Seberapa Sering Sih, Kita Harus Keramas?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Salah satu aktivitas yang paling sering dilakukan saat mandi adalah keramas. Keramas alias cuci rambut merupakan perawatan terhadap rambut dengan cara mencuci rambut dan kulit kepala dengan shampo yang dicampurkan dengan air, kemudian dibilas menggunakan air hingga bersih. Namun, Anda mungkin pernah bertanya-tanya seberapa sering Anda perlu untuk keramas. Setiap hari, dua hari sekali, atau bahkan seminggu sekali?

Untuk mengetahui seberapa sering keramas perlu dilakukan, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai shampo dan frekuensi keramas yang perlu Anda lakukan.

Bagaimana cara kerja shampo?

Saat keramas, shampo yang Anda gunakan akan menangkap minyak yang ada pada rambut dan kulit kepala Anda, sehingga jika Anda keramas dengan shampo terlalu sering (misalkan satu hari satu kali), maka hal tersebut akan menyebabkan rambut Anda kering dan rentan terhadap kerusakan rambut. Yang harus Anda ketahui adalah bahwa rambut Anda memproduksi minyak alami yang dikenal dengan istilah sebum; dan shampo yang Anda gunakan akan menangkap minyak, kotoran, dan residu produk yang berlebihan yang ada sehingga dapat membersihkan rambut dan kulit kepala Anda.

Fakta lainnya adalah bahwa setiap orang memproduksi sebum atau minyak pada rambut dan kulit kepala Anda. Produksi sebum tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon. Bahkan ternyata, hormon tersebut bertanggung jawab untuk terjadinya lonjakan produksi sebum selama masa pubertas, yang akan menyebabkan Anda memiliki banyak rambut berminyak dan jerawat.

Bagaimana cara menentukan apakah saya harus keramas setiap hari atau tidak?

Kebutuhan keramas setiap orang berbeda-beda. Mungkin akan ada orang yang akan baik-baik saja kalau tidak keramas beberapa hari; namun ada juga orang yang rambutnya akan bau atau lepek saat tidak keramas bahkan hanya dalam satu hari saja. Namun, rata-rata orang biasanya keramas setidaknya 2-3 hari sekali.

Oleh karena itu berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pahami sebelum memutuskan untuk menentukan frekuensi keramas Anda.

1. Tekstur/jenis Rambut

Tekstur rambut Anda ternyata mempengaruhi kecepatan sebum atau minyak pada rambut dan kulit kepala Anda, menuju akar rambut. Pada rambut yang kasar atau keriting, sebum akan lebih lambat dalam mencapai akar rambut, sehingga jika Anda memiliki rambut yang kasar atau keriting, Anda dianjurkan untuk keramas tiga hari. Tidak dianjurkan untuk keramas lebih dari dua kali dalam seminggu pada orang dengan rambut sangat keriting, untuk mencegah kerontokan rambut.  

Bagi Anda yang memiliki rambut bergelombang, Anda dianjurkan untuk keramas tiga kali seminggu. Dan bagi Anda yang memiliki rambut lurus, Anda harus keramas lebih sering, yaitu setiap hari.

2. Ketebalan rambut

Orang yang memiliki tipe rambut yang tipis dan sangat halus, orang yang sering berolahraga, atau orang yang tinggal di tempat lembab dianjurkan untuk sering keramas. Alasannya sederhana, yaitu karena orang-orang tersebut lebih rentan untuk memiliki minyak pada rambut dan kulit kepala yang berlebih, sehingga untuk menguranginya perlu untuk keramas dengan shampo setiap hari. Jika tidak, maka rambut mereka akan terlihat sangat berminyak atau lepek. Lalu, jika Anda termasuk orang yang memiliki tipe rambut tipis dan tebal, maka Anda diperbolehkan untuk keramas beberapa hari sekali.

3. Jenis kulit rambut

Seberapa sering Anda perlu keramas sangat bergantung pada jenis kulit rambut Anda. Menurut American Academy of Dermatology, jika kulit kepala Anda secara alami sangat berminyak, Anda dapat mencuci rambut Anda lebih sering, bahkan setiap hari, tanpa perlu khawatir hal tersebut akan merusak rambut Anda. Jika jenis kulit dan rambut Anda adalah normal (tidak super berminyak dan tidak super kering) atau cenderung kering, Anda hanya perlu keramas sekali atau dua kali dalam seminggu. Jika Anda memiliki kulit kepala berminyak namun tidak berlebihan, Anda bisa keramas setidaknya dua hari sekali.

Selain itu, faktor umur ternyata berperan dalam mempengaruhi jumlah sebum yang dihasilkan, karena semakin bertambah tua, maka kulit kepala Anda akan menghasilkan lebih sedikit sebum, sehingga Anda tidak perlu sering keramas seperti dulu.

4. Penataan rambut

Tidak jarang, di era yang modern seperti ini banyak orang terutama wanita mencoba berbagai gaya rambut yang baru dengan berbagai styling rambut seperti mewarnai rambut, meluruskan rambut, dan sebagainya. Tentunya, jika Anda termasuk orang yang melakukan styling rambut, Anda dianjurkan untuk tidak sering melakukan keramas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Rangkaian Skincare Anti-aging untuk Cegah Penuaan Dini

Produk krim wajah yang populer saat ini adalah jenis anti-aging. Tapi apa saja bahan krim anti-aging yang bisa mencegah penuaan pada kulit Anda?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 21 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ada banyak penyebab kulit kepala gatal, tapi banyak juga bahan-bahan alami dan sederhana yang ampuh mengusir kulit kepala gatal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dermatologi, Health Centers 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna rambut yang salah bisa membuat Anda terlihat lebih tua. Berikut cara mengetahui warna rambut yang sesuai dengan karakter diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Kecantikan 31 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab mengatasi kulit mengelupas

5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit