Suntik insulin menjadi metode kontrol gula darah paling populer bagi diabetesi, selain perubahan gaya hidup dan obat minum. Namun, apa jadinya jika penderita diabetes memiliki ketakutan terhadap jarum suntik dan harus melakukan suntik?

Ketika mengetahui bahwa Anda terdiagnosis diabetes, serangkaian pengobatan sudah bermunculan di kepala Anda. Mulai dari diet, pola makan yang tak sebebas dulu, minum berbagai obat, hingga suntik setiap hari memenuhi pikiran Anda bahkan saat Anda masih berada di dalam ruang periksa dokter.

Sebagai diabetesi, tujuan utama Anda adalah mengontrol kadar gula darah agar tetap dalam batas aman sehingga terhindar dari berbagai komplikasi. Sayangnya, hal itu sering terkendala mengingat kontrol diabetes membutuhkan disiplin yang tinggi. Pompa insulin bisa menjadi solusinya, terlebih bagi Anda yang kerap kali malas atau lupa dengan jadwal suntik, bahkan fobia jarum suntik.

Pompa insulin merupakan salah satu cara pemberian insulin ke dalam tubuh, selain menggunakan jarum suntik atau pena injeksi (pena insulin). Pompa insulin adalah perangkat dengan baterai yang membantu menyediakan insulin secara otomatis untuk tubuh Anda sepanjang hari. Dengan menggunakan pompa insulin, Anda tak perlu lagi sibuk mengingat atau menghentikan kegiatan yang Anda lakukan hanya untuk melakukan suntik insulin.

Alat ini dapat digunakan untuk pasien diabetes tipe satu dan diabetes tipe dua.

Mengenal komponen pompa insulin

Pompa insulin adalah perangkat elektronik berukuran kecil yang membantu diabetesi mengontrol gula darah. Ukurannya biasanya sebesar ponsel dan mudah dibawa ke mana pun. Biasanya disematkan pada ikat pinggang atau di dalam saku celana. Pompa insulin dapat menyuplai kebutuhan insulin sepanjang hari sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan di awal, dan dapat ditambah dengan dosis bolus jika dibutuhkan. Dosis bolus adalah insulin tambahan yang diberikan pada sekitar jam-jam makan.

Pompa insulin membantu Anda menyesuaikan pemberian insulin dengan gaya hidup Anda, bukan sebaliknya seperti yang terjadi jika Anda harus melakukan suntik insulin. Suntik insulin membuat Andalah yang harus menyesuaikan diri dengan jadwal pemberian insulin.

Pompa insulin memiliki beberapa komponen yang perlu Anda perhatikan dan ketahui dengan baik, agar penggunaannya dapat berjalan dengan optimal. Komponen dalam pompa ini terdiri atas:

  • Wadah/reservoir. Ini adalah tempat insulin disimpan. Anda harus memastikan bahwa wadah insulin ini tetap terisi untuk menjaga pasokan insulin ke dalam tubuh
  • Kateter. Merupakan jarum kecil dan selang yang dipasang di bawah jaringan lemak pada area kulit Anda yang akan mengantarkan insulin ke dalam tubuh. Anda harus menggantinya secara berkala untuk menghindari risiko terjadinya infeksi
  • Tombol pengoperasian. Tombol ini memungkinkan Anda melakukan pengaturan suplai insulin ke dalam tubuh sepanjang hari dan pengaturan dosis bolus pada saat jadwal makan tiba
  • Tube. Merupakan selang tipis yang akan menyalurkan insulin dari pompanya menuju ke kateter.

Bagaimana cara kerja pompa insulin?

Dengan menggunakan pompa ini, Anda tak perlu merasa terbebani dengan kemungkinan jadwal suntik yang terlewat atau menghadapi ketakutan Anda terhadap jarum suntik. Bisa dibilang, Anda dapat melupakan jarum suntik ketika menggunakan pompa insulin.

Cara kerja pompa insulin mirip dengan cara kerja pankreas dalam tubuh. Pankreas bekerja selama 24 jam dengan merilis insulin sedikit demi sedikit untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap dalam batas aman. Begitu juga dengan yang dilakukan pompa insulin.

Pompa insulin menyalurkan rapid atau short acting insulin selama 24 jam melalui kateter yang telah dipasang dalam tubuh. Dosis insulin Anda dapat terbagi menjadi:

  • Dosis dasar/dosis basal
  • Dosis bolus untuk menjaga kadar gula setelah makan akibat pemecahan karbohidrat
  • Dosis koreksi atau dosis tambahan

Insulin basal disalurkan sepanjang hari dan menjaga kadar gula darah Anda tetap normal. Biasanya Anda dapat mengatur jumlah insulin yang diberikan pada malam atau siang hari.

Ketika jadwal makan, Anda dapat menggunakan tombol yang ada untuk memberikan dosis bolus. Jika Anda makan lebih banyak dari biasanya, Anda  tinggal menambahkan jumlah dosis bolus untuk mengeluarkan lebih banyak insulin.

Dosis tambahan diberikan ketika Anda mendapati kadar gula darah yang tinggi pada kondisi tidak seharusnya, seperti pada sebelum makan. Dosis tambahan ini berguna untuk mengoreksi kadar gula untuk kembali ke batas normal.

Menggunakan pompa insulin berarti Anda harus melakukan pengawasan terhadap alat ini dan titik di mana kateter dipasang. Anda mungkin harus mengganti titik peletakan kateter setiap dua atau tiga hari untuk mencegah terjadinya infeksi. Ingat pula untuk menjaga agar tabung insulin tetap terisi. Agar memudahkan Anda mengingat, periksalah tabung insulin Anda setiap kali Anda akan melakukan penggantian titik kateter.

Lakukanlah pengecekan gula darah Anda setidaknya empat kali sehari untuk melihat apakah Anda telah mendapatkan dosis insulin yang tepat. Biasanya penyesuaian dosis juga akan dilakukan menyesuaikan aktivitas yang dilakukan dengan kebiasaan makan yang Anda jalani. Jangan mengganti dosis insulin tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Mengapa harus menggunakan alat ini?

Beberapa dokter mengusulkan pemberian insulin dengan metode ini karena sifatnya yang melepaskan insulin secara perlahan-lahan, seperti yang dilakukan oleh pankreas. Riset juga menyebutkan bahwa penggunaan insulin yang dicampur di dalam pompa menghasilkan kontrol gula darah yang lebih baik dibandingkan dengan injeksi harian.

Di mana tempat yang tepat untuk menempatkan pompa insulin?

Anda mungkin telah memahami cara kerja pompa insulin. Namun, pertanyaan Anda selanjutnya adalah di mana saja pompa insulin bisa diletakkan? Mengingat benda ini akan melekat sepanjang hari ke mana pun Anda pergi.

Pompa insulin dapat Anda sematkan pada ikat pinggang atau saku celana. Anda bahkan juga dapat memasangnya pada pakaian dalam, seperti halnya ketika Anda menyematkan headset.

Karena pompa insulin bekerja selama 24 jam, Anda juga harus menggunakan alat ini ketika tidur. Pastikan bahwa pompa insulin tetap berada pada batas di mana selang dapat mencapainya sehingga tak terlepas. Anda dapat mencoba berbaring bersebelahan di tempat tidur Anda. Anda dapat pula menjepitnya pada selimut, piyama, atau bantal.

Pompa insulin merupakan alat tahan air, namun bukan berarti Anda dapat membawanya ketika mandi. Biasanya, perangkat ini dilengkapi dengan fitur untuk mencopotnya ketika melakukan aktivitas seperti berenang atau mandi. Anda dapat meletakkannya di tempat yang terlindung dari air atau Anda dapat membeli wadah penyimpanannya.

Apa kekurangan dari penggunaan pompa insulin?

Pompa insulin merupakan cara yang aman dan nyaman dalam pemberian insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Metode ini juga dapat memberikan insulin dalam jumlah yang lebih tepat. Meski begitu, tetap ada kekurangan yang dibawa oleh alat ini.

Pengguna pompa insulin harus rajin melakukan pengecekan kadar gula darah dan melakukan penghitungan karbohidrat agar dapat menentukan dosis bolus yang harus diberikan. Mereka juga harus dapat memperhitungkan jumlah kalori yang keluar melalui aktivitas yang dilakukan.

Menggunakan pompa insulin dibutuhkan pelatihan dan arahan yang benar untuk mengoperasikannya. Sebab, meski pemberian dilakukan secara otomatis, Anda harus memperhatikan bagaimana tubuh Anda merespons pengobatan yang diberikan untuk menghindari terjadinya efek samping.

Risiko terjadinya infeksi pada titik pemasangan kateter juga mungkin terjadi. Itu sebabnya, gantilah titik pemasangan kateter secara rutin, sekitar dua atau tiga hari sekali untuk menghindari risiko terjadinya infeksi.

Melepas pompa insulin

Mungkin ada waktu di mana Anda harus melepaskan alat ini, misalnya pada saat mandi. Ketika memutuskan untuk melepas pompa insulin, ingatlah bahwa Anda akan menghentikan semua pasokan insulin yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika melepaskan alat ini.

  1. Jika Anda menghentikan pompa insulin saat dosis bolus tengah diberikan, Anda tidak dapat memberikan (melanjutkan) pemberian sisa dosisnya ketika memasang pompa insulin kembali. Anda mungkin harus mengulang dosis baru dari awal
  2. Pastikan bahwa dosis bolus dapat memenuhi dosis basal yang mungkin hilang karena Anda melepaskan pompa insulin. Jika gula darah Anda berada di bawah 150 mg/dl, Anda dapat menunggu satu jam untuk pemberian dosis bolus
  3. Jangan biarkan diri Anda tidak mendapat insulin selama lebih dari satu atau dua jam
  4. Pantau kadar gula darah Anda setiap tiga sampai empat jam

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca