5 Langkah Menjadi Orang yang Berpikir Positif

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berpikir positif dapat memberi banyak manfaat. Hal ini dapat memperkuat pikiran Anda, meningkatkan penampilan Anda dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Buddha pernah berkata: “Kita adalah apa yang kita pikirkan.” Kebiasaan kita adalah apa yang membuat kita. Inilah sebabnya mengapa menjadi positif sangatlah penting. Mengambil langkah-langkah sederhana dapat membuat dampak yang mendalam pada pendekatan Anda dalam hidup dan membantu Anda untuk menjadi lebih positif serta sukses dalam kehidupan.

Manfaat berpikir positif

Tidak ada keraguan bahwa Anda mendapat banyak manfaat dengan menjadi positif. Sebuah kehidupan yang positif berasal dari pikiran yang positif. Dengan menjadi positif, Anda dapat menarik hal-hal positif kepada Anda, sehingga persahabatan lebih bermakna. Hal ini disebut “hukum tarik-menarik.” Banyak penelitian mengungkapkan bahwa orang dengan “aura” positif cenderung jarang mengalami depresi dan jarang sakit. Menjadi positif dianggap sebagai kunci keberhasilan untuk membantu Anda menghilangkan stres, mengubah semua masalah Anda menjadi peluang dan meningkatkan motivasi Anda. Jadi tetap positif, tetap bahagia!

Tips untuk menjadi orang yang selalu positif

1. Miliki postur tubuh yang positif

Ada hubungan yang tak terbantahkan antara pikiran dan tubuh Anda, masing-masing memiliki dampak yang kuat. Ada penelitian yang menyatakan bahwa postur stabil dapat memberi mentalitas yang lebih baik. Pose “Superman” dikatakan dapat meningkatkan percaya diri dan merangsang pemikiran positif Anda. Cobalah berdiri tegak, bahu ke belakang, dagu terangkat tinggi, dan letakkan tangan Anda di pinggul Anda. Pose ini pasti akan mendorong pikiran Anda untuk merasa lebih positif dan percaya diri.

2. Sering tersenyum

Tersenyum adalah metode lain untuk membawa pikiran Anda agar lebih positif. Bahkan jika Anda tidak memiliki apa pun untuk membuat Anda tersenyum, tindakan sederhana seperti tersenyum dapat mengubah perasaan Anda secara internal. Coba tersenyum di manapun Anda berada, di mobil atau di meja Anda maka Anda akan terkejut bagaimana pikiran Anda bereaksi. Tersenyum pada orang-orang, rekan kerja atau orang asing yang Anda jumpai di lorong atau di trotoar, mereka akan pasti tersenyum kembali kepada Anda meskipun mereka tidak tahu siapa Anda.

3. Latihlah kesadaran

Perhatikan apa yang membuat Anda merasa bahagia dan berpikir positif, atau apa yang membuatmu kesal. Anda harus menyadari apa yang membuat Anda bahagia. Hal ini dapat sesuatu yang Anda lihat dalam hidup, apa yang Anda makan, dan hal-hal yang Anda tonton atau bahkan hal-hal yang Anda katakan kepada diri sendiri. Bila Anda memiliki pikiran negatif saat menghadapi masalah, Anda harus mengenalinya dan mencoba untuk menemukan sisi positif sebagai gantinya.

4. Tingkatkan positivitas Anda

Anda dapat menjadi lebih positif dengan membangun kebiasaan yang memperkuat perilaku positif. Melakukan kegiatan yang dapat membantu menumbuhkan emosi adalah ide yang baik. Hal ini terbukti bahwa praktik seperti meditasi dan menulis jurnal, serta menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga, memiliki kemampuan untuk meningkatkan perasaan positif.

5. Realistis

Anda bukan orang suci sehingga tidak mungkin untuk selalu merasa baik atau berpikir positif. Menjadi orang yang positif tidak berarti bahwa Anda tidak pernah memiliki emosi negatif tetapi sikap Anda dalam menghadapinya yang membedakan. Setiap orang mengalami beberapa kegagalan dalam hidup mereka dan tanpa terkecuali Anda. Jangan sampai Anda dikalahkan oleh kegagalan atau rasa kecewa ketika harapan Anda tidak tercapai.

Winston Churchill mengatakan bahwa “seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan; orang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan.” Jadi Anda harus membuat hidup Anda lebih mudah dengan menjadi seseorang yang optimis dan tetap berbahagia dengan menjadi positif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

    Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Psikologi 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

    6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

    Hidup dengan depresi memang tidak mudah, namun berikut adalah perubahan kecil untuk gaya hidup Anda yang bisa bantu mengurangi gejalanya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Psikologi 15 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi patah hati

    5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    sumber stres dalam pernikahan

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
    pro kontra antidepresan

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit