Kumur-kumur Setelah Seks Ternyata Bisa Membantu Mencegah Gonore

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setelah berhubungan seks, rasanya memang paling sempurna kalau diakhiri dengan sesi bercumbu atau bermesraan dengan pasangan. Eits, tunggu dulu. Sudahkah Anda membersihkan mulut dengan berkumur? Kumur setelah seks ternyata memang ampuh untuk melindungi diri dari penyakit kelamin yaitu gonore (kencing nanah). Anda memang butuh langkah-langkah mencegah gonore yang lebih dari sekadar pakai kondom. Pasalnya, saat ini angka penularan gonore semakin meningkat di seluruh belahan dunia. Jadi supaya Anda dan pasangan tetap bisa bercinta dengan aman, simak ulasan berikut ini.

Bagaimana saya bisa terkena gonore?

Gonore adalah salah satu jenis infeksi bakteri menular yang umumnya menyerang saluran kencing, rektum, dan tenggorokan. Pada wanita, gonore juga bisa menginfeksi rahim dan sistem reproduksi.

Penularan gonore umumnya terjadi lewat seks. Pasalnya, bakteri penyebab gonore hidup dalam organ reproduksi, rektum (dubur), mulut, serta tenggorokan. Berhubungan seks atau bahkan sekadar berciuman dengan orang yang sudah terinfeksi gonore sudah bisa membuat Anda tertular.

Sejauh ini cara terbaik untuk mencegah gonore adalah menggunakan kondom saat seks oral dan penetrasi serta tidak berganti-ganti pasangan seksual.

Berkumur setelah seks bisa mencegah gonore

Pada akhir tahun 2016 lalu, para pakar melakukan uji laboratorium terhadap berbagai cairan pembersih mulut yang dijual di toko-toko. Dari uji klinis yang dimuat dalam jurnal Sexually Transmitted Disease, disimpulkan bahwa berkumur dengan cairan pembersih mulut setelah berhubungan seks dengan orang yang sudah terinfeksi gonore bisa mengurangi risiko infeksi bakteri tersebut.

Melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh di laboratorium, diketahui bahwa kandungan aktif dalam cairan pembersih mulut seperti alkohol mampu membunuh sebagian besar bakteri penyebab gonore yang ada di mulut dan tenggorokan. Berdasarkan pengamatan terhadap para peserta penelitian, kemungkinan tertular gonore bisa jadi 80% lebih kecil jika setelah seks Anda berkumur dengan cairan pembersih mulut.

Tapi pasangan saya kan bersih? Mana mungkin saya tertular gonore?

Anda mungkin berpikir Anda tak perlu kumur setelah seks karena Anda atau pasangan tidak punya penyakit gonore. Akan tetapi, perlu diingat bahwa sebagian besar orang yang mengidap gonore tak menyadari kalau dirinya sudah tertular. Gejala gonore sangat sulit dikenali, bahkan kadang Anda tidak mengalami gejala apapun. Maka, penting bagi siapa saja untuk melakukan langkah pencegahan dengan berkumur setelah seks.

Namun, berkumur saja tidak bisa menjamin Anda tak akan tertular penyakit kencing nanah ini. Anda tetap harus melakukan langkah pencegahan lainnya, termasuk pakai kondom ketika berhubungan seks.

Cara kumur yang benar untuk mencegah gonore

Bila Anda berkumur dengan tepat setelah bercinta, Anda dan pasangan bisa mencegah gonore. Ini dia cara kumur yang benar habis seks.

  • Setelah Anda selesai berciuman atau melakukan seks oral, segera bersihkan mulut dan tenggorokan dengan cairan pembersih mulut.
  • Kumur secara menyeluruh selama paling sebentar satu menit. Pastikan seluruh sudut mulut sudah terbasuh, termasuk tenggorokan Anda. Namun, jangan menelan cairan pembersih mulut Anda. Cukup kumur sambil menengadah, sampai wajah Anda menatap langit-langit ruangan.
  • Buang cairan pembersih mulut dan kumur lagi dengan air biasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Uang termasuk salah satu benda yang kotor dan tempat bakteri bersarang. Lalu apa jenis dan dampak kesehatan dari bakteri pada uang kertas dan koin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri bahaya dalam jamur enoki korea selatan

Pemerintah Musnahkan Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit