home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Berbagai Jenis Rasa Nyeri yang Mungkin Pernah Anda Rasakan

Kenali Berbagai Jenis Rasa Nyeri yang Mungkin Pernah Anda Rasakan

Hampir setiap manusia pernah merasakan nyeri. Rasa nyeri tersebut ternyata memiliki beberapa jenis yang masing-masingnya memiliki penanganan yang berbeda. Kenali lebih jauh mengenai jenis-jenis rasa nyeri dalam artikel berikut ini.

Mengenal berbagai jenis nyeri

Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit, tetapi tidak semua rasa sakit yang dialami itu membawa sensasi yang sama.

Memahami jenis nyeri yang Anda rasakan setidaknya dapat membantu menjelaskan kepada dokter mengenai apa yang mungkin Anda alami. Berikut adalah berbagai jenis rasa nyeri yang perlu Anda ketahui.

1. Nyeri akut

kaki keseleo atau patah tulang

Salah satu jenis nyeri yang paling sering dirasakan oleh seseorang adalah nyeri akut. Nyeri akut merupakan rasa sakit yang tidak berlangsung lama, yaitu tidak lebih dari 6 bulan.

Normalnya, nyeri yang satu ini diakibatkan oleh cedera dan akan lebih mudah hilang ketika Anda menemukan penyebabnya.

Awalnya, nyeri akut menimbulkan rasa sakit yang sangat tajam dan berkurang intensitasnya seiring dengan berjalannya waktu.

Ini dia beberapa penyebab umum terjadinya nyeri akut.

  • Patah tulang
  • Pasca-operasi
  • Melahirkan
  • Luka dan luka bakar

2. Nyeri kronis

radang sendi punggung

Selain yang akut, nyeri kronis juga termasuk dalam jenis nyeri yang sering dialami oleh sebagian besar orang. Nyeri kronis biasanya berlangsung lebih dari enam bulan.

Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, nyeri kronis membuat sinyal rasa sakit akan tetap tertinggal pada sistem saraf Anda dalam beberapa waktu yang cukup lama.

Walaupun tidak mempunyai cedera apapun, jenis nyeri yang satu ini bisa saja Anda rasakan karena beberapa kondisi berikut:

  • Sakit kepala
  • Menderita kanker
  • Nyeri pada punggung dan sistem saraf
  • Radang sendi

Nyeri kronis termasuk jenis nyeri yang bisa meningkatkan risiko depresi dan gangguan kecemasan.

3. Nyeri nosiseptif

Nyeri nosiseptif (nociceptive pain) adalah nyeri yang timbul akibat dari respons cedera terhadap jaringan kulit, otot, sendi, dan organ dalam (perut dan usus).

Nyeri nosiseptif terbagi atas dua macam, yaitu nyeri viseral dan somatik.

a. Nyeri viseral

setelah operasi usus buntu

Cedera pada organ tubuh bagian dalam akan menyebabkan nyeri yang disebut sebagai nyeri viseral. Umumnya, rasa nyeri tersebut dapat terasa di sekujur tubuh Anda, termasuk dada, perut, dan panggul.

Nyeri viseral biasanya menimbulkan tekanan, rasa sakit, dan kram. Bahkan, ada beberapa gejala lain, seperti muntah dan kenaikan suhu tubuh.

Ini dia beberapa penyebab yang mungkin menimbulkan nyeri viseral:

  • Batu ginjal
  • Usus buntu akut
  • Pankreatitis
  • Gangguan pencernaan

b. Somatik

diet luka bakar gas gangrene

Berbeda dengan nyeri viseral yang menyerang organ internal, somatik lebih sering muncul pada jaringan tubuh luar. Jaringan tersebut meliputi kulit, otot, tulang, sendi, dan jaringan ikat.

Nyeri somatik biasanya lebih mudah dideteksi dibandingkan viseral karena rasa sakitnya hanya berada di satu tempat. Rasa nyeri somatik biasanya dideskripsikan dengan rasa seperti ditusuk-tusuk pada bagian tubuh tertentu.

4. Neuropati

Nyeri neuropati merupakan jenis sakit yang sering terjadi akibat adanya kerusakan pada sistem saraf Anda. Rasa sakit yang satu ini menyebabkan sensasi terbakar.

Tidak seperti bentuk nyeri lainnya, neuropati tidak disebabkan oleh cedera atau benturan, melainkan adanya gangguan pada saraf tepi.

Orang yang mengalami nyeri neuropati biasanya merasakan tubuhnya seperti membeku, mati rasa, kesemutan, hingga terasa ditusuk-tusuk. Ada pun beberapa kondisi yang menjadi faktor mengapa kategori rasa nyeri ini muncul, seperti:

  • Kecanduan alkohol
  • Kecelakaan
  • Infeksi
  • HIV
  • Radiasi dan obat-obatan kemoterapi
  • Penyakit parkinson

5. Phantom pain

amputasi dan nyeri phantom pain

Merasakan keberadaan anggota tubuh yang hilang ternyata termasuk dalam kategori nyeri. Perasaan antara ada dan tiada tersebut disebut sebagai phantom pain.

Phantom pain merupakan rasa sakit yang terus berlangsung, yang biasanya dialami oleh orang yang baru saja menjalani proses amputasi. Walaupun anggota tubuhnya telah hilang, para penderita phantom pain masih merasakan keberadaan kaki atau tangan yang sudah diamputasi.

Jenis nyeri ini umumnya menyebabkan sensasi terbakar, gatal, dan merasa tubuhnya mendapat tekanan. Durasi phantom pain pun bervariasi.

Ada yang merasakannya dalam waktu singkat, ada pula yang mengalaminya selama bertahun-tahun.

Kondisi ini terjadi akibat area otak yang bernama cortex somatosensorik yang menyimpan segala jenis data tentang tubuh mengalami perubahan. Perubahan tersebut berupa peta otak yang menyesuaikan bahwa adanya organ tubuh yang hilang.

Akibatnya, setelah anggota tubuh tertentu diangkat, sirkuit saraf lainnya mencoba menyambungkan diri karena tidak lagi menerima respon dari kaki atau tangan Anda.

Respons tersebutlah yang menyebabkan rasa sakit yang disebut sebagai phantom pain.

Mengingat berbagai nyeri muncul karena penyebabnya berbeda, penting bagi Anda untuk dapat mendeskripsikan sejelas-jelasnya mengenai sensasi rasa sakit yang anda dapatkan. Dengan begitu, dokter akan dapat mendeteksi masalah yang ada pada tubuh Anda dengan lebih akurat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Carver AC, Foley KM. Types of Pain. In: Kufe DW, Pollock RE, Weichselbaum RR, et al., editors. Holland-Frei Cancer Medicine. 6th edition. Hamilton (ON): BC Decker; 2003. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK12991/ accessed Aug 22 2019. 

Acute vs. chronic pain https://my.clevelandclinic.org/health/articles/12051-acute-vs-chronic-pain accessed Aug 22 2019. 

Types of pain and how to talk about them https://www.macmillan.org.uk/information-and-support/coping/side-effects-and-symptoms/pain/different-types-pain-describe.html accessed Aug 20 2019. 

Visceral pain https://www.iasp-pain.org/GlobalYear/VisceralPain accessed Aug 22 2019. 

Types of pain: how to recognize and talk about them https://www.healthline.com/health/types-of-pain accessed Aug 22 2019. 

Phantom pain https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/phantom-pain/symptoms-causes/syc-20376272 accessed Aug 22 2019. 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 20/09/2019
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x