Memendam Amarah Ternyata Bisa Bikin Seks Jadi Tidak Nikmat Lagi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Hubungan suami istri memang tak selalu mulus dan indah. Kadang, ada saat-saat di mana pasangan suami istri (pasutri) saling memendam emosi tetapi tak bisa diungkapkan. Bisa jadi karena hal-hal kecil misalnya lupa membereskan ruang tengah sampai hal-hal besar seperti masalah finansial. Atau Anda sendiri sebenarnya sedang ada masalah besar di kantor. Tanpa disadari, memendam amarah ternyata bisa memadamkan gairah di ranjang. Supaya kemarahan Anda tidak merembet terlalu jauh dan merusak kehidupan seks Anda, perhatikan baik-baik informasi penting berikut ini.

Bagaimana seseorang bisa memendam amarah?

Amarah adalah sebuah reaksi alami terhadap ancaman fisik atau emosional. Reaksi ini biasanya muncul saat Anda merasa sakit hati atau diremehkan. Akan tetapi, kadang Anda merasa terlalu letih untuk marah atau bertengkar dengan pasangan. Atau dalam hati Anda tahu bahwa amarah tak akan mampu menyelesaikan masalah. Akibatnya, Anda pun memilih untuk memendam saja gejolak emosi tersebut sambil diam-diam berharap nantinya akan hilang sendiri.

Kemarahan yang dipendam berpengaruh pada hasrat dan kepuasan seks

Ada sebagian orang yang bisa melepaskan emosinya lewat seks. Namun, ada juga orang yang justru akan kehilangan gairah seksual kalau sedang memendam amarah. Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Archives of Sexual Behavior, wanita lebih rentan kehilangan hasrat bercinta dan lebih sulit mendapatkan kepuasan kalau ia atau suaminya sedang memendam emosi. Ya, wanita memang lebih peka terhadap gejolak emosi yang disembunyikan pasangannya.

Dari hasil riset tersebut, para peneliti menjelaskan bahwa untuk mendapatkan rangsangan dan kenikmatan seksual, wanita membutuhkan komunikasi yang baik serta intensitas konflik yang rendah. Dengan kata lain, semakin baik suasana hati dan hubungannya dengan pasangan, wanita akan lebih mudah terangsang dan terpuaskan lewat seks.

Pada laki-laki, perasaan diremehkan atau terancam bisa memicu impotensi atau disfungsi ereksi. Menurut seorang psikoterapis dan ahli konseling pernikahan asal Belgia, Esther Perel, ini karena secara tak sadar laki-laki menekan gairah seksualnya sendiri sebagaimana ia menekan amarahnya.  

Cara melepas amarah dengan sehat

Setelah memahami dampak memendam amarah bagi kehidupan seks Anda dan pasangan, Anda perlu cara tepat untuk melepaskan gejolak emosi yang selama ini ditahan. Perhatikan langkah-langkah di bawah ini.

  • Sadarilah dan terimalah bahwa amarah merupakan reaksi yang normal terhadap ancaman.
  • Cari tahu amarah seperti apa yang Anda rasakan dan apa penyebabnya. Cobalah untuk mereka ulang kejadian yang membuat Anda marah dan pikir-pikir lagi, hal apa tepatnya yang bikin Anda emosi.
  • Luangkan waktu untuk mengelola amarah tersebut. Bisa jadi dengan cara menulis buku harian, bercerita pada sahabat, membicarakannya dengan pasangan, atau bermeditasi.
  • Komunikasikan pada pasangan apa yang sedang Anda rasakan atau pikirkan. Dengan membuka diri, Anda pun akan jadi lebih mudah untuk menyambut hasrat serta kepuasan seksual.
  • Bangun suasana yang romantis dan hangat sebelum bercinta. Misalnya menyalakan lilin, menyetel lagu favorit Anda berdua, atau saling memberi pijatan mesra. Ini akan membantu Anda fokus pada momen intim bersama pasangan, bukan pada amarah yang dipendam.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

The impact of anger on men’s and women’s sexual satisfaction. http://www.relationshipmatters.com/the-impact-of-anger-on-men’s-and-women’s-sexual-satisfaction/ Diakses pada 8 Maret 2017.

How Anger Can Damage Desire. https://www.psychologytoday.com/blog/sex-sociability/201701/how-anger-can-damage-desire Diakses pada 8 Maret 2017.

Covariation of sexual desire and and sexual arousal: The effects of anger and anxiety. http://link.springer.com/article/10.1007/BF01543007 Diakses pada 8 Maret 2017.

Loss of Libido in Men. http://www.webmd.com/sex-relationships/features/loss-of-libido-in-men?page=2 Diakses pada 8 Maret 2017.

Yang juga perlu Anda baca

Saat Teman Sedang Sedih dan Berduka, Lakukan 4 Hal Ini

Melihat teman yang sedang dilanda rasa sedih dan berduka, pasti membuat Anda juga sedih. Lantas, apa yang harus Anda lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

Anda tidak boleh sedih terus-menerus karena ini dapat berdampak buruk pada kesehatan. Lantas, caranya mengubah hati sedih jadi senang? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020