Penis Juga Bisa Terkena Infeksi Jamur. Ini Ciri-cirinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Infeksi ragi (jamur) biasanya dialami oleh bayi dan wanita. Pada bayi, infeksi ini lebih dikenal dengan istilah ruam popok. Sementara pada wanita sebutannya adalah infeksi ragi vagina. Akan tetapi, ternyata pria juga bisa kena infeksi ragi, yaitu pada penis. Seperti apa tanda-tanda infeksi ragi penis dan apa penyebabnya? Berikut adalah informasi lengkapnya.  

Bagaimana pria bisa kena infeksi ragi penis?

Infeksi ragi pada penis biasanya menyerang bagian kepala penis dan kulit kulup (pada pria yang tidak disunat). Tak seperti infeksi ragi vagina di mana jamur tumbuh akibat kadar bakteri yang tidak seimbang, infeksi ragi pada pria biasanya ditularkan lewat seks. Bila Anda berhubungan seks dengan pasangan yang mengidap infeksi ragi vagina tanpa pengaman, Anda pun berisiko mengalami infeksi ragi penis. Namun, infeksi ragi tidak tergolong sebagai penyakit menular seksual karena penyakit ini juga bisa muncul tanpa adanya kontak seksual dengan orang lain.  

Siapa saja pria yang berisiko terkena infeksi jamur pada penis?

Di samping tertular pasangan seksual Anda, ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu infeksi ragi. Perhatikan beberapa faktor risiko berikut ini.

  • Tidak disunat
  • Mengonsumsi antibiotik yang ikut membunuh bakteri baik pencegah infeksi pada penis
  • Gangguan daya tahan tubuh atau mengidap penyakit yang menyerang daya tahan tubuh, seperti AIDS
  • Kadar gula darah tinggi atau mengidap penyakit kencing manis (diabetes)
  • Area penis lembap, misalnya karena berkeringat atau tidak mengeringkan penis dengan sempurna setelah mandi
  • Kurang menjaga kebersihan penis
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid
  • Kelebihan berat badan atau obesitas

Gejala infeksi ragi penis

Ada beberapa tanda infeksi ragi penis yang tidak boleh Anda remehkan. Simak tanda-tandanya berikut ini dan segera periksakan ke dokter kalau Anda mengalaminya.

  • Gatal dan panas di kepala penis
  • Penis terlihat memerah atau membengkak
  • Muncul bercak atau noda putih di sekitar area penis
  • Bau tak sedap (bagi pria yang tidak disunat)
  • Keluar cairan putih yang menggumpal di balik kulit kulup (bagi pria yang tidak disunat)
  • Sakit ketika buang air kecil atau berhubungan seks

Apakah infeksi ragi pada penis bisa diobati?

Umumnya, infeksi ragi cukup diobati dengan salep dan krim. Biasanya salep atau krim seperti clotrimazole, miconazole, dan econazole bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter.

Akan tetapi, pada kasus yang cukup serius Anda mungkin membutuhkan penanganan khusus dan obat minum yang diresepkan oleh dokter. Apalagi kalau infeksi tersebut menyebabkan penyakit balanitis (radang kepala penis). Jika Anda tidak disunat, dokter mungkin akan menganjurkan sunat demi mencegah penyebaran infeksi.

Mencegah infeksi jamur pada penis

Cara terbaik untuk mencegah infeksi ragi pada penis adalah memastikan Anda melakukan seks aman. Hindari berhubungan seks tanpa kondom dengan orang yang mengidap infeksi ragi vagina. Tidak berganti pasangan seksual juga bisa mengurangi risiko Anda terserang penyakit ini.

Selain itu, menjaga kebersihan penis juga jadi kunci pencegahan infeksi ragi. Pastikan area intim Anda selalu bersih dan kering. Kalau Anda tidak disunat, jangan luput membersihkan bagian di bawah kulit kulup dengan air dan sabun.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca