5 Penyakit Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ereksi pada penis terjadi akibat mengalirnya sejumlah darah pada pembuluh darah di bagian penis, mengisinya sampai terisi penuh sehingga penis menjadi membesar dan mengeras. Sebagian pria idak dapat mengalami ereksi secara normal dan berujung pada kegagalan ereksi dan orgasme. Ada berbagai penyebab disfungsi ereksi pada pria, termasuk beberapa kondisi penyakit.Apa saja penyakit yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi?

Penyakit penyebab disfungsi ereksi pada pria

Disfungsi ereksi atau yang lebih akrab dikenal impotensi, adalah ketidakmampuan penis dalam mencapai kepuasan orgasme yang dilakukan dalam berhubungan seks.

Pria yang disfungsi ereksi sudah sudah pasti tidak bisa mencapai orgasme, tetapi pria yang tidak bisa orgasme belum tentu mengalami disfungsi ereksi. Penis adalah pembuluh darah, bukan otot, karenanya jika aliran darah ke penis terganggu akibat penyakit tertentu ,maka orang tersebut kemungkinan mengalami gangguan ereksi atau impotensi.

1.  Kanker

Penyakit kanker pada pria, kemungkinan menjadi penyebab disfungsi ereksi. Alasannya, pada obat-obatan penyembuhan kanker terdapat kandungan zat anti androgen. Obat yang mengandung anti androgen biasanya digunakan pada obat penyakit penyembuhan saluran kencing dan pembesaran prostat. Obat ini memang menyembuhkan kanker, tetapi sayang cara kerjanya berlawanan dengan sistem produksi hormon pria sehingga mengurangi kejantanan pria.

2. Stroke

Stroke biasanya menyerang seseorang yang telah berumur, tetapi tidak bisa dipungkiri kalau pria berusia muda juga bisa terserang stroke. Pada penyakit stroke, aliran darah yang terserang ke otak juga akan memengaruhi jaringan darah pada  jaringan erektil, sehingga penis tidak dapat ereksi secara maksimal.

3. Diabetes

Diabetes sering menjadi penyebab impotensi atau disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan glukosa berlebih yang terdapat pada penderita diabetes tidak dapat mengubah menjadi energi, karena kadar hormon insulin dalam tubuh penderita diabetes sangat rendah. Maka itu kadar gula yang tinggi  dalam penderita diabetes bisa menghambat kinerja saraf pria, yang mana juga berhubungan dengan aktivitas kepuasan seksual yang dihasilkan tidak bisa terjadi secara maksimal.

4. Jantung

Penyakit jantung terjadi akibat adanya pembuluh darah yang tersumbat, ditambah kolesterol yang berlebih dalam tubuh, sehingga membentuk timbunan-timbunan lemak di dalam pembuluh darah yang membuat aliran darah terhambat. Hal ini berakibat aliran darah tidak mampu mencapai area penis secara maksimal dan menjadi penyebab disfungsi ereksi terjadi.

5. Peyronie

Peyronie merupakan suatu jaringan plak atau benjolan yang mengeras, yang terdapat pada bagian kepala penis, batang penis, ataupun pada testis. Kondisi ini menyebabkan penis bengkok saat ereksi jika plak pada penis semakin menebal. Rangsangan penis mengakibatkan terbentuknya jaringan parut sebagai pelengkungan penis, menghalangi penetrasi selama seks.

Penyebab disfungsi ereksi  yang bukan termasuk penyakit

Rata-rata penyebab impotensi selain penyakit di atas adalah perubahan gaya hidup, seperti merokok. Sepertinya hampir semua orang tahu bahwa merokok bisa menyebabkan impotensi. Hal ini dikarenakan rokok melepaskan nikotin dan zat lainnya yang bisa menjadi penghambat pembuluh darah. Jika pembuluh darah dalam tubuh terhambat, sudah pasti aliran ke penis pun akan terganggu yang bisa menyebabkan orang mengalami impotensi.

Sering minum minuman beralkohol juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, dikarenakan alkohol adalah zat depresan yang dapat memblokir kinerja saraf, sehingga menghambat komunikasi antar otak dan bagian tubuh lainnya, dalam kasus ini contohnya penis. Inilah mengapa pecandu alkohol menderita disorientasi, karena pikiran mengalami kekosongan dan reflek gerakan kerja yang lambat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Uretritis Non-Gonore

Uretritis non-gonore adalah penyakit urologi yang menyerang kelamin. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mencegah dari salah satu jenis uretritis ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Uretritis Gonore

Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
hemokromatosis

Hemokromatosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit