Kesuburan dan kemungkinan untuk memiliki anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk wanita, beberapa faktornya termasuk keseimbangan hormon, siklus menstruasi, dan ovulasi, namun untuk pria, sperma adalah satu-satunya kunci. Ketika kita memperhatikan kesehatan sperma, Anda harus memikirkan tiga faktor penting ini: jumlah sperma, bentuk (morfologi) sperma, dan gerakan (motilitas) sperma. Jika ada kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka Anda memiliki risiko tinggi terhadap kemandulan. Oleh karena itu, mari kita pelajari lebih lanjut mengenai berbagai kelainan sperma di bawah ini.

Tiga jenis kelainan sperma yang paling umum

kelainan sperma

1. Kelainan jumlah sperma

Ini adalah kelainan jumlah total sperma yang ditemukan dalam sampel air mani. Jumlah sperma yang normal bagi seorang pria adalah sekitar 39 juta sperma per ejakulasi minimum. Seseorang yang memiliki jumlah sperma lebih rendah dari jumlah normal, terkadang disebut sebagai oligospermia. Jika tidak ada sel sperma yang ditemukan, ini bisa disebut sebagai azoospermia.

Orang yang memiliki kelainan jumlah sperma mungkin memiliki sejumlah masalah kesehatan, seperti varikokel, infeksi, masalah kesehatan kronis atau yang tidak terdiagnosis seperti diabetes atau penyakit celiac, masalah dengan ejakulasi seperti ejakulasi retrograde, masalah saluran, ketidakseimbangan hormon, dan paparan zat-zat beracun.

Kelainan jumlah sperma yang rendah juga bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, penyakit disertai demam yang baru diderita, dan paparan panas skrotum (seperti berendam di air panas). Merokok, obesitas, dan alkohol berlebih telah dikaitkan dengan jumlah sperma yang rendah, namun penyebab kelainan sperma ini tidak pernah ditemukan. Sedangkan kelainan sperma azoospermia dapat disebabkan oleh masalah saluran, ketidakseimbangan hormon, atau masalah dengan testis.

2. Kelainan bentuk sperma (morfologi)

kelainan sperma

Kelainan sperma ini mengacu pada kelainan bentuk sel-sel sperma. Setidaknya, sperma dinyatakan masih dapat berfungsi dengan baik jika memiliki 4% sperma yang berbentuk normal. Untuk melihat kelainan sperma ini, sperma harus diperiksa di bawah mikroskop. Bentuk sperma yang normal dapat kita lihat pada gambar, berikut deskripsinya:

  • Memiliki bentuk oval dengan panjang 5-6 mikrometer dan lebar 2,5-3,5 mikrometer.
  • Memiliki sebuah tutup terdefinisi (akrosom), yang mencakup 40%-70% dari kepala sperma.
  • Tidak ada kelainan yang terlihat dari leher, bagian tengah, atau ekor.
  • Tidak ada tetesan cairan di kepala sperma yang lebih besar dari satu setengah ukuran kepala sperma.

Teratozoospermia adalah istilah yang digunakan untuk morfologi sperma yang buruk. Kelainan bentuk sperma mungkin disebabkan oleh hal yang sama dengan yang menyebabkan kelainan jumlah sperma. Kelainan sperma ini masih kurang dipahami, dan karena evaluasi ini agak subjektif, maka skor dapat bervariasi bahkan pada sampel air mani yang sama. Jika ditemukan hanya bentuk sperma saja yang tidak normal, sedangkan seluruh parameter air mani lainnya masih berada dalam batas normal, maka kesuburan pria masih dianggap normal.

Pria dengan kelainan bentuk sperma cenderung memiliki lebih banyak kesulitan pada kehamilan, tetapi kita tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah kesulitan tersebut hanya disebabkan oleh bentuk sperma itu sendiri atau dengan alasan yang lain, yang menyebabkan bentuk sperma berbeda.

3. Kelainan gerakan sperma (motilitas)

Motilitas adalah persentase sperma yang bergerak. Agar terjadi fertilisasi, sperma harus berenang ke saluran reproduksi wanita untuk membuahi telur. Kemampuan berenang menuju tujuan adalah penting. Motilitas total mengacu pada setiap gerakan, sedangkan motilitas progresif mengacu pada sperma yang meneruskan gerakan baik dalam garis atau dalam lingkaran besar. Pria dianggap memiliki motilitas normal jika 40% dari keseluruhan sperma bergerak, dan setidaknya 32% harus berenang dalam gerakan maju atau di dalam lingkaran besar.

Kelainan gerakan sperma biasa disebut sebagai asthenozoospermia. Jika kelainan sperma ini terjadi, maka itu bisa disebabkan oleh penyakit, obat-obatan tertentu, kurangnya nutrisi, atau kebiasaan kesehatan yang buruk seperti merokok. Penyebab kelainan jumlah sperma juga banyak yang menyebabkan kelainan gerakan sperma. Kelainan motilitas dapat terjadi meskipun jumlah sperma yang dimiliki tergolong banyak, dan hal itu dapat menyebabkan masalah kesuburan. Sebaliknya, jika jumlah sperma seseorang rendah, namun memiliki motilitas yang tergolong baik dengan 60% atau lebih sperma bergerak, maka masalah kesuburan tidak perlu dikhawatirkan.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca