Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Alat Reproduksi Pria

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Selama bertahun-tahun, pria mungkin sangat menyadari kehadiran penis. Sayangnya, hal tersebut tak menjamin seorang pria memahami seluk beluk alat reproduksinya sendiri. Yuk, cari tahu ulasan lengkap tentang alat reproduksi pria berikut ini.

Mengenal alat reproduksi pria

Alat reproduksi pria terdiri dari beberapa bagian. Setiap bagian dari organ reproduksi ini memiliki fungsinya masing-masing. Berikut alat reproduksi pria yang perlu diketahui:

1. Penis

Jika wanita punya vagina, maka pria punya penis. Penis bukanlah otot, melainkan jaringan seperti spons yang berisi darah. Ketika mengalami rangsangan, aliran darah akan mengalir masuk dan mengisi ruang kosong di dalamnya. Aliran darah yang deras ini kemudian menciptakan tekanan. Alhasil, penis jadi membesar dan mengeras. Nah, peristiwa inilah yang sering disebut ereksi.

Secara umum, penis memiliki tiga bagian utama, yaitu pangkal, batang, dan kepala. Di ujung kepala penis terdapat lubang saluran uretra untuk mengeluarkan urin sekaligus mengeluarkan cairan air mani.

2. Testis

Orang awam mengenal testis dengan sebutan pelir atau biji kemaluan. Organ satu ini berbentuk oval, seperti telur ayam. Testis dibungkus oleh skrotum dan terletak di belakang penis.

Testis biasanya akan mulai tumbuh ketika seorang pria memasuki usia 10-13 tahun. Ketika organ ini tumbuh, kulit di sekitar skrotum nantinya akan diselimuti rambut halus, berwarna lebih gelap, dan menggantung ke bawah. Setiap pria memiliki ukuran testis yang berebeda-beda.

Fungsi utama organ ini adalah memproduksi dan menyimpan sperma. Tak hanya itu, testis juga berfungsi untuk memperoduksi testosteron, yaitu hormon untuk memberikan perubahan pada bentuk tubuh pria selama masa pubertas  menghasilkan sperma.

3. Skrotum

Skrotum alias buah zakar merupakan sebuah kantong kulit yang menggantung di belakang penis. Organ ini berfungsi untuk membungkus testis dan mengontrol suhu testis. Ya, testis harus berada pada suhu yang tepat agar bisa memproduksi sperma yang normal. Idealnya, testis harus berada pada suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh.

Otot-otot khusus yang ada di dinding skrotum memungkinkan testis untuk menegang dan mengerut. Testis secara alamiah akan mengerut atau mengecil ukurannya ketika mereka terkena suhu dingin. Sebaliknya, testis juga bisa menjadi elastis ketika berada di suhu yang hangat.

Tips merawat alat reproduksi pria

gatal di penis

Merawat penis tak boleh sembarangan. Pasalnya, alat reproduksi pria ini sangat sensitif. Salah perawatan justru bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Nah, guna menghindari hal tersebut, berikut panduan merawat alat reproduksi pria:

1. Bersihkan penis dengan cara yang benar

Membersihkan penis tak sekadar membasuhnya dengan air saja. Ada beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan agar kesehatan penis bisa terjaga dengan baik.

Setelah berkemih, bilas area pangkal penis termasuk testis dan rambut kemaluan dengan air bersih. Pastikan daerah pangkal testis dan anus juga bersih dan bebas bau. Setelah itu, keringkan area tersebut dengan baik dan menyeluruh.

Hindari menaburkan bedak, menyemprotkan deodoran, atau menggunakan sabun pewangi karena bisa menyebabkan iritasi kulit.

Selain berkemih, Anda juga dianjurkan untuk membersihkan penis sebelum dan setelah berhubungan seksual. Hal yang sama juga berlaku apabila Anda selesai melakukan masturbasi.

2. Pilih celana dalam yang tepat

Di pasaran, terdapat banyak sekali pilihan celana dalam untuk pria. Secara umum, pilihlah celana dalam yang berbahan katun dan tidak ketat.

Dikutip dari laman Healthline, peningkatan suhu di area penis dan skrotum tidak baik untuk sperma. Hal ini disampaikan oleh Dr. Tomer Singer, asisten dosen di Hofstra School of Medicine sekaligus ketua endokrinologi di Manhattan Hospital.

Yang tak kalah penting, jangan lupa untuk rutin ganti celana dalam setiap hari.

3. Pakai kondom

Kondom berguna untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tak diinginkan. Lebih jauh, kondom juga dapat membantu Anda terhindar dari risiko penyakit kelamin.

Penyakit yang bisa menyerang alat reproduksi pria

infeksi jamur pada penis

Berikut ini beberapa penyakit yang paling sering menyerang alat reproduksi pria:

1. Impotensi

Impotensi atau yang juga dikenal dengan disfungsi ereksi adalah kondisi ketika penis tidak bisa mengeras (ereksi) secara optimal.

Disfungsi ereksi memiliki beberapa bentuk, seperti tidak bisa ereksi, kesulitan mempertahankan ereksi, hingga bisa ereksi tapi penis kurang keras. Alhasi, pria jadi kesulitan untuk penetrasi saat berhubungan seksual.

Kondisi ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia pria. Akan tetapi, seorang pria juga bisa mengalami impotensi karena mengalami kondisi psikologis dan riwayat medis tertentu, gangguan hormon, kerusakan saraf di penis, hingga kelebihan berat badan.

2. Anorgasmia

Dalam beberapa kasus, pria mungkin tidak bisa mencapai orgasme meski sudah mendapatkan stimulasi yang memadai.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari masalah hormonal atau penyakit saraf di sekitar alat reproduksi pria. Selain itu, riwayat penyakit seperti diabetes juga bisa membuat kondisi ini lebih mungkin terjadi.

3. Infeksi menular seksual

Berbagai infeksi menular seksual dapat memengaruhi alat reproduksi pria. Penyakit menular seksual ini termasuk kutil kelamin, klamidia, gonore, sifilis, dan herpes genital.

Buang air kecil yang menyakitkan, keluarnya cairan yang tidak biasa dari penis, hingga penis terasa nyeri terus-terus merupakan berbagai gejala khas dari infeksi menular seksual yang perlu Anda waspadai.

4. Gairah seksual rendah

Gairah seks rendah pada pria menggambarkan penurunan minat mereka terhadap aktivitas seksual.

Meski bisa terjadi seiring bertambahnya usia, gairah seksual rendah juga bisa disbeabkan oleh banyak faktor, seperti gaya hidup tidak sehat, riwayat penyakit tertentu, atau pengaruh hormon.

5. Penyakit dan kondisi lainnya

Jika Anda tidak menjaga kebersihan organ intim ini dengan baik dan benar, maka Anda lebih rentan terkena berbagai infeksi. Salah satunya infeksi jamur. Infeksi jamur dapat menyebabkan ruam kemerahan dan bercak putih pada panis.

Kulit dan kepala penis juga bisa mengalami peradangan dan menimbulkan rasa nyeri. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan balanitis. Balanitis dapat menyebabkan rasa sakit dan keluarnya kotoran dari penis yang berbau busuk. Kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

Selain itu, pria juga bisa mengalami penis bengkok, yang dalam istilah medis disebut penyakit Peyronie. Penyakit Peyronie adalah masalah pada penis yang disebabkan oleh jaringan parut, atau disebut plak, yang terbentuk di dalam penis.

Penyakit ini dapat membuat penis bengkok ke atas atau ke samping. Kebanyakan pria dengan penyakit Peyronie masih bisa berhubungan seks. Akan tetapi, mungkin terasa sangat sulit dan menyakitkan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca