Tanpa sadar, setiap orang pasti pernah membohongi diri sendiri. Padahal, sama seperti membohongi orang lain, berbohong pada diri Anda sendiri itu tidak akan berujung baik. Kebiasaan berbohong pada diri sendiri bisa menghambat berbagai aspek kehidupan Anda. Mulai dari membangun hubungan yang baik dengan teman-teman dan keluarga, menjalin asmara, hingga dalam berkarier. Jadi bagaimana cara menghentikan kebiasaan ini? Simak tips-tips berikut, yuk.

Seperti apa, sih, membohongi diri sendiri itu?

Salah satu contoh membohongi diri sendiri adalah menolak percaya akan cinta. Karena tidak percaya cinta, Anda pun selalu setengah-setengah dalam menjalin hubungan dengan orang-orang terdekat. Baik dengan sahabat sendiri atau dengan pasangan.

Ada beberapa alasan kenapa orang membohongi dirinya dengan tidak percaya cinta. Menurut Cristalle Sese, Psy.D., seorang psikolog klinis di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Anda mungkin sebenarnya ingin percaya akan cinta. Namun, Anda takut patah hati karena cinta. Entah karena ditolak seseorang, bertengkar hebat, dikhianati pasangan, dan sebagainya.

Maka itu, untuk menghindari rasa sakit, Anda mungkin membohongi diri sendiri dengan pikiran bahwa cinta itu tidak ada.

Kebohongan lain yang sering ditanamkan yaitu berpikir bahwa Anda tidak mampu melakukan sesuatu. Misalnya atasan Anda di kantor sedang mencari seorang kandidat untuk pimpinan suatu proyek penting. Sebenarnya, Anda sudah lama mengincar posisi tersebut. Namun, Anda harus bersaing ketat dengan rekan kerja Anda yang kinerja dan prestasinya sangat baik.

Karena takut kecewa jika gagal mendapatkan posisi ini, Anda pun membohongi diri sendiri dengan menanamkan pikiran seperti, “Ah, tidak apa-apa kalau saya tidak dapat posisi ini. Saingan saya memang kerjanya bagus, sih. Mungkin nanti masih ada kesempatan lain buat saya.”

Mengapa membohongi diri sendiri itu susah dihentikan?

Anda membohongi diri sendiri karena pada dasarnya Anda ingin mencari posisi yang aman dan nyaman. Anda juga takut dengan hal-hal yang tidak bisa ditebak. Alhasil, susah sekali untuk menerima kenyataan.

Kebohongan Anda lakukan untuk membuat hidup sedikit lebih mudah dan mencegah stres. Kebohongan adalah suatu cara untuk menghindari kekecewaan atau rasa sakit.

Namun, yang bikin kebiasaan ini sulit dihentikan adalah Anda sendiri biasanya tidak sadar kalau Anda sebenarnya sedang membohongi diri sendiri.

anak remaja sedih

Lalu bagaimana cara berhenti membohongi diri sendiri?

1. Pertama, kenali diri Anda sendiri

Untuk menghentikan diri Anda dari hal berbohong terus menerus, Anda harus belajar untuk lebih mengenal diri Anda sendiri. Caranya macam-macam dan berbeda pada setiap orang. Ada orang yang bisa mengenal dirinya sendiri karena rajin menulis buku harian, mengobrol dengan orang-orang terdekat, atau dengan mencoba berbagai hal baru dalam hidup.

Mengenal diri sendiri akan membantu Anda memahami apa yang Anda mau, seperti apa kenyataan yang harus dihadapi dan bagaimana cara terbaik untuk melewati berbagai tantangan hidup. Dengan begitu, tak perlu lagi berbohong pada diri sendiri.

Sembari mengenal diri sendiri, Anda juga harus tanamkan dalam hati kalau setiap orang punya kelemahan dan kekuatan diri yang berbeda-beda. Jadi, tidak perlu ada yang harus ditutupi untuk menunjukkan diri, pikiran, dan perasaan Anda di luar sana.

2. Dalam situasi seperti apa Anda paling sering berbohong pada diri sendiri?

Setelah mengenali diri Anda lebih dalam, selanjutnya Anda bisa memikirkan hal-hal apa yang membuat Anda berbohong. Resapi juga apa yang Anda rasakan saat Anda membohongi diri sendiri.

Hal ini bisa membantu Anda mencegah munculnya kebohongan-kebohongan dalam diri ketika Anda mulai merasa terancam atau ketakutan. Jadi sebelum Anda berbohong pada diri sendiri, Anda sudah bisa membedakan mana yang kebohongan belaka dan mana yang merupakan kenyataan.

3. Yang paling penting, berani jujur pada diri sendiri

Langkah terakhir ini adalah yang paling susah tapi sangat efektif. Supaya bisa jujur pada diri sendiri, Anda bisa minta diingatkan oleh sahabat atau orang terdekat Anda ketika Anda mulai membohongi diri Anda sendiri.

Selain itu, agar bisa jujur, Anda harus sudah menyiapkan persenjataan yang lengkap untuk memperjuangkan apa yang sebenarnya Anda inginkan. Misalnya Anda mengincar posisi sebagai pimpinan proyek. Kalau Anda tidak mempersiapkan diri secara matang, tentu Anda akan kalah saing dengan rekan kerja yang lain.

Jadi, daripada berbohong pada diri sendiri bahwa Anda tidak begitu menginginkan posisi itu, lebih baik siapkan diri Anda sebaik mungkin. Bisa dengan cara menonjolkan apa saja prestasi Anda pada proyek-proyek sebelumnya atau mencari ide cemerlang untuk proyek baru tersebut.

Persiapan seperti ini akan membuat Anda lebih fokus pada tujuan, bukan pada kendalanya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca