penghilang rasa sakit. Setelah itu, segera periksakan diri ke dokter agar vagina yang terluka cepat sembuh kembali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca