Keramas (cuci rambut) dilakukan dengan cara membilas kulit kepala dan rambut dengan sampo yang dicampur air. Kemudian, rambut akan dibilas dengan air hingga bersih.
Keramas (cuci rambut) dilakukan dengan cara membilas kulit kepala dan rambut dengan sampo yang dicampur air. Kemudian, rambut akan dibilas dengan air hingga bersih.

Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, berapa hari sekali keramas harus dilakukan?
Kebutuhan keramas setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang baik-baik saja tidak keramas beberapa hari, tapi tidak sedikit juga yang rambutnya bau atau lepek saat tidak keramas satu hari.
Walaupun demikian, rata-rata orang biasanya keramas setidaknya 2 – 3 hari sekali.
Aturan keramas berapa hari sekali juga biasanya ditentukan oleh beberapa faktor lainnya, seperti jenis rambut, kadar minyak di kepala, atau ketebalan rambut.
Misalnya, orang yang memiliki rambut lurus umumnya perlu keramas lebih sering karena jenis rambut ini biasanya rentan lepek dan berminyak.
Beberapa orang menyiasati permasalahan rambut bau dan lepek dengan menggunakan sampo yang memiliki kandungan parfum mawar dengan formulasi busa lembut.
Untuk hasil terbaik, kenali dahulu apa saja faktor yang menentukan seberapa sering Anda harus keramas di bawah ini.

Minyak merupakan alasan terbesar mengapa rambut dianggap karena bisa menyebabkan rambut lepek berminyak.
Namun, ada sejumlah faktor yang memengaruhi kadar minyak (sebum) yang dihasilkan oleh kulit kepala, seperti:
Sebagai contoh, anak dan lansia biasanya tidak memproduksi sebum sebanyak remaja atau orang dewasa antara usia 20-an hingga 30-an.
Meski Anda pernah memiliki kulit kepala berminyak, seiring bertambahnya usia, kulit kepala akan menjadi lebih kering.
Selain itu, kebanyakan orang hanya menghasilkan minyak yang cukup untuk dibersihkan setiap beberapa hari sekali.
Jadi, Anda tidak perlu keramas setiap hari meski memiliki jenis kulit kepala berminyak.
Salah satu faktor penentu aturan keramas berapa hari sekali yakni jenis rambut yang Anda miliki.
Tekstur atau jenis rambut memengaruhi kecepatan sebum atau minyak pada rambut dan kulit kepala, menuju akar rambut.
Berikut ini seberapa kali sering keramas berdasarkan jenis rambutnya.
Keringat yang dihasilkan setelah menjalani aktivitas berat menjadi faktor besar berapa hari sekali keramas.
Menurut ahli dermatologi, Shilpi Khetarpal MD pada Cleveland Clinic, Anda tidak perlu keramas setiap hari meski sering berolahraga.
Frekuensi membersihkan rambut tetap perlu disesuaikan dengan jenis rambut, tekstur, dan jumlah produksi minyak harian.
Bila rambut cepat lepek dan kotor, sebaiknya cuci rambut setelah olahraga, setiap menggunakan topi, atau sehabis pakai helm dalam waktu lama.
Selain jenisnya, setiap orang memiliki ketebalan rambut yang berbeda, mulai dari tipis dan sangat halus hingga sangat tebal.
Sebagai contoh, orang yang suka olahraga atau tinggal di tempat lembap dianjurkan untuk lebih sering keramas. Kulit kepala mereka lebih rentan menghasilkan lebih banyak minyak.
Itu sebabnya, mereka perlu mengurangi minyak dengan keramas setidaknya dua kali sehari untuk mencegah rambut tampak lepek berminyak.
Bila Anda termasuk pemilik rambut yang tipis atau tebal, cobalah untuk keramas beberapa hari sekali agar rambut tidak terlalu kering.
Di era modern seperti ini, banyak orang, terutama wanita, yang mencoba berbagai gaya rambut baru dengan sejumlah produk, seperti:
Bila Anda sering melakukan penataan rambut, sangat direkomendasikan untuk tidak terlalu sering keramas.
Hal ini dikarenakan rambut yang terpapar panas dari alat atau bahan kimia lebih mudah kering.

Setelah mengetahui berapa hari sekali keramas perlu dilakukan, Anda perlu mengenali ciri-ciri rambut yang terlalu sering dicuci, seperti:
Jika hal ini terjadi, Anda mungkin lebih berisiko terhadap kerontokan rambut.
Di sisi lain, tidak mencuci rambut sesuai kebutuhan bisa menyebabkan masalah ketombe dan dermatitis seboroik pada beberapa kasus.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar berapa hari sekali keramas perlu dilakukan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
The Dirty Truth About Washing Your Hair. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved 31 July 2024, from https://health.clevelandclinic.org/the-dirty-truth-about-washing-your-hair/
Tips for Healthy Hair. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 31 July 2024, from https://www.aad.org/public/everyday-care/hair-scalp-care/hair/healthy-hair-tips
African American Hair: Tips for Everyday Care. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 31 July 2024, from https://www.aad.org/public/everyday-care/hair-scalp-care/hair/care-african-american
D’Souza, P., & Rathi, S. K. (2015). Shampoo and Conditioners: What a Dermatologist Should Know?. Indian Journal of Dermatology, 60(3), 248–254.
Dias, M. F. R. G. (2015). Hair cosmetics: an overview. International Journal of Trichology, 7(1), 2-15.
Versi Terbaru
07/08/2024
Ditulis oleh Luthfiya Rizki
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)