Cinta pertama memang terkesan klise. Namun, tidak sedikit orang yang merasakan hal ini. Tidak sedikit pula yang sampai saat ini masih sulit melupakan cinta pertama mereka meski sudah bertahun-tahun berlalu. Padahal, mereka mungkin juga sudah punya pasangan baru atau bahkan mungkin sudah berkeluarga. Anda salah satu orang yang sulit move on dan melupakan first love Anda? Sebenarnya, apa, sih, yang membuat cinta pertama itu sangat berkesan di hati?

Cinta pertama atau yang ke-seribu sebenarnya sama saja

Aktivitas otak sangat berperan penting pada proses jatuh cinta. Pada kenyataannya, cara otak mengolah informasi ketika Anda mengalami cinta pertama akan tetap sama seperti ketika Anda jatuh cinta lagi untuk yang kesekian kalinya.

Saat Anda sedang kasmaran, Anda tentu merasa sangat gembira dan antusias ingin tahu lebih banyak soal tambatan hati Anda. Anda juga selalu ingin berada di dekatnya. Ini karena otak terus memproduksi hormon dopamin, adrenalin, dan norepinefrin yang membuat Anda jadi lebih waspada terhadap setiap gerak-geriknya. Ketika Anda sedang bersama orang yang Anda sukai atau memikirkan soal dirinya, otak akan membacanya sebagai bentuk kenikmatan dan reward bagi diri Anda.

Hal ini mirip dengan reaksi otak terhadap candu. Karena otak sudah menerima informasi seputar kekasih Anda sebagai hal yang memuaskan, otak akan terus memerintahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda akan dirinya. Inilah yang membuat Anda selalu mendambakan sosoknya dan tak pernah bosan dengan dirinya di awal masa jatuh cinta. Hidup Anda pun jadi berputar di sekitar kekasih. Apa pun yang Anda lakukan atau pikirkan, sosoknya pasti muncul dalam benak Anda.

Segala sesuatu yang dilakukan pertama kali lebih gampang diingat

Hal yang membedakan cinta pertama dengan cinta lainnya hanyalah efek sensasi “pengalaman pertama”nya saja. Ketika Anda baru pertama kali merasakan cinta yang sesungguhnya, segala sesuatu yang pertama kali Anda lakukan bersama si dia adalah hal yang pertama kali terjadi dalam hidup Anda, sehingga akan terus terpatri dalam ingatan.

Misalnya, Anda pasti bisa ingat kapan pertama kali Anda bergandengan tangan dengan cinta pertama Anda tapi mungkin sudah lupa kapan Anda bergandengan dengannya untuk yang ketiga kalinya, atau bahkan keempat dan seterusnya. Efek “pengalaman pertama” inilah yang membuat kenangan akan cinta pertama terasa amat sangat berkesan dan membuat Anda sulit untuk melupakannya. Bahkan pada saat Anda pertama kali patah hati pun, hal itu akan terasa sangat luar biasa menyakitkan.

Ingatan akan cinta pertama mungkin lebih kuat

Kenangan yang terkait dengan cinta pertama Anda bisa sewaktu-waktu datang kembali di masa sekarang ketika Anda melihat obyek, mendengar lagu, atau bahkan mencium aroma yang Anda rasa familiar dengan dirinya. Ini karena semua memori yang terekam pada saat Anda jatuh cinta akan terus disimpan dalam area sensorik otak. Memori-memori lain, seperti ingatan akan teman baik, orangtua, artis atau musisi favorit, hingga kenangan masa kecil yang menyenangkan juga akan tersimpan dalam bagian otak tersebut.

Terlebih, saraf penciuman dan pendengaran terletak sangat dekat dengan amigdala. Amigdala adalah area otak yang terhubung dengan pengalaman dan ingatan Anda yang melibatkan emosi. Selain itu, saraf penciuman sangat dekat juga dengan hippocampus. Hippocampus adalah area otak yang bertanggung jawab terhadap respons perilaku dan emosi ketika mengingat kenangan yang eksplisit (dilakukan secara sadar) atau memori spasial (hubungan antara lokasi dengan objek referensi lain yang spesifik).

Contoh, ketika Anda mencium bau parfum merek X, Anda akan ingat bahwa Anda dulu sering mengendus wanginya ketika sedang kelonan dengan si dia atau bahkan jadi merindukan dekapannya. Ketika mendengar alunan lagu Y, Anda jadi kembali teringat kenangan ketika ia menyanyikan lagu tersebut khusus untuk Anda di restoran romantis dekat sekolah.

Selain itu, cinta pertama juga cenderung dialami pertama kali saat remaja yang sedang terpengaruh oleh hormon. Antusiasmenya tentu juga berbeda dengan cinta-cinta Anda berikutnya di usia yang lebih tua, karena Anda sudah bisa berpikir lebih matang dan realistis terhadap rencana serta ekspektasi masa depan hubungan asmara Anda.

pacaran yang sehat

Susah move on dari cinta pertama itu wajar, kok!

Karena kenangan akan si dia begitu kuat dalam ingatan, maka sebenarnya sangat wajar dan umum jika Anda merasa sulit melupakan cinta pertama Anda. Pasalnya, segala sesuatu hal yang dilakukan serba pertama kali tentu akan membuat Anda lebih antusias sehingga memorinya disimpan dalam ingatan jangka panjang.

Bahkan ketika sebuah penelitian meminta sekelompok orang-orang usia lanjut untuk menceritakan tentang apa yang mereka ingat sepanjang hidup mereka, kebanyakan dari mereka akan menjawab tentang pengalaman cinta pertama mereka.

Jadi sebenarnya Anda tidak perlu merasa malu untuk mengakuinya. Semua ini adalah hal yang manusiawi. Susah move on dari mantan atau “kasih tak sampai” baru bisa berpotensi masalah jika Anda tidak jujur terhadap perasaan Anda ini dengan pasangan yang sekarang dan malah bermain hati di belakangnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca