Cara Memasang Kondom yang Benar Agar Aman Berhubungan Seks

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Cara memasang atau memakai kondom yang benar, penting diketahui oleh pasangan yang akan berhubungan seksual. Kondom tidak hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, tapi karet pelindung satu ini juga melindungi dari penularan penyakit lewat hubungan seks.

Sayangnya, masih banyak yang belum tahu bagaimana cara memasang kondom dengan benar. Padahal, kondom hanya akan efektif jika Anda memakai dengan cara yang benar. Simak ulasan berikut untuk mendapatkan informasinya.

Cara memasang kondom yang benar

Pastikan untuk membeli kondom yang pas sesuai besar penis Anda. Jika sudah menemukan dan berhasil membeli ukuran yang tepat, hal pertama dan terutama yang perlu Anda lakukan setelahnya adalah mencuci tangan dengan sabun.

Kemudian, ikuti cara memakai kondom yang benar berikut ini sesuai panduan dari laman Planned Parenthood:

1. Posisikan ujung kondom berada di luar

kondom
Kiri: gulungan karet masuk ke dalam (salah) | Kanan: gulungan karet kondom ada di luar (benar)

Sebelum memasang kondom, buka kemasan kondom dengan cara perlahan. Robeklah kemasan kondom di bagian paling pinggirnya ke arah luar, jangan ke tengah. Jangan menggunakan gigi atau kuku yang panjang untuk menyobek kemasan kondom.

Keluarkan kondom dari kemasan. Kemudian, cara selanjutnya yang harus Anda lakukan dalam memasang atau memakai kondom adalah tarik ujung kondom secara perlahan. Ujung kondom adalah bagian yang mencuat, sehingga bagian tersebut berada di atas.  

Saat memasang kondom, salah satu cara yang juga tidak boleh luput dari perhatian Anda adalah untuk selalu memerhatikan letak gulungan karet kondom. Gulungan karet harus berada di luar, bukan di dalam. Jika gulungannya mengarah ke dalam tandanya kondom terbalik.

Jika Anda melakukan kesalahan menggunakan kondom dengan cara menarik kondom ke bagian dalam, jangan membaliknya atau menggunakannya kembali. Buanglah kondom dan ganti dengan yang baru.

2. Jepit ujung kondom dan pasang di kepala penis

cara memakai kondom
Sisakan sedikit ruang pada ujung kondom

Kondom memiliki ujung corong mencuat seperti dot bayi sebagai tempat menampung air mani.

Nah, cara memasang atau memakai kondom yang benar adalah dengan menyisakan sedikit ruang di kepala penis untuk cairan yang keluar nantinya. Jika tidak, kondom rentan robek ketika Anda nanti ejakulasi karena terdesak oleh “tembakan” air mani.

Sebelum memasang kondom, oleskan dulu sedikit pelumas berbahan dasar air dengan cara mengoleskannya di sisi dalamnya. Selain membantu memuluskan pemakaian, cara ini membantu menghindari terbentuknya gelembung udara saat memasang kondom yang dapat menyebabkan robek.

Salah satu cara memakai kondom yang harus Anda perhatikan adalah jangan mengoleskan pelumas terlalu banyak karena kondom malah akan mudah merosot dan tidak pas. Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memegang ujung kondom dengan ibu jari dan telunjuk, kemudian letakkan persis di kepala penis.

Ingat, pastikan bahwa penis sudah ereksi maksimal ketika Anda berada di tahap ini. Dengan begitu kondom bisa terpasang dengan baik.

3. Buka gulungan kondom

cara memakai kondom
Gulirkan lingkar karet kondom ke arah pangkal penis

Cara berikutnya dalam memasang kondom adalah membuka gulungan kondom dengan menggulirkan karet pinggirannya menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan yang satunya. Saat memasang kondom, jangan ditarik dengan cara paksa seperti sedang memakai kaos kaki.

Gulirkan kondom perlahan hingga menutupi penis sampai ke pangkalnya. Sementara itu, pastikan kondom tidak mengerut atau menggelembung. Maka, sangat penting membeli kondom dengan ukuran yang pas sejak awal.

Setelah Anda berhasil memastikan bahwa Anda telah menggunakan cara yang benar dalam memasang kondom dan  sudah sesuai ukuran, Anda dan pasangan bisa mulaiseks dengan kondom yang aman dan nyaman tanpa perlu khawatir.

Hal-hal yang harus diperhatikan selain cara memasang kondom

Cara memasang kondom yang benar adalah selalu memastikan kondom terpasang tepat di penis selama dan sesaat setelah Anda berhubungan seks. Jika kondom tergulung keluar, terasa licin sebelum ejakulasi, kesempitan, atau bahkan kebesaran, gunakan kondom baru yang lebih pas.

Pastikan Anda membeli kondom yang berkualitas baik dan gunakan hanya satu kondom dalam satu waktu. Jangan khawatir dengan bahan kondom yang tampak tipis. Kondom yang dijual bebas di pasaran sudah melalui beragam tes dan uji medis ketat mengenai kekuatan dan efektivitas produk sebelum mulai dipasarkan.

Untuk membuktikannya, Anda bisa coba untuk meniup kondom seperti balon kemudian isi penuh dengan air. Kecuali kondom tersebut memang cacat, tertusuk sebelumnya, atau tertekan, kondom itu tidak akan pecah.

Jika Anda benar-benar ingin perlindungan ganda, kombinasikan penggunaan kondom dengan kontrasepsi lain. Kondom dapat digunakan bersama dengan pil KB atau IUD (KB spiral).

Lepas kondom yang benar

cara melepas kondom
Gulirkan lingkar karet kondom ke arah luar

Sama dengan cara memasang atau memakai, cara melepas kondom setelah seks usai pun tidak boleh sembarangan. Tidak hanya mempelajari cara memasang kondom yang benar, Anda juga perlu tahu cara melepas kondom bekas yang benar agar kondom tidak robek. Apalagi sampai bocor sehingga air mani tumpah ke mana-mana.

Dalam keadaan penis sudah ejakulasi tapi masih berada di dalam lubang (vagina, anus, atau mulut), tahan bagian pangkal lingkar karet kondom. Lakukan ini saat penis masih dalam kondisi setengah ereksi agar kondom tidak melorot dan terlepas. Jangan menarik penis dari dalam lubang saat sudah benar-benar layu.

Setelah memastikan pangkal kondom terjaga aman, tarik penis keluar secara perlahan. Jauhkan penis dari lubang vagina, anus, atau mulut untuk memastikan tidak ada cairan mani yang menetes masuk.

Untuk melepas kondom, tahan ujung corong kondom dengan jari dan gulirkan karet lingkar kondom ke arah luar pelan-pelan dengan tangan yang satunya. Kemudian lepaskan seutuhnya. Setelah itu, ikat kondom agar cairan mani di dalamnya tidak bocor.

Bungkus kondom bekas itu dengan kertas atau tisu agar cairan tidak berceceran kemana-mana.

Terakhir, buanglah kondom langsung ke tempat sampah. Jangan dibuang dan disiram di toilet, karena kondom dapat menyumbat saluran toilet.

Gunakan kondom dengan ukuran yang pas

Selain mengetahui cara memasang kondom atau cara melepasnya, ketahui ukuran penis Anda sebelum membeli kondom, lakukan cara berikut. Ambil penggaris atau tali meteran jahit, lalu tarik garis dari pangkal penis (terdekat tulang kemaluan) hingga ke ujung kepala penis.

Jangan hanya mengukur mulai dari persimpangan antara penis dan buah zakar. Lakukan pengukuran ini pada saat penis sudah ereksi untuk mendapatkan angka yang akurat.

Sebagai contoh, jika panjang penis Anda sekitar 12-15 cm ketika ereksi, gunakan kondom ukuran sedang (Regular/R).

Namun, ketimbang ukuran panjang penis, Anda sebetulnya lebih bisa mengandalkan ukuran lebar ketebalan penis (girth) sebagai patokan ukuran kondom Anda. Pasalnya, kebanyakan kondom di pasaran hanya mencantumkan ukuran lebarnya saja.

Maka setelah mengukur panjangnya, Anda juga perlu tahu diameter ketebalan penis. Anda bisa mengukurnya dengan mengelilingi meteran jahit di batang penis, atau ukur lebarnya dari samping jika menggunakan penggaris.

Jika mau menemukan ukuran yang lebih pas, Anda bisa membeli dulu semua ukuran yang ada untuk dicoba satu per satu.

Apabila setelah dipakai kondom ternyata merosot atau berkerut-kerut artinya kondom itu terlalu besar bagi Anda. Begitu pun sebaliknya. Jika terlalu sesak atau sempit saat dipakai, artinya kondom Anda kekecilan.

Setiap merek punya ukuran yang berbeda, maka Anda perlu cermat sebelum membelinya.

Periksa kondisi kondom sebelum membeli

Jika Anda sudah tahu ukuran kondom yang sesuai, ada beberapa hal lain yang tetap harus diperhatikan saat Anda membeli kondom. Apa saja?

1. Cek kemasan

Pertama jika hendak membeli dan memilih kondom, periksa kemasan kondom, apakah masih dalam kondisi yang baik. Jangan asal beli yang paling murah atau paling laris. Pasalnya, meski kemungkinannya kecil, bisa saja kemasan kondom sudah terkoyak sehingga kebersihan atau kualitas kondom tidak terjamin.

Selain itu, pilih merek kondom yang memiliki sertifikasi (FDA, CE, ISO atau Kitemark). Biasanya, kondom yang sudah memilikinya bisa membuktikan kondom tersebut telah diuji dan sesuai dengan standar keselamatan.

2. Periksa tanggal kedaluwarsa

Periksa tanggal kedaluwarsa kondom. Kondom yang sudah melewati batas waktu pemakaian cenderung lebih mudah pecah dan robek ketika dikenakan. Hal ini bisa mengurangi efektivitas penggunaan kondom.

Cara memasang atau memakai kondom, merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan agar alat kontrasepsi ini efektif. Perhatikan juga cara melepas, ukuran yang sesuai dan membeli kondom dengan cermat sebagaimana dijelaskan di atas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit