Apa Benar Pakai Celana Jeans Buruk Bagi Kesehatan Vagina?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/03/2018
Bagikan sekarang

Mungkin tanpa Anda sadari, ada banyak hal yang bisa menimbulkan bahaya pada vagina Anda. Vagina adalah organ tubuh wanita yang sangat sensitif, dan organ tubuh yang terbilang cerdas. Pasalnya vagina mampu membersihkan diri dan mengatur kelembapan alaminya. Oleh karena itu penting untuk menjaga kesehatan vagina dengan memerhatikan hal yang tidak baik untuk vagina Anda. Misalnya, kebiasaan Anda berpakaian ternyata dapat membuat kesehatan vagina terganggu. Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan para wanita adalah terlalu sering menggunakan celana jeans ketat. Lantas, apa saja dampak buruknya bagi vagina?

Tak masalah pakai celana jeans, asalkan…

Meski kecil kemungkinannya, celana jeans yang ketat dapat menimbulkan iritasi,  infeksi jamur atau bakteri vagina. Celana yang ketat, seperti celana jeans, bisa menyebabkan timbulnya gesekan pada selangkangan dan area vagina. Akibatnya, tak jarang jika vagina jadi gampang lecet dan malah muncul berbagai masalah lainnya. Hal ini dapat membuat vagina jadi gatal dan memerah.

Selain itu, memakai celana terlalu ketat dapat membuat Anda berkeringat lebih banyak dan udara jadi terperangkap di dalamnya. Hal ini membuat vagina menjadi lembap. Kondisi yang lembap merupakan tempat hidup yang baik bagi jamur dan bakteri. Risiko ini akan semakin meningkat jika Anda menggunakan celana jeans dan celana dalam yang ketat sekaligus. Kebiasaan ini akan sangat mungkin menimbulkan risiko tumbuhnya jamur atau bakteri di vagina.

Jadi sebenarnya, menggunakan celana jeans tidak akan menimbulkan masalah untuk vagina. Asalkan Anda tidak memakai celana jeans yang terlalu ketat, toh saat ini ada banyak jenis celana jeans yang bisa Anda gunakan, tak selalu harus ketat. Hindari juga menggunakan celana jeans dalam waktu yang lama, misalnya seharian penuh.

Selain itu, untuk menghindari vagina lecet atau iritasi, pastikan juga Anda menggunakan celana dalam dengan bahan katun asli. Agar vagina bisa bernapas lebih lega, saat terperangkap dalam celana jeans yang ketat.

Tips menjaga kesehatan vagina

Selain memerhatikan bahan pakaian dalam dan celana jeans yang digunakan, cara Anda membersihkan vagina juga perlu diperhatikan. Meskipun organ intim ini mampu membersihkan diri sendiri, Anda perlu rutin membersihkannya untuk  membantu mencegah tumbuhnya bakteri atau jamur.

Hindari penggunaan sabun, Anda cukup bilas vagina dengan air hangat saat mandi. Anda bisa juga melarutkan sedikit saja garam laut ke dalam air hangat untuk membantu mengatasi rasa gatal di daerah kewanitaan. Namun jangan pakai garam mandi yang marak dijual dengan tambahan zat pewarna atau pewangi. Garam mandi justru berisiko menimbulkan iritasi pada vagina.

Anda juga tidak perlu menggunakan pembersih kewanitaan, sabun yang mengandung pewangi, atau antibakteri khusus. Pasalnya, sabun-sabun tersebut justru akan membuat cairan vagina, yang berfungsi untuk membunuh bakteri, jadi hilang. Ya, bahan pembersih tambahan tersebut dapat mengganggu pH alami vagina dan mengandung bahan kimia yang terlalu keras bagi daerah kewanitaan yang sangat sensitif.

Setelah Anda mandi, buang air kecil, atau membersihkan vagina, hati-hati saat mengeringkannya. Gunakan handuk atau tisu yang lembut dan tepuk-tepuk pelan hingga kering. Jangan menggosok atau mengusapnya terlalu keras karena bisa menimbulkan iritasi.

Perhatikan juga arah basuhnya. Basuh area vagina Anda dari depan ke belakang atau dari arah vagina ke dubur. Jangan dari belakang ke depan. Itu sama saja Anda menyebarkan kuman dari dubur ke vagina.

Untuk menjaga kesehatan vagina, sebaiknya Anda rutin mengganti pembalut, tampon, atau pantyliner. Memakai pembalut, tampon, dan pantyliner selama lebih dari empat jam berisiko menyebabkan infeksi. Ini karena organ kewanitaan Anda tak bisa bernapas melalui plastik yang melapisi pembalut dan pantyliner. Selain itu, terlalu lama memakai tampon juga rentan menimbulkan toxic shock syndrome.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahayanya Jika Fingering Vagina Tidak Cuci Tangan Dulu

Stop! Sebelum buru-buru fingering, ingat tidak apakah Anda sudah cuci tangan sampai bersih? Main vagina dengan jari yang kotor itu bahaya, lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Bagian Vagina yang Boleh dan Tidak Boleh Dibersihkan

Saat membersihkan vagina, tidak semua bagiannya perlu Anda bersihkan. Berikut cara membersihkan vagina yang tepat agar kesehatannya tetap terjaga.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

3 Cara Mudah Mengatasi Vagina yang Terasa Panas Seperti Terbakar

Vagina yang terasa panas memang mengganggu aktivitas. Supaya tidak mengganggu hari-hari Anda, ada beberapa cara untuk mengatasi rasa panas pada vagina.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Jangan Salah Beli, Perhatikan 3 Hal Ini Saat Memilih Menstrual Cup

Tertarik menggunakan menstrual cup? Tak bisa asal pilih, memilih menstrual cup yang tepat dapat memastikan keamanan pemakaiannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
masker vagina

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
perkembangan infeksi TB laten tuberkolosis

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
penyakit dari kucing

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/02/2020