Cemas Saat Berpisah, Apa Ini Tanda Adult Separation Anxiety Disorder?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/06/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa gelisah atau cemas saat berpisah dengan keluarga atau orang yang dekat dengan Anda? Biasanya, kecemasan ini terjadi pada anak-anak sebagai sebagai bagian dari perkembangan yang normal. Namun,   adult separation anxiety disorder adalah kondisi cemas saat berpisah yang dapat terjadi pada orang dewasa

Apa yang dimaksud dengan adult separation anxiety disorder?

Separation anxiety disorder merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan kecemasan berlebih ketika ada dalam situasi berpisah dengan orang yang dekat secara emosional. Pada orang dewasa, kondisi ini dikenal juga sebagai adult separation anxiety disorder.

Perlu dipahami bahwa setiap perpisahan pasti memberikan rasa sedih dan kurang nyaman. Namun, Anda harus curiga mengalami separation anxiety disorder jika merasa cemas berlebih dan terkadang muncul serangan panik ketika berpisah dengan seseorang.

Sebagai contoh, hal yang wajar jika Anda sedih ditinggal suami yang pergi ke luar kota untuk bekerja. Namun, jika Anda merasa gelisah setiap hari dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari, maka mungkin Anda mengalami  separation anxiety disorder pada usia dewasa.

Perlu diketahui bahwa kondisi ini tidak hanya dapat dialami oleh seseorang yang ditinggalkan. Hal ini juga dapat terjadi ketika Anda yang terpaksa meninggalkan orang lain, karena karena situasi tertentu. Sebagai contoh, Anda dapat mengalami kecemasan ini saat meninggalkan seseorang karena tuntutan pekerjaan. 

Tanda dan gejala adult separation anxiety disorder

Gejala yang dialami umumnya sama dengan gangguan cemas dan panik lainnya. Jantung terasa berdebar-debar, gelisah terus menerus, susah mengendalikan perasaan khawatir, dan lain-lain.

Selain gejala umum tersebut, dapat diikuti dengan gejala lain, yaitu:

  • Takut adanya bahaya yang akan menimpa orang tersayang atau diri sendiri tanpa alasan yang jelas.
  • Takut menetap yang tidak rasional akibat perpisahan.
  • Susah tidur ketika berpisah.
  • Timbul keluhan fisik, seperti sakit kepala, diare, asam lambung naik, dan lain-lain selama berpisah.
  • Tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari saat berpisah.

Gejala tersebut dirasakan selama periode Anda berpisah dan membaik ketika kembali bertemu dengan orang yang terikat secara emosional. Jika periode berpisah lebih lama, gejala tersebut dapat menetap selama enam bulan. 

Kondisi  yang dapat memicu adult separation anxiety disorder

Sebagian orang memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kecemasan saat berpisah setelah berusia dewasa. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko tersebut di antaranya:

  • Saat berusia anak-anak memiliki riwayat mengalami separation anxiety disorder.
  • Memiliki pengalaman buruk ketika berpisah dengan orang yang dekat dengannya.
  • Memiliki riwayat gangguan cemas lainnya seperti gangguan cemas menyeluruh, gangguan stress pasca trauma, gangguan panik, gangguan kecemasan sosial.
  • Pernah mengalami perceraian .
  • Pengguna obat-obatan terlarang dan konsumsi alkohol.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya?

Jika Anda atau pasangan mengalami kondisi ini, Anda dapat mengomunikasikan apa yang dirasakan. Ceritakan kekhawatiran yang dialami dengan orang yang terikat secara emosional dengan Anda.

Jika hal tersebut tidak membantu, Anda dapat mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater. Prinsip penanganan adult separation anxiety disorder sama dengan gangguan cemas lainnya yaitu:

  1. Terapi kognitif dan perilaku.
  2. Terapi grup dan keluarga.
  3. Penggunaan obat-obat anticemas dan antidepresan jika dibutuhkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Merasa Cemas Gara-Gara FoMO? Ini 5 Cara Ampuh Mengatasinya

FoMO adalah rasa cemas yang timbul saat Anda merasa bahwa hidup orang lain lebih baik. Inilah yang perlu dilakukan untuk mengatasi cemas akibat FoMO.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/06/2019 . 4 mins read

5 Tips Ampuh Mengatasi Stres dan Cemas Saat Wawancara Kerja

Cemas saat wawancara kerja dapat mengurangi penilaian Anda di depan pewawancara. Untuk mengatasinyanya, ikuti beberapa tipsnya berikut ini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 17/02/2019 . 4 mins read

Seberapa Ampuh Teknik Hipnotis untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan?

Hipnotis tidak selalu merugikan orang lain bila dilakukan dengan benar. Hipnotis ternyata dapat membantu mengatasi kecemasan Anda, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/03/2018 . 4 mins read

Diam-diam, Kecemasan Berlebihan Bisa Merusak Hubungan Asmara

Efek cemas berlebihan bukan hanya mengusik pikiran Anda, tapi juga mengganggu hubungan asmara dengan pasangan. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 08/03/2018 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

berimajinasi mengatasi stres

Berimajinasi Bantu Atasi Stres dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 5 mins read
olahraga mengurangi cemas depresi

3 Jenis Olahraga yang Bantu Mengurangi Perasaan Cemas dan Depresi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read
anak mengatasi cemas

Bantu Anak Mengatasi Rasa Cemas dengan 4 Tips Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/02/2020 . 5 mins read
menghilangkan kecemasan energi positif

Ubah Kecemasan yang Anda Rasakan dengan 4 Energi Positif Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12/07/2019 . 4 mins read