Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
Bagikan sekarang

Sebagian masyarakat Indonesia mungkin merasa konsultasi dengan terapis seks adalah pilihan terakhir. Hal ini dikarenakan prinsip yang ditanamkan sejak lama bahwa urusan ranjang adalah persoalan pribadi yang tak boleh diumbar-umbar. Akibatnya, ketika benar-benar dibutuhkan, tidak sedikit dari mereka yang bingung memilih terapis seks. 

Agar hubungan Anda dan pasangan bisa diselamatkan, yuk kenali apa saja yang perlu diperhatikan ketika akan berkonsultasi dengan terapis seks.

Tips memilih terapis seks untuk Anda dan pasangan

terapis seks

Kebanyakan orang tentu ingin memiliki kehidupan pernikahan harmonis dengan kualitas hubungan seks yang baik. Hal tersebut tentu bisa dicapai dengan memahami keinginan diri sendiri dan pasangan. Akan tetapi, membicarakan persoalan seks dengan pasangan ternyata tidak semudah yang Anda pikirkan.

Banyak orang yang menganggap bahwa topik ini cukup sensitif dan tidak jarang membuat hubungan semakin renggang. Oleh karena itu, mencari bantuan profesional, yaitu terapis seks dinilai dapat membantu.

Namun, tentu Anda dan pasangan tidak bisa memilih terapis seks sembarangan. Hal ini dikarenakan tidak semua terapis dapat menangani masalah intim dalam hubungan Anda berdua. 

Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda dan pasangan dalam mencari terapis seks yang tepat. 

1. Bertanya kepada diri sendiri

pasangan butuh sendiri

Sebelum mulai mencari dan memilih terapis seks, ada baiknya untuk bertanya kepada diri sendiri. Apakah Anda dan pasangan benar-benar membutuhkan terapi ini untuk memperbaiki hubungan intim?

Terapi seks merupakan bidang yang cukup luas. Bidang ini mencakup hampir semuanya yang berhubungan dengan aktivitas seksual. Mulai dari masalah hasrat hingga masalah kesehatan fisik. 

Seorang terapis seks yang berkualitas harus menguasai hal tersebut. Dengan begitu, mereka bisa membantu Anda menjawab pertanyaan, termasuk masalah seksual yang khusus.

Agar bisa mengajukan pertanyaan seputar hubungan seks, Anda perlu meyakinkan diri sendiri apakah membutuhkan terapis seks atau tidak. Selain itu, menjalani terapi pun harus dapat meluangkan waktu luang dan apakah Anda siap untuk menjalani ‘tugas tambahan’ dari sesi terapi. 

Makanya, sebelum memilih terapis seks, penting untuk melihat kondisi diri sendiri tentang kebutuhan dan kesiapan menjalani terapi ini. 

2. Melihat kualitas dan kualifikasi terapis

Konsultasi psikologis

Setelah berhasil meyakinkan diri sendiri, Anda baru dapat mulai memilih terapis seks dengan melihat kualitas dan kualifikasi yang mereka miliki. 

Umumnya, seseorang yang dianggap sebagai terapis seks tidak hanya memperoleh sertifikasi melalui sebuah organisasi. Mereka juga perlu membutuhkan gelar lanjutan, seperti Ph.D. atau gelar yang berhubungan dengan pelatihan psikoterapi. 

Hal ini dikarenakan terapi seks yang biasa orang jalani akan meliputi ilmu seksual manusia hingga mampu melihat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan seksual. 

Walaupun terapis mungkin terlihat bisa membantu dalam banyak hal, kebanyakan dari mereka ternyata tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang masalah kesehatan seksual secara khusus.

Ada baiknya untuk mengajukan beberapa pertanyaan ke terapis seks sebelum memulai. 

3. Membuat pilihan terapis seks lebih dari satu

radiasi ponsel menyebabkan kanker

Lantas, apa yang dapat dilakukan selanjutnya setelah berhasil memilih terapis seks berdasarkan kualifikasi dan kualitasnya? Jangan langsung jatuh pada satu pilihan.

Anda dapat menemukan berbagai jenis terapis seks melalui organisasi profesional atau rujukan dari terapis dan dokter umum. Bahkan, tidak sedikit orang yang mendapatkan terapis seksnya melalui teman atau sumber dari situs web. 

Pasalnya, setiap terapis seks akan memiliki metode berlainan, terutama dalam ‘mendekati’ kliennya. Semuanya tergantung mana yang membuat Anda dan pasangan merasa nyaman untuk membuka persoalan hubungan intim ini ke orang lain. 

Satu hal yang perlu diingat bahwa terapi seks bisa dilakukan untuk perorangan atau bersama pasangan. Ada beberapa orang yang terkadang mulai sendiri dan setelah beberapa sesi ia pun membawa pasangannya. 

Maka itu, bagi beberapa orang memilih terapis seks mungkin akan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan memutuskan ke dokter spesialis yang mana. 

4. Mempertanyakan metode yang digunakan terapis

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, memilih terapis seks tentu perlu mempertimbangkan metode yang digunakan oleh mereka. 

Pada saat Anda bertanya bagaimana cara terapis mendekati kliennya dan menjawab hanya perlu menggunakan satu cara, mungkin ia bukan orang yang dicari.

Pasalnya, ketika seorang terapis hanya menggunakan satu metode untuk setiap klien yang berbeda-beda, tentu hasilnya tidak akan sama, bukan? Dilansir dari Australian of Sex Educators Researcher and Therapist, terapis akan memulai dengan bertanya untuk melihat apa sebenarnya masalah Anda.

Hal ini dilakukan agar Anda pun memahami apa yang sedang dialami. Lalu, mereka akan mencoba mengembangkan strategi dan tujuan untuk menangani masalah ini. Akhirnya, rencana bagaimana terapi dijalankan pun akan diusulkan.

Selain itu, tidak mungkin seorang terapis seks yang profesional memiliki satu metode saja. Pasalnya, setiap sesi terapi adalah rahasia antara Anda dan terapis. Selain itu, ada banyak metode terapi yang digunakan dan ditunjukkan contohnya dengan mendiskusikan hal tersebut via telepon.

Bahkan, tidak ada aturan tentang metode apa yang akan digunakan oleh terapis Anda melainkan melihat kecocokan terapi tersebut dan membuat keadaan membaik atau tidak.

Jangan memilih terapis seks dengan perilaku seperti ini

menghadapi pelaku pelecehan seksual

Setelah berhasil memilih terapis seks yang harga dan metodenya cocok untuk Anda dan pasangan, ternyata ada hal lain yang perlu diperhatikan. Pemahaman apa yang akan dilakukan oleh terapis seks selama proses terapi memang penting.

Namun, ketika mereka melakukan beberapa hal di bawah ini, mungkin sudah saatnya untuk berpikir ulang, apakah terapis ini benar-benar cocok untuk Anda. 

  • melakukan pelecehan, baik menyentuh hingga memaksa berhubungan intim
  • mencoba untuk menghilangkan imajinasi seksual 
  • menilai klien dengan mengatakan apa yang mereka perbuat adalah hal buruk
  • tidak bertanya tentang kehidupan seks pasangan 
  • langsung menilai Anda sebagai pecandu seks tanpa diagnosis lebih lanjut
  • memberi label terhadap diri sendiri sebagai ‘terapis kecanduan seks’
  • melakukan hal-hal diluar persetujuan Anda dan ilegal

Memilih terapis seks tidak akan semudah kedengarannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuka persoalan intim ini ke orang lain.

Apabila Anda dan pasangan bingung harus mulai dari mana, silakan konsultasikan dengan dokter yang sering didatangi untuk mendapatkan rekomendasi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Rasa Bosan Bisa Memicu Kreativitas, Benarkah Demikian?

Kebosanan umum terjadi dan terkadang sulit untuk dihindari. Namun, ternyata Anda dapat memanfaatkan rasa bosan untuk memicu pemikiran yang lebih kreatif.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
minum susu intoleransi laktosa

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020