Benarkah Alkohol Membuat Pria Sulit Ereksi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Alkohol digadang-gadang dapat meningkatkan gairah seksual pria saat sedang mabuk. Banyak yang harus diluruskan dari pernyataan tadi. Banyak yang salah kaprah tentang hubungan alkohol dengan ereksi. Apa saja efek alkohol pada ereksi pria? Lalu, tahukah Anda efek alkohol dapat menyebabkan disfungsi ereksi pada pria? Baiknya, Anda simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi adalah suatu kondisi di mana seorang pria tidak mampu mencapai ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Dalam beberapa kasus, pria mampu mencapai ereksi, tapi tidak dapat bertahan cukup lama untuk menyelesaikan orgasme. Kebanyakan pria malah mengalami kesulitan ereksi. Menurut penelitian, orang-orang dengan disfungsi ereksi akan gagal untuk mencapai orgasme setidaknya 25 persen dari waktu yang ditargetkan. Dan ternyata, salah satu efek alkohol adalah membuat pria jadi lebih sulit ereksi.

Mengapa alkohol bisa bikin sulit ereksi?

Alkohol memengaruhi hormon testosteron pria, yang mengakibatkan libido Anda menurun, yang juga berarti menyebabkan ereksi Anda terganggu.

Begini cara kerjanya: selama ereksi, penis terisi oleh darah lewat pembuluh darah. Untuk mencegah darah mengalir balik agar penis tetap tegak, dibutuhkan sinyal agar suplai darah tetap mengalir selama proses ereksi pria. Tetapi, cara kerja alkohol berbanding terbalik, yaitu dengan mengacaukan sinyal otak agar darah tetap mengalir ke penis. Karena penerimaan sinyal otak, penis, dan darah kacau, maka ereksi tidak akan berjalan baik dan tidak bisa bertahan lama juga.

Alkohol yang juga sebagai zat depresan dapat menurunkan hasrat seksual, dan membuat  pria sulit untuk mencapai ereksi.  Jika berhasil mencapai orgasme, itu juga hanya karena ia berada dalam pengaruh alkohol, bukan karena hasrat seks yang berhasil memuncak.

Efek mengonsumsi alkohol pada ereksi pria dalam jangka panjang

Minum alkohol secara berlebihan dapat menghambat jalannya sistem peredaran darah dalam tubuh, termasuk sistem peredaran darah menuju penis. Jadi, penis akan mengalami hambatan ereksi dalam waktu yang lama. Kandungan alkohol juga dapat merusak kinerja saraf tubuh dan otak yang diperlukan untuk bisa ereksi, sehingga akibat kerusakan saraf, penis tidak dapat mencapai ereksi hingga akhirnya terjadi disfungsi ereksi alias impotensi.

Dampak lain yang masih berhubungan adalah, mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebih mengganggu fungsi hipotalamus, yakni jaringan otak yang berfungsi mengatur pelepasan hormon melalui kelenjar hipofisis. Terganggunya fungsi hipotalamus menyebabkan meningkatnya hasrat seksual, namun menurunkan kinerja seksual, jadi Anda tidak akan bisa bertahan lama di ranjang.

Konsumsi alkohol dalam jangka panjang dan berlebihan akan merusak pembuluh darah dan berkontribusi terhadap munculnya penyakit hipertensi dan bahkan penyakit jantung, di mana kedua penyakit tersebut adalah jenis penyakit yang berkontribusi langsung terhadap munculnya disfungsi ereksi atau impotensi.

Minuman beralkohol memiliki dampak negatif bagi kesehatan seksual pria.Meskipun pada pria sehat, konsumsi alkohol secukupnya seharusnya tidak menyebabkan disfungsi ereksi, tapi cepat atau lambat, tubuh yang sehat akan menjadi lemah. Alkohol menjadi salah satu zat yang mempercepat melemahnya kondisi tubuh. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah terjadinya disfungsi ereksi atau impotensi pada pria adalah dengan menghindari konsumsi alkohol.

BACA JUGA:

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Dalam beberapa kasus, tremor bisa sembuh tapi bisa juga tidak. Tremor jenis apa yang bisa disembuhkan dan seperti apa pengobatannya? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara kerja obat kuat

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit