home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Mythomania, Saat Si Pembohong Percaya pada Kebohongannya Sendiri

Mengenal Mythomania, Saat Si Pembohong Percaya pada Kebohongannya Sendiri

Anda pasti mengenal paling tidak satu orang dalam hidup Anda yang sering bohong. Anda mungkin bertanya-tanya, apakah ada yang salah dengan orang yang suka berbohong dan apakah hal tersebut termasuk gangguan psikologis. Nah, rupanya ada istilah khusus untuk orang dengan kondisi ini, yaitu mythomania atau psedulogia fantastica. Sudah pernah dengar istilah ini, belum? Yuk, berkenalan lebih jauh dengan mythomania di bawah ini.

Apa itu mythomania?

Bohong patologis (pathologic lying), atau yang dikenal dengan sebutan mythomania syndrome atau psedulogia fantastica, adalah suatu kondisi penderitanya memiliki kebiasaan suka berbohong, yang tidak dapat dikendalikan.

Seseorang yang memiliki kondisi ini suka melakukan kebohongan dalam jangka waktu yang lama. Mereka mungkin lebih nyaman mengatakan hal tersebut daripada kebenaran, meski itu hal-hal yang tidak penting sekalipun.

Tak hanya itu, penderita mythomania juga seringkali tidak memiliki motif atau alasan untuk berbohong. Bahkan, mereka mungkin berbohong yang merusak reputasi mereka sendiri. Setelah kebenarannya terungkap, mereka pun tetap sulit untuk mengakuinya.

Parahnya, pada orang dengan kondisi ini, kebohongan sudah menjadi bagian besar dalam hidupnya. Bahkan, tak jarang, orang dengan kondisi ini memercayai ucapannya sendiri yang tidak benar, sehingga ia tak bisa membedakan lagi mana yang fiktif dan mana yang nyata dari kehidupannya.

Perlu diketahui, mythomania syndrome atau psedulogia fantastica pertama kali ditemukan oleh psikiater asal Jerman bernama Anton Delbrueck. Pada tahun 1891, Delbrueck memberikan nama pseudologia fantastica untuk menggambarkan sekelompok pasien yang kerap melakukan cerita bohong, yang disertai dengan unsur khayalan atau fantasi dalam cerita mereka.

Apakah semua orang yang suka bohong mengidap mythomania?

pembohong patologis dan kompulsif

Tidak, mythomania merupakan salah satu jenis dari kebohongan patologis. Kebohongan patologis sendiri memang dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Pseudologica fantastica atau mythomania.
  • Akibat kebiasaan (kebohongannya cepat ketahuan dan biasanya disertai gangguan sistem saraf atau neurologis, seperti kesulitan belajar).
  • Berbohong yang disertai kebiasaan impulsif, seperti mencuri, berjudi, dan belanja gila-gilaan atau shopaholic.
  • Penipu yang suka mengganti identitas, alamat, dan profesi untuk menyamar jadi orang lain atau agar mereka seolah terlihat hebat di mata orang lain.

Dari semua jenis tersebut, mythomania dianggap paling ekstrem karena penderitanya kerap menggabungkan fakta dan fantasi. Mereka yang mengalami mythomania kerap kali akan melakukan kebohongan dan merasa mendapatkan kesenangan dari sikapnya tersebut.

Akan tetapi, meski mereka tampaknya merasa senang, di dalam hati mereka tetap merasa bersalah dan mengetahui bahwa itu hal yang buruk. Namun, mereka tetap akan berpura-pura dan menutupi perilaku mereka.

Apa ciri-ciri seseorang yang mengalami mythomania?

Banyak orang tidak berkata jujur. Namun, terdapat beberapa kriteria khusus atau ciri-ciri orang yang bohong kronis atau mythomania, antara lain:

  • Cerita yang mereka katakan terdengar sangat nyata dan mereka mungkin menceritakan sesuatu berdasarkan kisah nyata orang lain.
  • Cenderung membuat cerita yang bersifat permanen dan stabil.
  • Kebohongan yang dilakukan tidak untuk mendapatkan suatu keuntungan material.
  • Cerita yang dibuat biasanya berkaitan dengan institusi penting kepolisian, angkatan darat, dan sebagainya. Mereka pun memiliki peran penting dalam institusi atau dalam cerita tersebut, misalnya sebagai tokoh penyelamat.
  • Ucapan yang tidak benar cenderung menampilkan sudut pandang positif, seperti mereka disebut memiliki gelar master daripada mengklaim bahwa mereka putus sekolah.

Bagaimana cara membedakan mythomania dan bohong biasa?

membohongi diri sendiri

Bila dilihat berdasarkan tujuannya, bohong biasa dan mythomania adalah hal yang berbeda. Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2016, kebohongan umum biasanya dapat dilakukan karena beberapa alasan, seperti:

  • Upaya menutupi sesuatu mengenai dirinya.
  • Keinginan untuk memperoleh keuntungan.
  • Tindakan menutupi diri dari kesalahan yang dilakukan.
  • Cara untuk membangun kepercayaan diri yang selama ini dirasa kurang, agar orang lain lebih menyukainya.

