Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Jika Terkena Air Keras

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Maraknya kasus penyerangan orang yang disiram air keras membuat kita harus selalu waspada setiap saat. Pasalnya, luka bakar akibat terkena bahan kimia seperti air keras bisa menyebakan kerusakan parah pada struktur jaringan kulit. Bahkan luka bakar ini dapat mempengaruhi organ dalam Anda jika air keras tersebut tertelan.

Air keras sendiri merupakan istilah umum yang dipakai untuk bahan-bahan bersifat iritan kuat. Air keras bisa berupa cairan asam atau basa tinggi yang sangat iritatif sehingga bisa merusak kulit atau permukaan lainnya yang terpapar. Itu sebabnya sangat penting untuk melakukan pertolongan pertama yang benar dan tepat ketika ada seseorang atau bahkan Anda sendiri disiram air keras. 

Beberapa contoh air keras yang dapat ditemukan di sekitar kita adalah air aki dan pemutih baju. Hindarilah bahan-bahan tersebut agar tetap aman. Bila Anda bekerja dengan menggunakan bahan-bahan ini, gunakanlah alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu boot karet serta celemek.

Apa yang harus dilakukan saat terkena atau disiram air keras?

Bila seseorang terkena cairan tersebut, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama agar kerusakan yang terjadi bisa diminimalisir.

1. Membasuh luka dengan air mengalir

Ketika Anda disiram air keras, hal yang harus jangan panik! Sebisa mungkin untuk tetap tenang dan perhatikan bagian tubuh mana yang terkena air keras tersebut. Lalu segeralah basuh area yang terkena air keras tersebut dengan air mengalir selama 10 sampai 20 menit sebelum mencari perawatan ke rumah sakit, hal yang sama juga dilakukan jika air keras terkena mata.

Jika sulit mencari air mengalir, Anda bisa menggunakan air mineral botol untuk membasuh luka. Tujuannya untuk mendinginkan jaringan di sekitar kulit agar konsentrasi cairan yang menempel di kulit bisa berkurang. Pastikan juga jika air yang mengalir tidak terlalu deras dan area yang tersiram air keras tidak menyebar pada bagian tubuh lain.

Namun harus diperhatikan, ada beberapa jenis air keras yang TIDAK boleh bersinggungan langsung dengan air yaitu, cairan fenol, dan unsur logam seperti natrium, kalium, kalsium oksida, magnesium, fosfor.

2. Lepaskan pakaian dan perhiasan

Lepaskanlah segala benda yang terkontaminasi dengan air keras seperti pakaian, perhiasaan, ataupun benda lainnya yang sedang dipakai. Tujuannya, agar memudahkan mengalirkan air ke area yang terpapar air keras tersebut.

3. Jangan gunakan es batu

Orang yang terkena paparan air keras umumnya akan merasakan sensasi kulit panas seperti terbakar. Meski begitu, tidak dianjurkan untuk menggunakan atau menempelkan es batu ke are yang disiram air keras. Pasalnya, pemberian es justru akan membuat kerusakan kulit yang terkena paparan air keras semakin parah. Itu sebabnya sangat penting untuk menghindari penggunaan bahan penyebab luka semakin parah, salah satunya menggunakan salep antibiotik, krim, atupun zat berminyak seperti mentega ke area yang mengalami luka bakar. 

4. Tutup luka dengan kasa steril

Bungkus daerah yang terpapar air keras dengan kasa steril ataupun kain bersih secara longgar – tidak dalam keadaan tertutup rapat. Gunanya agar meminimalisir luka terkontaminasi dengan zat lainnya yang menyebabkan luka semakin parah saat perjalanan menuju rumah sakit.

5. Segera cari bantuan medis

Tergantung dari jenis cairan bahan kimianya, namun ketika kulit terpapar air keras tak jarang akan membuat kerusakan pada kulit yang menyebabkan bekas luka permanen.

Anda harus segera pergi ke rumah sakit jika:

  • Luka bakar lebih besar dari 5 sentimenter
  • Luka bakar ada di area wajah, tangan, kaki, pangkal paha, atau bokong
  • Luka bakar terjadi di atas persendian yang vital, seperti lutut Anda
  • Rasa sakit tidak bisa dikontrol dengan obat pereda nyeri
  • Korban memiliki tanda dan gejala syok seperti, sesak napas, pusing, tekanan darah rendah, bahkan pingsan

Itu sebabnya, setelah memungkinkan melakukan langkah pertolongan pertama, segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Luka Gores

Biasanya, luka akibat goresan benda tajam hanya menimbulkan bekas sayatan. Namun, mengobati luka gores juga tidak boleh sembarangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Luka Lecet

Luka lecet tidak hanya terasa perih dan menyakitkan, tapi juga bisa mengganggu penampilan. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Langkah Penanganan Luka Bakar Beserta Pilihan Obat-obatannya

Luka bakar tidak boleh sembarangan diobati dengan obat luka biasa. Seperti apa cara penanganan pertama pada luka bakar yang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Mendeteksi Derajat Luka Bakar Plus Cara Perawatannya

Cara menangani luka bakar beragam, tergantung tingkatan derajat luka bakar tersebut. Kalau luka bakar karena tersundut setrika, masuk derajat berapa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati luka kena air panas

Tak Sengaja Kena Air Panas? Cepat Obati Lukanya dengan 4 Langkah Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
membersihkan luka diabetes dengan sabun

Luka Tertusuk

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyakit campak pada bayi

Campak

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
cara menjaga kesehatan gigi

Trauma Gigi

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit