Selain munculnya perdarahan rutin, banyak hal lain yang berubah selama seorang wanita sedang haid. Mungkin pernah sesekali atau bahkan setiap kali menstruasi, Anda merasa kalau gairah seks lebih meningkat dibandingkan hari-hari biasanya. Sebenarnya, apa penyebab wanita lebih bergairah saat menuju haid?

Kenapa wanita merasa lebih bergairah saat menuju haid?

Ada banyak hormon yang terlibat selama masa menstruasi, seperti estrogen, progesteron, dan testosteron. Kesemua hormon tersebut memiliki andil penting dalam meningkatkan gairah seks Anda.

Dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Hormones and Behavior, yang mencari tahu perubahan kadar hormon di dalam tubuh selama menstruasi, kemudian membandingkannya dengan aktivitas seksual para peserta.

Menariknya, hasil penelitian tersebut menemukan bahwa perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi, berkaitan langsung dengan perubahan gairah seksual wanita. Itu sebabnya, Anda kerap merasa lebih bergairah saat haid.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dr. Adeeti Gupta, MD, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Amerika Serikat, bahwa hormon estrogen dan progesteron punya peran sendiri-sendiri dalam menentukan libido wanita.

Hormon estrogen disinyalir dapat meningkatkan libido serta keinginan untuk berhubungan intim, sementara hormon progesteron bertugas untuk menstabilkan gairah seks tersebut.

menunda haid

Bagaimana fase perubahan hormon seks di dalam tubuh?

Normalnya, beberapa hari sebelum masuk ke hari pertama menstruasi dimulai atau fase ovulasi, semua hormon yang terlibat dalam menstruasi, seperti luteinizing (LH), estrogen, progesteron, dan testosteron, cenderung lebih tinggi daripada hari-hari sebelumnya.

Meningkatnya hormon LH ini akan mendorong tubuh untuk melepaskan sel telur guna menunggu adanya pembuahan. Secara tidak langsung, hormon LH turut berperan untuk membuat Anda lebih bergairah saat menuju menstruasi nantinya.

Selanjutnya, tepat sesaat sebelum perdarahan menstruasi terjadi, semua hormon tersebut seakan berpisah untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Kadar hormon estrogen cenderung mengalami peningkatan, sedangkan kadar progesteron jauh lebih rendah selama dan setelah periode menstruasi berlangsung.

Kombinasi perubahan hormon inilah yang membuat Anda kemudian merasa lebih bergairah saat menuju haid dibandingkan ketika tidak sedang haid, ungkap Dr. Adeeti Gupta. Singkatnya, beberapa saat sebelum haid, selama haid, serta beberapa hari setelah haid, memang merupakan waktu paling umum terjadi peningkatan hasrat seksual wanita.

seks di pagi hari

Lantas, bolehkah berhubungan seks ketika datang bulan?

Meski terdengar sedikit tidak biasa, sebenarnya sah-sah saja untuk melakukan hubungan intim saat sedang haid. Melansir dari laman Healthline, bahkan ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari berhubungan seks saat menstruasi.

Mulai dari bisa meredakan kram perut yang sering hadir selama haid, mempersingkat lama waktu haid, sebagai pelumas atau lubrikasi alami, bahkan membantu mengatasi sakit kepala yang kadang terjadi ketika haid.

Akan tetapi, di samping dapat memberikan manfaaat tersebut, tentu ada pula efek samping yang menyertainya. Pertama, darah yang keluar selama menstruasi mungkin akan membuat seks Anda dan pasangan terasa kurang nyaman. Terlebih jika darah yang keluar terbilang cukup banyak dan deras, sehingga malah mengotori seprai dan tempat tidur.

Kedua, melakukan hubungan intim selama menstruasi dapat meningkatkan risiko terserang infeksi menular seksual (IMS), misalnya HIV, herpes, sipilis, HPV, gonore (kencing nanah), dan lain sebagainya. Ini karena mikroorganisme penyebab penyakit tersebut biasanya hidup di dalam darah, sehingga mikroorganisme tersebut bisa dengan mudah berpindah dan menyebar melalui kontak dengan darah menstruasi.

Maka itu, alangkah baiknya untuk mengesampingkan sebentar mengenai gairah seksual yang sedang Anda rasakan, kemudian coba pertimbangkan dengan seksama beberapa hal penting jika ingin melakukan seks saat haid.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca