Yang namanya hidup, tak ayal kita sering terjebak dalam situasi serba canggung yang membuat kita jadi gugup tak karuan dan cemas berlebihan. Entah itu selama detik-detik menuju sidang skripsi, kelahiran bayi, atau sekadar menunggu balasan pesan singkat dari si dia yang dipuja.

Mungkin Anda menyadari Anda suka menggoyang-goyangkan kaki saat gelisah menunggu? Atau justru menggigiti bibir? Sering tanpa kita sadari ketika terjebak di tengah situasi canggung dan tidak nyaman ini, tubuh jadi melakukan sesuatu untuk menenangkan diri dari situasi tersebut.

Meski respon tubuh dalam menanggapi rasa cemas berlebihan seringkali hanya menunjukan rasa ketidaknyamanan, sebenarnya beberapa kebiasaan ini bisa berdampak pada kesehatan Anda, lho!

Apa yang terjadi pada tubuh saat kita merasa cemas berlebihan?

Saat Anda merasakan tekanan atau kecemasan yang luar biasa, Anda cenderung melakukan sejumlah kebiasaan aneh yang seringnya terjadi tanpa disadari. Kebiasaan ini bertujuan untuk meredam stres yang Anda alami guna mengalihkan perhatian dan energi Anda dari situasi tersebut. Akan tetapi, kebiasaan tersebut juga tak hanya timbul saat Anda merasa cemas berlebihan — juga dapat terjadi kapan saja tergantung kepribadian si empunya tubuh.

Kebiasaan “anti-cemas”  ini dianggap sebagai kebiasaan buruk karena Anda cenderung melakukannya secara berulang termotivasi oleh suatu kepuasan tersendiri. Anda tetap melakukannya meski Anda tahu bahwa sebaiknya hal tersebut dihindari. Ini menunjukan rasa kurang percaya diri, rasa bosan, tidak tertarik, atau tidak nyaman terhadap situasi yang dihadapi.

Kebiasaan yang paling umum dilakukan saat dilanda cemas berlembihan

Kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang dapat terjadi dalam berbagai macam situasi tergantung kepribadian dan pengalaman orang tersebut. Namun  demikian, beberapa kebiasaan yang Anda lakukan saat dilanda cemas berlebihan juga berdampak bagi kesehatan.

Berikut beberapa contoh dari kebiasaan tanpa sadar yang paling umum dilakukan saat cemas berlebihan, berikut dampaknya terhadap kesehatan:

Menyentuh wajah

Banyak orang yang suka menyentuh wajahnya — entah itu menggosok mata, pipi, atau menggaruk hidung — saat merasa cemas atau stres memikirkan sesuatu, meskipun ia tidak merasakan rasa gatal di sekitar wajah. Kebiasaan ini juga sering dilakukan tanpa sengaja saat seseorang tertidur.

Kecuali Anda sedang membersihkan wajah, sebaiknya hindari kebiasaan menyentuh wajah. Kebiasaan ini dapat memindahkan kuman di tangan ke wajah sehingga menyebabkan penyumbatan pori dan menimbulkan jerawat. Menyentuh atau menggaruk jerawat dengan tangan yang tidak bersih juga lebih mudah menyebabkan peradangan pada kulit yang menyebabkan bekas jerawat yang lebih sulit hilang.

Memainkan rambut

Memainkan rambut adalah kebiasaan yang paling sering dilakukan oleh mereka yang berambut cukup panjang untuk dimainkan dengan jari. Kebiasaan ini menunjukan jika seseorang sedang bosan, malu, atau sedang berusaha menenangkan diri saat sedang berpikir keras.

Sayangnya, gestur memainkan eambut yang tanpa sadar Anda lakukan sering dianggap sebagai sikap yang tidak professional. misalnya, ketika sedang berdiskusi serius dengan seseorang di tempat kerja. Tak hanya itu, memainkan rambut dengan menariknya akan menyebabkan kerusakan pada folikel rambut dan dapat mengganggu pertumbuhan rambut atau kebotakan kepala pada bagian tertentu.

Menggigiti sesuatu

Saat berhadapan dengan situasi yang bikin cemas berlebihan, sering tanpa sadar Anda akan mulai menggigiti pulpen, pensil, atau bahkan kuku jari tangan sendiri. Selain tidak enak dilihat, kebiasaan tersebut dapat dengan mudah memindahkan kuman dari lingkungan terbuka langsung ke dalam mulut dan saluran pencernaan, serta dapat menimbulkan infeksi saluran pernapasan yang berhubungan langsung dengan mulut. Menggigit benda keras juga dapat menyebabkan luka dan kerusakan mukosa mulut.

Merokok

Tak sedikit pula orang yang memilih untuk merokok demi mencari ketenangan sesaat, meskipun sebenarnya tidak demikian. Hal tersebut hanya karena reaksi nikotin dalam mempengaruhi kerja otak seseorang yang menimbulkan rasa ketenangan palsu.

Rokok sudah terbukti sebagai faktor risiko berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit kardiovaskular serta merupakan penyebab penurunan kualitas kesehatan secara umum.

Menggeretak gigi

Kebiasaan menggeretak gigi dikenal sebagai bruxism, adalah kebiasaan yang sering muncul saat orang sedang cemas atau merupakan gejala gangguan tidur yang tidak sengaja. Menggeretakkan gigi dapat merusak jaringan ikat gigi dengan tulang atau antara satu gigi dengan gigi lainnya, serta menimbulkan kelelahan otot di sekitar rahang jika dilakukan dalam waktu yang lama.

Makan berlebihan

Makan berlebihan alias binge eating merupakan kebiasaan yang sering dilakukan saat seseorang mengalami kecemasan atau rasa frustasi. Bagi sebagian orang, makan sering dijadikan jalan keluar untuk menenangkan diri dari stres karena makanan dengan rasa yang kuat seperti manis, asin atau berlemak dapat mempengaruhi otak dan menimbulkan rasa kesenangan sesaat.

Duduk menyilangkan kaki

Duduk menyilangkan kaki bagi sebagian orang dilakukan tanpa sadar sebagai cara menenangkan diri saat sedang dilanda cemas berlebihan. Meski demikian, posisi duduk tersebut tidak baik untuk dilakukan dalam waktu yang lama. Duduk di posisi ini dapat membuat hampir sebagian besar dari berat badan jadi bertumpu di bagian punggung bawah. Dalam jangka pendek, duduk dengan posisi seperti ino dapat menekan saraf di sekitar tulang belakang hingga kaki dan menyebabkan berkurangnya aliran darah yang ditandai dengan rasa nyeri, kesemutan, atau mati rasa. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan masalah otot tulang belakang hingga nyeri leher dan sakit kepala kronis.

Bagaimana cara menghentikan kebiasaan ini?

Psikolog Ellen Hendriksen, Ph.D memberikan beberapa tips untuk melepaskan diri dari kebiasaan buruk saat cemas berlebihan, diantaranya:

  1. Sadari bahwa kebiasaan tersebut dapat dihilangkan – meski beberapa kebiasaan dapat dipengaruhi oleh genetik dan kebiasaan dalam keluarga, selalu fokuskan perhatian pada apa yang Anda lakukan dan berlatih untuk menghentikannya.
  2. Sadari kebiasaan Anda – ini merupakan langkah pertama yang harus dilakukan karena terjadinya kebiasaan tersebut berlangsung secara otomatis. Begitu Anda menyadarinya, segera hentikan kebiasaan tersebut.
  3. Ubahlah pola pikir Anda – dengan cara mengubah pemikiran “saya akan berhenti sekarang” menjadi “saya akan berlatih untuk berhenti sekarang.” Sadari bahwa merubah kebiasaan tidak dapat terjadi dengan mudah atau secara instan, sebaliknya dengan merubah pola pikir sebagai latihan untuk merubah kebiasaan Anda akan lebih sedikit terbebani dan tidak akan merasa kesal dan ingin menyerah ketika Anda mengulang kebiasaan tersebut.
  4. Sadari kapan Anda melakukan kebiasaan tersebut – perhatikan kapan Anda melakukan kebiasaan tersebut seperti saat sedang bosan, cemas, atau sedang tidak fokus. Ingatkan diri Anda sendiri untuk tidak melakukan kebiasaan ini saat berada situasi tersebut.
  5. Minta bantuan orang lain – jika Anda hidup bersama dengan seseorang mintalah bantuannya untuk mengingatkan Anda saat kebiasaan buruk tersebut muncul.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca