home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Benar Daun Sirih Ampuh untuk Obati Mimisan?

Apakah Benar Daun Sirih Ampuh untuk Obati Mimisan?

Apakah Anda pernah mengalami mimisan? Mimisan dapat terjadi akibat berbagai hal, seperti cedera pada hidung, alergi, atau kadar trombosit sedang menurun. Kondisi ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain. Banyak orang mengatakan bahwa daun sirih dapat mengobati mimisan dengan baik. Tapi apakah benar daun sirih ampuh obati mimisan? Bagaimana bisa daun sirih mengobati mimisan?

Daun sirih mengobati mimisan, apakah benar?

Selama ini mungkin Anda hanya mendengar manfaat daun sirih yang dapat digunakan untuk mengatasi mimisan dari orang tua atau orang-orang di sekitar Anda. Namun ternyata hal tersebut benar adanya. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa daun sirih memiliki kemampuan untuk membantu tubuh mempercepat penyembuhan luka.

Bagaimana cara kerja daun sirih sebagai obat mimisan?

Mimisan yang terjadi akibat cedera merupakan salah satu bentuk perdarahan karena adanya luka. Daun sirih dapat memengaruhi respons tubuh dalam menyembuhkan suatu luka.

Pada dasarnya ketika ada luka hingga perdarahan pada suatu bagian tubuh, maka tubuh akan melakukan respon untuk menghentikan perdarahan tersebut dengan segera. Meski begitu, kecepatan respons tubuh itu berbeda-beda pada tiap-tiap individu. Respons tubuh tersebut yakni dengan membuat darah di sekitar luka mengental dan mengendap, sehingga pada akhirnya, luka tertutup kemudian perdarahan pun berhenti.

Pada proses inilah daun sirih bermanfaat sebab ia memiliki kandungan tannin dan berbagai zat lain yang dapat mempercepat respons tubuh tersebut. Akibatnya, perdarahan pada hidung akan berhenti dalam waktu yang lebih cepat.

Tak hanya itu, dalam sebuah penelitian yang dilaporkan oleh Phyto Journal, disebutkan bahwa daun sirih juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dalam hal ini, semakin kuat kekebalan tubuh Anda maka akan semakin cepat luka ataupun peradangan yang terjadi di dalam tubuh untuk sembuh.

Manfaat daun sirih lainnya terhadap luka pada tubuh

Tak hanya memengaruhi pengendapan serta pengentalan darah yang membuat luka cepat kering, daun sirih juga terbukti memiliki sifat antibakteri, anti-peradangan, serta dapat mengurangi rasa sakit (analgesik). Jadi ia dapat melindungi luka Anda dari infeksi bakteri atau zat asing lainnya yang mungkin menyerang. Selain itu, sifat anti-peradangannya juga akan membuat luka Anda lebih cepat membaik.

Bahkan beberapa penelitian telah membuktikan berbagai kandungan alami dari ekstrak daun sirih juga bersifat sebagai antidiabetik, mampu melindungi hati, mencegah risiko hipertensi, serta mengandung antioksidan yang tinggi. Antioksidan sangat dibutuhkan tubuh untuk mencegah terjadinya radikal bebas yang dapat menyebabkan tubuh mengalami bermacam-macam penyakit kronis.

Bagaimana cara menggunakan daun sirih untuk mengobati mimisan?

Tidak sulit untuk menggunakan daun sirih dalam mengobati mimisan. Anda hanya perlu ambil satu atau dua helai daun sirih, pastikan sudah dibersihkan terlebih dulu sebelumnya. Kemudian, daun sirih yang bersih tersebut digulung dan masukkan ke dalam hidung yang berdarah. Tekan dengan perlahan, jangan sampai Anda menekannya terlalu keras karena akan memperburuk kondisi hidung Anda. Tunggu beberapa saat dan darah pun akan berkurang secara perlahan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chu, N. (2001). Effects of betel chewing on the central and autonomic nervous systems. Journal of Biomedical Science, 8(3), pp.229-236.

Paranjpe, R., Gundala, S., Lakshminarayana, N., Sagwal, A., Asif, G., Pandey, A. and Aneja, R. (2013). Piper betel leaf extract: anticancer benefits and bio-guided fractionation to identify active principles for prostate cancer management . Carcinogenesis, 34(7), pp.1558-1566.

Lien, L., Tho, N., Ha, D., Hang, P., Nghia, P. and Thang, N. (2015). Influence of phytochemicals in piper betle linn leaf extract on wound healing. Burns & Trauma, 3(1).

Toprani, R. and Patel, D. (2013). Betel leaf: Revisiting the benefits of an ancient Indian herb. South Asian Journal of Cancer, 2(3), p.140.

Pradhan, D. Suri, K, A. Bawasroy, P. (2013). Golden Heart of the Nature: Piper betle L. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. 1(6).

Tedjasulaksana, R. Nahak, M, M. Larasati, R. (2017). Betel leaf (Piper Betle L.) gel extract effectively shortening bleeding time after deciduous tooth extraction. Bali Medical Journal. 6 (1).

Emedicine.medscape.com. (2017). Epistaxis Treatment & Management: Approach Considerations, Manual Hemostasis, Humidification and Moisturization. [online] Available at: http://emedicine.medscape.com/article/863220-treatment?pa=xICnSqips4Mg5jZJUQ7eZzfpAVMc6uipvxOkuVGc7FzazaNvvQOtvOhf7lm51pKjugeMDqI9oN7GlZD8eMCqX023HCvqpMrIpja%2Fae4Ua1k%3D  [Accessed 9 Jun. 2017].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 31/12/2020
x