5 Langkah Cepat Mengatasi Gejala Asma yang Kambuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penyakit asma dapat kambuh kapan saja dan di mana saja. Tanpa penanganan yang tepat, gejala yang ringan dapat seketika berubah menjadi serangan asma yang berakibat fatal. Maka itu penting bagi Anda yang mengidap asma mencari tahu cara mengatasi gejalanya ketika kambuh.

Cara cepat mengatasi asma kambuh

Selain untuk kebaikan diri sendiri, mengetahui cara mengatasi asma kambuh juga sama pentingnya bagi Anda yang memiliki orang terdekat pengidap asma. Dengan begitu, Anda dapat membantu mereka bernapas lebih baik ketika gejala asma kambuh sewaktu-waktu.

1. Tenang

sesak napas saat hamil

Jangan panik. Ketika asma ambuh, menenangkan diri adalah cara pertama yang paling ampuh untuk mengatasi gejalanya.

Kepanikan justru membuat Anda jadi makin sulit bernapas karena asupan oksigen yang masuk akan berkurang.

Hal ini juga berlaku ketika Anda melihat ada orang lain yang sedang mengalaminya. Melihat Anda yang panik membuat orang tersebut ikut “ketularan” panik.

2. Segera hindari pemicunya

Asma tidak akan muncul jika tidak dipicu. Oleh sebab itu, cara mengatasi asma kambuh yang ampuh adalah dengan segera menghindari pemicunya saat itu juga. Tujuan tentu agar tidak semakin memperburuk gejalanya.

Misalnya jika faktor pemicu asma Anda adalah asap rokok, maka segera menjauh dari orang yang merokok untuk cari udara segar. Apabila memungkinkan, Anda bisa minta perokok itu untuk segera berhenti merokok dan matikan puntungnya.

Sementara bila asma kambuh setelah olahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat, itu tandanya tubuh Anda sudah kewalahan. Segera berhenti dari aktivitas tersebut dan beristirahatlah dengan duduk atau berbaring santai sambil mengatur napas.

Pemicu asma lainnya yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Bulu binatang seperti kucing, anjing, dan lain sebagainya.
  • Produk rumah tangga atau kosmetik yang mengandung bahan kimia bersifat iritan.
  • Ruangan yang kotor dan dipenuhi debu.
  • Asap kendaraan bermotor, asap bakaran sampah, dan polusi udara.
  • Mengalami cemas dan stres yang berlebihan.
  • Minum obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen, atau beta-blocker.
  • Berada di lingkungan dengan udara yang dingin dan kering.
  • Bagi beberapa orang, makanan juga dapat memicu asma kambuh. Misalnya susu, produk olahan susu, telur, seafood, dan lainnya.

3. Duduk

duduk setelah olahraga

Jika Anda berada di tempat yang ramai, coba untuk menepi ke tempat yang agak sepi. Setelah itu, carilah tempat datar untuk Anda duduk.

Cara mengatasi asma kambuh satu ini dapat membantu merilekskan tubuh dan melegakan pernapasan Anda. Longgarkan ikat pinggang atau lepaskan beberapa kancing kemeja agar Anda Anda bisa bernapas lebih bebas.

4. Atur napas pelan-pelan

latihan pernapasan

Gejala asma membuat napas Anda terasa lebih dangkal, cepat, dan tidak stabil. Maka itu, setelah berhasil menenangkan diri, coba atur napas Anda secara perlahan.

Pertama-tama, lemaskan otot bahu dan leher. Lalu, ambil napas dari hidung dan tahan selama beberapa detik. Kerucutkan bibir seolah-olah Anda bersiul kemudian embuskan napas secara perlahan lewat mulut. Ulangi berkali-kali sampai napas Anda jadi teratur.

Cara mengatasi asma kambuh ini membantu memperlambat laju pernapasan yang membuat setiap embusan napas Anda lebih dalam dan efektif. Tak hanya itu. bernapas lewat mulut juga dapat membantu melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru.

5. Gunakan obat atau alat bantu pernapasan

penyakit asma

Segera gunakan inhaler, bronkodilator, atau alat bantu pernapasan darurat lainnya untuk mengendalikan gejala asma Anda. Cara mengatasi asma kambuh yang satu ini harus dilakukan secepat mungkin sebelum gejalanya semakin melemahkan.

Sementara saat Anda membantu orang yang terkena asma, tanyakan seputar rencana aksi asma mereka untuk cari tahu langkah apa selanjutnya yang harus Anda lakukan. Bantu mereka untuk menemukan obat-obatan asma seperti inhaler atau alat bantu pernapasan darurat lain dari tasnya.

Bila penderita asma yang Anda temui tidak memiliki inhaler, segera cari pertolongan medis. Anda bisa menghubungi ambulan (118) atau langsung pergi ke UGD rumah sakit terdekat.

Penting untuk dipahami bahwa jangan pernah pinjam-meminjam inhaler dengan orang lain. Inhaler asma setiap orang mungkin mengandung jenis obat, takaran dosis, serta fungsi yang berbeda. Selain itu, menggunakan inhaler orang lain juga berisiko tinggi tertular infeksi.

Kenali tanda serangan asma

mencegah asma kambuh

Beberapa orang mungkin tidak mengetahui serangan asma yang dialaminya masuk dalam kategori ringan atau parah. Padahal hal ini penting untuk dilakukan ketika Anda ingin mencari pertolongan medis ke dokter.

Beberapa tanda serangan asma yang sudah parah dan harus segera dibawa ke UGD meliputi:

  • Bibir dan ujung jari-jari terlihat membiru
  • Tampak lemas dan lesu
  • Wajah pucat pasi
  • Kulit yang terlihat tersedot di antara tulang rusuk dan leher ketika ingin mencoba mengambil napas
  • Asma tidak juga membaik meski sudah pakai inhaler atau obat bronkodilator
  • Kehilangan kesadaran

Bila Anda atau orang lain mengalami serangan asma parah seperti di atas, segera pergi ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Bahkan jika gejala sudah membaik setelah mendapat pertolongan pertama pada asma, Anda harus tetap kontrol ke dokter.

Lebih baik Anda datang ke rumah sakit dengan gejala asma ringan daripada setelah menunggu napas Anda sampai terengah-engah. Mengantisipasi dengan datang lebih awal akan memudahkan dokter menentukan pengobatan terbaik untuk Anda. Di sisi lain, hal ini juga merupakan cara terbaik untuk mencegah serangan asma yang parah.

Pentingnya membuat rencana aksi asma

gejala ciri-ciri asma

Selain mengetahui cara mengatasi gejala asma ketika kambuh, Anda juga perlu membuat rencana aksi asma. Hal ini termasuk mengetahui kapan harus menghubungi dokter atau pergi ke IGD rumah sakit terdekat untuk mencegah gejala asma makin memburuk.

Setiap penderita asma harus punya lembar catatan khusus yang berisi informasi seputar daftar pemicu gejala, obat-obatan yang dipakai (inhaler, obat minum, nebulizer, dst), hingga langkah darurat pertolongan pertama pada asma.

Usahakan juga punya nomor darurat rumah sakit langganan Anda. Selipkan di dompet atau jadikan sebagai panggilan cepat pada ponsel Anda. Jadi bila sewaktu-waktu asma kambuh, orang terdekat bisa tahu kondisi Anda.

Ingat, gejala asma bisa kambuh kapan saja. Pastikan Anda selalu membawa rencana aksi asma dan obat-obatan asma ke mana pun Anda pergi. Taruh keduanya dalam sebuah wadah bening agar bisa mudah ditemukan sewaktu-waktu Anda membutuhkan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 10, 2019 | Terakhir Diedit: Oktober 26, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca