Tips Mengendalikan Serangan Kecemasan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Serangan kecemasan alias anxiety attack adalah perasaan khawatir, gugup, atau ketakutan, terutama ketika Anda takut akan peristiwa yang akan terjadi. Kecemasan adalah reaksi normal tetapi ketika Anda tidak dapat mengontrol kecemasan Anda, dapat mempengaruhi kesehatan Anda.

Kecemasan terjadi ketika kita berada dalam situasi tekanan tinggi, seperti berurusan dengan tenggat waktu di tempat kerja, menyesuaikan diri dengan perubahan baru di tempat kerja, atau beradaptasi menjadi seorang ibu. Beberapa gejala umum dari kecemasan adalah sakit perut, pusing, telapak tangan berkeringat dan jantung berdegup cepat.

Dalam hidup Anda, Anda akan menghadapi banyak hal yang membuat Anda takut, khawatir dan cemas. Untuk menghentikan kecemasan agar tidak semakin memburuk, Anda harus mengenali tanda-tanda peringatan dari kecemasan dan menemukan cara untuk mengatasi kecemasan Anda. Tips di bawah ini mungkin bermanfaat untuk membantu Anda mengatasi kecemasan.

Berolahraga secara teratur

Banyak orang yang tidak terbiasa melakukan olahraga, namun studi melaporkan bahwa olahraga sampai berkeringat sekitar lima kali dalam seminggu dapat membantu mengurangi kecemasan, stres dan depresi.

Tanpa berolahraga, stres Anda akan menyebabkan otot-otot Anda tegang dan menyebabkan rasa sakit. Ketika tubuh Anda bergerak, energi berlebih akan dikeluarkan dan Anda akan merasa lebih seimbang secara mental. Akibatnya, neurotransmitter (zat kimia otak yang mengkomunikasikan informasi di seluruh otak dan tubuh kita) bisa dilepaskan, menyebabkan peningkatkan dalam mood Anda dan bernapas. Berolahraga secara teratur dapat membantu Anda mengurangi kecemasan.

Memiliki gaya hidup sehat

Hidup dengan gaya hidup sehat memainkan peran penting dalam mengendalikan kecemasan. Anda harus mengontrol aspek kehidupan Anda dari mendapatkan waktu tidur yang cukup hingga mendapatkan nutrisi dan hidrasi, karena tubuh Anda perlu energi yang cukup untuk bekerja. Semakin sehat tubuh Anda, semakin sedikit Anda mengalami kecemasan. Masalah terbesar bagi orang-orang dengan depresi adalah kurangnya waktu tidur yang cukup. Tidur membantu Anda untuk menyeimbangkan tubuh serta kondisi psikologis. Waktu tidur juga merupakan waktu bagi Anda untuk rileks sepenuhnya. Anda harus memiliki waktu tidur yang cukup untuk menghilangkan kecemasan.

Berlatih relaksasi

Visualisasi adalah salah satu dari banyak strategi relaksasi yang membantu Anda mengatasi kecemasan. Coba bayangkan bahwa Anda berada di tempat yang santai, pantai yang indah atau taman hijau dengan banyak bunga misalnya. Maka Anda akan lebih tenang dan memiliki kesempatan untuk menenangkan pikiran Anda agar bisa mengatasi stres secara alami.

Cari hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian Anda

Alihkan pikiran Anda, dengan memulai percakapan dengan seseorang tentang topik baru yang tidak terkait dengan masalah yang membuat Anda cemas juga merupakan ide yang baik untuk melupakan kecemasan. Bila Anda tidak berpikir tentang kecemasan, masalah mungkin tidak ada dalam pikiran Anda dan Anda dapat menikmati percakapan.

Membatasi akses ke hal-hal negatif dari media dan tidak membiarkan mereka mempengaruhi pikiran Anda. Gunakan iPod Anda atau media player portabel lainnya untuk mengunduh buku audio, podcast, atau musik, atau apa pun yang Anda sukai dan nikmati.

Mulailah dengan tujuan yang kecil

Anda mungkin telah mendengar perkataan seperti mulailah sesuatu secara bertahap. Membangun tujuan kecil dan penuhi tujuan tersebut setiap harinya. Jangan mencoba untuk mengatur terlalu banyak tujuan besar karena Anda mungkin merasa kewalahan dan cemas. Anda dapat membaginya ke dalam to-do list Anda, misalnya alih-alih menuliskan “memasak makan malam” Anda bisa membaginya menjadi “rencana makan malam,” “bahan yang harus dibeli,” “menyiapkan makan malam.” Memeriksa tugas-tugas kecil pada to-do list Anda dapat memberikan kepuasan disaat Anda menyelesaikannya.

Bila Anda menemukan diri Anda berjuang menghadapi kecemasan, Anda harus ingat apa yang telah dicapai hingga saat ini. Jika Anda tidak bisa menangani rasa cemas seorang diri, Anda perlu ke dokter untuk dirujuk ke seorang psikolog atau seorang profesional kesehatan mental lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

    Mental yang sehat mendukung kesehatan tubuh secara fisik. Ketika dilanda penyakit kritis, Anda tetap perlu menjaga kesehatan mental untuk dukung pemulihan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    tips menjaga kesehatan mental
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

    Menekuni usaha yang sesuai passion adalah impian sejumlah orang. Namun, jangan sampai lupa waktu. Simak cara menjaga kesehatan untuk pebisnis sekarang.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    Asuransi, Hidup Sehat 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

    Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

    Pandemi COVID-19 memberikan dampak beragam, beberapa orang berisiko mengalami PTSD akibat melewati peristiwa mengguncang ini. Siapa saja yang berisiko?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 22 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 21 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    melihat bullying

    5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu depresi

    Penyakit Mental

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    melatih otak agar percaya diri

    3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit