KB dari Bahan Alami Bisa Mencegah Kehamilan, Fakta atau Mitos?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ada beragam bahan alami yang dianggap dapat mencegah kehamilan. Meski sudah ada pilihan alat kontrasepsi, tidak jarang pasangan yang memilih cara alami. Sebagian masyarakat meyakini konsumsi bahan-bahan alami yang dapat membantu mencegah kehamilan. Namun, benarkah ada bahan alami yang efektif menunda kehamilan, atau itu hanya mitos KB alami belaka? Simak penjelasannya berikut ini.

Fakta dan mitos KB alami yang penting diketahui

Ada beberapa bahan alami yang sering kali dianggap bisa menjadi KB atau metode kontrasepsi. Namun, benarkah bahan-bahan alami bisa bekerja secara efektif jika digunakan sebagai KB, atau pernyataan tersebut hanya mitos belaka? Berikut adalah beberapa bahan alami yang banyak dipercaya bisa menjadi KB atau kontrasepsi.

1. Pepaya

Sebuah mitos mengenai KB alami menyatakan bahwa buah pepaya dapat menjadi salah satu metode kontrasepsi alami. Namun, alih-alih sebuah mitos, hal ini mungkin saja sebuah fakta. Pasalnya, berdasarkan penelitian yang dimuat di dalam jurnal berjudul Prodia Chemistry, biji pepaya diduga dapat menjadi KB alami.

Terlepas dari mitos atau fakta, biji pepaya dianggap dapat menjadi salah satu pilihan KB alami karena biji buah ini mampu mengurangi jumlah sperma pada tikus pria. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa ekstrak biji pepaya dapat menurunkan viabilitas (usia hidup sperma) dan motilitas (gerak sperma). Dua hal ini dapat mengurangi kualitas sperma

Jika Anda ingin menggunakan buah pepaya sebagai KB alami pilihan Anda, cobalah untuk mengonsumsi buah pepaya dua kali sehari, tepatnya setelah Anda berhubungan seksual tanpa pengaman. Hal ini dipercaya dapat mencegah kehamilan secara alami.

2. Daun kelor

Berdasarkan mitos yang beredar, selain buah pepaya, daun kelor adalah salah satu tumbuhan yang bisa digunakan sebagai KB alami. Namun, mitos tersebut dapat dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat di dalam jurnal berjudul Frontiers Pharmacology.

Pada penelitian yang diuji cobakan pada hewan tersebut ditemukan bahwa campuran ekstrak daun kelor dan etanol daun dapat mengurangi kesuburan sebesar 73,3% pada tikus dan kelinci. Daun kelor pada penelitian ini mengandung sifat oksitosik yang merangsang kontraksi rahim. Saat  kontraksi, otot polos tikus akan menolak implantasi (tahap awal kehamilan). 

Dalam penelitian lain yang dirangkum pada jurnal tersebut, dilaporkan bahwa ekstrak daun kelor 100% dapat membatalkan implantasi pada tujuh tikus yang baru 10 hari kawin. Ekstrak daun kelor dilaporkan dapat menjadi kontrasepsi alami pada tikus karena dapat membuat rahim tidak siap untuk memfasilitasi kehamilan.

Meski percobaan ini belum bisa dibuktikan pada manusia, hal ini membuktikan bahwa penggunaan daun kelor sebagai KB alami tidak hanya mitos atau isapan jempol belaka.

3. Lemon

Berdasarkan mitos, manfaat buah lemon juga bisa menjadi KB alami dalam upaya pencegahan kehamilan. Bahkan, wanita di negara Moldova diduga memasukkan irisan atau air hasil perasan lemon asam ke vagina setelah berhubungan seks. Tujuannya, sebagai kontrasepsi alami.

Para wanita di negara tersebut percaya akan mitos bahwa lemon dapat menjadi KB alami. Pasalnya, sifat asam dari lemon akan membunnuh sperma, sehingga mengonsumsinya dapat mencegah terjadinya pembuahan dan kehamilan.

Namun, mitos ini kemudian dikuatkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015. Penelitian yang dimuat dalam jurnal berjudul  Journal of Chinese Medical Association menunjukkan bahwa biji lemon yang dicampur petroleum eter dan alkohol dapat menggagalkan proses implantasi embrio pada tikus betina setelah 1-7 hari inseminasi. 

Sementara itu, setelah ekstrak lemon berhenti diberikan, rahim tikus betina albino kembali subur. Jadi, bisa disimpulkan bahwa lemon yang berfungsi menjadi KB alami terbukti bukan hanya sekedar mitos belaka. 

Apa bahan alami bisa jadi alat kontrasepsi yang ampuh?

Sebenarnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan mengenai adanya berbagai mitos yang menyatakan bahan-bahan alami tertentu bisa menjadi KB alami. Bahkan, penelitian-penelitian yang dianggap bisa membuktikan mitos akan KB alami di atas masih diujicobakan pada hewan, dan bukannya pada manusia.

Artinya, penelitian tersebut berhasil membuktikan penggunaan bahan-bahan alami sebagai KB atau metode kontrasepsi yang efektif hanya pada hewan. Sementara itu, penelitian tersebut belum bisa membuktikan bahwa mitos mengenai KB alami tersebut juga bisa bekerja mencegah kehamilan pada manusia.

Bahkan, cara kerja KB alami ini juga belum dapat dibuktikan memengaruhi proses pembuahan antara sel sperma maupun sel telur manusia.

Seperti yang kita ketahui, kehamilan terjadi pada sistem reproduksi wanita, sementara sejumlah kontrasepsi di atas melibatkan kerja sistem pencernaan. Kerja sistem pencernaan manusia sendiri tidak berhubungan langsung dengan kerja organ-organ reproduksi.

Para pakar kesehatan dan dokter sepakat menyarankan wanita untuk tidak menggunakan kontrasepsi alami sebagai cara menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Satu-satunya cara yang paling efektif dan 100% ampuh untuk mencegah kehamilan sebetulnya adalah dengan tidak berhubungan seksual lewat penetrasi penis dan vagina. 

Pilih KB medis yang sudah teruji dibanding mitos KB alami

Dibanding menggunakan KB alami yang masih belum tentu efektif membantu Anda mencegah kehamilan, masih ada banyak pilihan KB medis yang efektivitasnya telah teruji. Jadi, jika Anda tetap ingin berhubungan seks tanpa harus khawatir kebobolan, kontrasepsi medis masih menjadi rekomendasi utamanya.

Alat kontrasepsi medis seperti pil KB, KB spiral (IUD), atau kontrasepsi penghalang berupa kondom telah diuji dan banyak direkomendasikan dokter untuk mencegah kehamilan secara efektif.

Sebagai contoh, KB spiral yang pada alatnya dilapisi tembaga dan dipasang di rahim wanita. Kontrasepsi ini bekerja dengan cara mencegah sperma masuk ke tuba falopi (saluran antara rahim dengan indung telur), sehingga tak dapat bertemu dengan sel telur alias terjadi kehamilan.

Oleh karena itu, dibanding Anda kebingungan dengan mitos KB alami, akan lebih bijak jika Anda menggunakan kontrasepsi medis yang sudah secara jelas lebih ampuh dan efektif mencegah kehamilan. Selain itu, jangan lupa selalu konsultasikan dengan dokter apa saja jenis alat atau metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Beberapa orang merasa tenang mencium bau tanah yang menguar setelah hujan turun. Ternyata, ada alasan ilmiah di balik itu. Ini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit