5 Tahap Kesedihan Setelah Menghadapi Peristiwa Buruk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/02/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menghadapi kesedihan, kehilangan, dan duka tidak pernah terasa mudah. Kesedihan yang Anda rasakan bahkan bisa saja baru hilang setelah bertahun-tahun. Semua ini sangatlah wajar, sebab Anda sedang berusaha menghadapi satu dari lima tahap kesedihan.

Setiap orang dapat mengalami tahapan kesedihan dalam bentuk dan jangka waktu yang berbeda. Namun, tahap-tahap kesedihan umumnya akan membawa seseorang dalam proses yang sama, yakni dari amarah yang meluap hingga akhirnya mencapai penerimaan.

Apa saja tahap-tahap tersebut dan pengaruhnya bagi kehidupan Anda?

Apa itu lima tahap kesedihan?

depresi karena patah hati

Seorang psikiater sekaligus penulis asal Amerika-Swiss, Elisabeth Kübler-Ross, pada tahun 1969 mengusulkan teori yang dikenal sebagai The Five Stages of Grief. Teori ini menyatakan bahwa setiap orang mengalami 5 tahapan dalam menghadapi kedukaan.

Sebelum mengenal kelima tahap tersebut, perlu diketahui bahwa Kübler-Ross awalnya mengenalkan teori ini bukan untuk menjelaskan proses kehilangan orang yang dicintai. Teori ini menggambarkan kondisi pasien ketika tahu dirinya mengidap penyakit parah.

Menurut Kübler-Ross, ada lima tahap kesedihan yang dialami pasien saat mengetahui kabar buruk tersebut. Tahapan yang mereka alami yakni penyangkalan (denial), marah (anger), menawar (bargaining), depresi (depression), dan penerimaan (acceptance).

Tahapan yang sama ternyata terjadi pada keluarga dan orang terdekat pasien ketika pasien meninggal. Teori ini akhirnya digunakan untuk menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa sedih selama bertahun-tahun setelah kehilangan orang terkasih.

Faktanya, menghadapi kesedihan tidak sesederhana itu. Mengutip Heal Grief, kelima tahap tersebut sangat subjektif dan tidak dapat diterapkan pada semua orang. Meski begitu, memahami kelimanya bisa membantu Anda dalam menghadapi masa sulit.

Mengenal lima tahap kesedihan

Walau tidak sepenuhnya terbukti secara ilmiah, teori yang diperkenalkan Kübler-Ross dapat membantu Anda menghadapi kesedihan. Mengingat setiap orang adalah pribadi yang unik, tahap-tahap tersebut tidak selalu terjadi dalam urutan yang sama.

Secara umum, tahap-tahap kesedihan terdiri dari:

1. Penyangkalan (denial)

Marah bikin bahagia

Pada tahap ini, seseorang cenderung berpura-pura tidak tahu atau tidak mau mengakui bahwa sesuatu telah terjadi. Contohnya, pasien yang didiagnosis penyakit parah bisa saja berkata, “Hasilnya pasti salah, saya tidak mungkin memiliki penyakit ini.”

Penyangkalan sebenarnya bermanfaat untuk meredam emosi negatif yang bertubi-tubi sehingga Anda dapat mencernanya dengan perlahan. Seiring waktu, tahap kesedihan ini akan berkurang dan Anda mulai merasakan emosi yang sebelumnya Anda sangkal.

2. Marah (anger)

sakit kepala akibat marah

Penyangkalan adalah upaya otak Anda untuk melindungi diri, sedangkan marah adalah tahap ketika Anda melampiaskan emosi yang muncul. Pada tahap ini, Anda bisa saja melampiaskan amarah kepada orang lain atau bahkan benda mati.

Saat Anda putus dengan pacar, Anda mungkin mengatakan hal buruk seperti, “Saya benci dia! Dia akan menyesali ini!” Anda tahu kata-kata tersebut tidak baik, tapi Anda butuh waktu hingga dapat berpikir logis kembali dan mengendalikan emosi yang ada.

3. Menawar (bargaining)

Maprotiline

Ini adalah tahap kesedihan yang membuat Anda ingin kembali memperoleh kontrol atas hidup Anda. Anda akan mulai bertanya-tanya dan berandai-andai. Orang yang religius mungkin berjanji untuk lebih sering beribadah bila penyakitnya disembuhkan.

Saat orang terdekat Anda meninggal, Anda mungkin berkata, “Kalau saja saya sempat meneleponnya,” dan sebagainya. Meski menyakitkan, tahap menawar membantu Anda menunda datangnya rasa sedih, sakit, dan kebingungan yang bermunculan.

4. Depresi (depression)

depresi menular

Selama beberapa tahap awal, wajar untuk berusaha melawan emosi negatif. Namun, emosi tersebut pada akhirnya akan tetap muncul. Anda bisa saja merasa putus asa dan terus berkata, “Apa jadinya saya tanpa dia?” atau “Saya tidak tahu harus ke mana lagi.”

Depresi adalah tahap yang amat sulit karena semua hal negatif seakan terkumpul di sini, tapi tahap ini juga bisa membantu Anda menghadapi kesedihan dengan cara yang sehat. Bila Anda kesulitan, cobalah meminta bantuan kepada seorang psikolog.

5. Penerimaan (acceptance)

dampak overthinking
Sumber: Girl Talk HQ

Penerimaan tidak berarti bahagia atau Anda telah move on sepenuhnya. Pada tahap ini, Anda menerima bahwa hal buruk telah terjadi serta memahami artinya bagi hidup. Anda bisa jadi merasa berbeda karena telah melewati perubahan hidup yang besar.

Setelah kehilangan pekerjaan, seseorang mungkin berkata, “Kalau begitu, saya akan mencari pekerjaan lain atau membangun usaha.” Walau tidak mudah, ini menandakan bahwa Anda percaya ada banyak hari yang lebih baik di luar sana.

Teori lima tahap kesedihan memang tidak dapat diterapkan pada semua orang. Teori ini juga terlalu sederhana untuk menggambarkan kepribadian manusia yang rumit. Namun, Anda bisa memetik berbagai hal baik di dalamnya untuk menghadapi kesedihan.

Hadapi setiap tahapan dengan perlahan dan beristirahatlah sejenak ketika semuanya membuat Anda merasa lelah. Pada akhirnya, Anda akan berkembang menjadi seseorang yang jauh lebih tangguh karena telah berhasil menghadapi masa-masa sulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Psikologi 10/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Efek Psikologis yang Muncul Akibat Kematian Seorang Teman Dekat

Jika teman dekat Anda meninggal, tentu akan ada perasaan sedih dan berduka ketika mengenangnya. Adakah dampak lain dari kematian teman terdekat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 04/10/2019 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Memulihkan Diri dari Pasangan yang Manipulatif

Bagi Anda yang telah berhasil melepaskan diri pasangan manipulatif, kini saatnya memulihkan diri dan memulai lembaran baru.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/07/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah yang Harus Anda Lakukan Ketika Anak Didiagnosis Sakit Parah

Kebanyakan orangtua akan merasa bersalah dan marah ketika mengetahui sang anak terdiagnosis sakit parah. Lantas, langkah apa yang harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 04/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

phk karena COVID-19

Kesehatan Mental Karyawan Kena PHK Karena Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . Waktu baca 5 menit
hujan bikin galau

Mengapa Hujan Bikin Perasaan Anda Menjadi Galau?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit
menghukum anak berbohong

5 Tips Mengatasi Trauma Anak Akibat Kematian Orang Terdekat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/02/2020 . Waktu baca 6 menit
lebam setelah meninggal

Penjelasan Tentang Munculnya Lebam Pada Tubuh Orang yang Meninggal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/01/2020 . Waktu baca 4 menit