Sementara itu, mythomania tidak berkaitan untuk memperoleh keuntungan dan bersifat kompulsif-impulsif. Bahkan mereka akan tetap berbohong walau sikap tersebut berdampak buruk bagi diri mereka sendiri.

Selain itu, mereka yang mengalami mythomania umumnya melakukan kebohongan yang bersifat fantasi. Biasanya mereka akan mengatakan kebohongan mengenai sesuatu yang mereka khayalkan dan digabungkan dengan fakta yang ada. Sementara, kebohongan yang umum biasanya hanya mengenai hal-hal seputar perasaan, pendapatan, pencapaian, kehidupan seksual, dan mengenai usia.

Apa penyebab dari mythomania?

Penyebab dari seseorang suka berbohong memang belum diketahui pasti. Namun, beberapa psikolog memercayai faktor lingkungan berperan dalam membentuk karakter ini. Seseorang yang mengalami mythomania syndrome mungkin hidup di lingkungan yang meyakini bahwa manfaat berbohong lebih besar daripada risikonya.

Tak hanya itu, kebohongan juga bisa disebabkan oleh trauma masa lalu atau harga diri yang rendah. Dengan melakukan kebohongan, mereka berupaya untuk mengatasi trauma masa lalu dan harga diri tersebut yang selama ini mengintai.

Di samping itu, mythomania juga kerap dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental seseorang. Orang yang suka berbohong sering muncul sebagai gejala dari penyakit atau gangguan mental tertentu yang lebih besar, seperti gangguan bipolar, attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), narcissistic personality disorder (NPD), gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder), atau ketergantungan zat (kecanduan).

Bagaimana cara mengatasi mythomania?

konseling psikologi

Penderita mythomania umumnya memerlukan pengobatan dengan pendekatan psikoterapi dan penggunaan obat-obatan tertentu. Seorang terapis, seperti psikolog atau psikiater, dapat membantu penderita kondisi ini karena terbiasa memahami mereka.

Melalui terapis pun, seseorang yang sering berbohong akan diidentifikasi apakah ia memiliki gangguan mental tertentu yang mendasarinya. Jika ya, terapis akan berupaya untuk mengatasi seluruh masalah kesehatan mental yang dimilikinya.

Meski demikian, melakukan perawatan melalui psikoterapi pun bisa sangat sulit dilakukan. Pasalnya, penderita mythomania bisa saja berkata tidak jujur selama perawatan berlangsung.

Oleh karena itu, jenis perawatan ini akan berjalan dengan efektif jika penderitanya sadar akan kondisinya dan mau menghentikan kebiasaan bohong yang dilakukannya. Jika dipaksa, penderita kondisi ini mungkin tidak akan bekerja sama.

Adapun metode psikoterapi yang dapat dilakukan bisa bermacam-macam. Anda mungkin akan melakukan konseling secara individual atau dilakukan dalam berkelompok. Anda pun mungkin saja perlu mendapatkan terapi tambahan, seperti konseling pernikahan, jika kebohongan yang Anda lakukan telah mengganggu hubungan Anda dengan pasangan.

Apa yang harus dilakukan jika menghadapi orang dengan sindrom ini?

Jika Anda memiliki kerabat, teman, saudara, atau bahkan pasangan yang suka bohong, Anda perlu menghadapinya dengan cara yang benar agar tidak terbawa situasi. Berikut adalah beberapa tips untuk menghadapi orang yang mythomania:

  • Tatap matanya dengan tatapan bingung dan kosong. Ini membuat mereka tahu bahwa mereka tidak membodohi Anda, dan mereka mungkin akan beralih ke orang lain.
  • Jangan mudah percaya dengan ucapannya. Sebaiknya selalu cari kebenaran atau konfirmasi fakta dari cerita mereka.
  • Jangan mendebat cerita mereka karena Anda tidak akan pernah mendapatkan kebenaran dari ucapannya.
  • Tawarkan bantuan dan dukungan padanya. Yakinkan merka bahwa Anda peduli dengan masalahnya dan bersedia membantu.
  • Dorong mereka untuk mengatakan kebenaran sedikit demi sedikit untuk membantu mengatasi perilakunya.

Pria Ternyata Lebih Lihai Berbohong Dibandingkan Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Jocic, D., & Nevenka, P.. (2016). Pathological lying and tasks of psychological assesment. Research Gate. 75(00):243-243. https://doi.org/10.2298/VSP151213243D

Thom, R., Teslyar, P., & Friedman, R. (2017). Pseudologia Fantastica in the Emergency Department: A Case Report and Review of the Literature. Case reports in psychiatry2017, 8961256. https://doi.org/10.1155/2017/8961256

Compulsive Lying – GoodTherapy.org Therapy Blog. GoodTherapy.org Therapy Blog. (2021). Retrieved 27 January 2021, from https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/compulsive-lying.

Pathological Lying: When Lying Becomes Mental Illness. Lifehack. (2021). Retrieved 27 January 2021, from https://www.lifehack.org/577199/pathological-lying-when-lying-becomes-mental-illness.

Pseudologia Fantastica | Forensic Scholars Today. Concordia University, St. Paul Online. (2021). Retrieved 27 January 2021, from https://online.csp.edu/blog/forensic-scholars-today/pseudologia-fantastica/.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 01/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri