Perawat Lansia, Simak 5 Strategi Mengatasi Stres Berikut, Yuk!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menjadi perawat adalah pekerjaan yang mulia, meski demikian pekerjaan ini juga bisa memberikan tantangan pada pekerjanya. Para perawat dari anak-anak hingga lansia yang bertugas untuk mengasuh orang tua sering kali dihadapkan pada berbagai tuntutan yang kerap membuat stres.

Terkadang, stres yang dirasakan oleh perawat lansia juga dapat berujung pada masalah kesehatan yang lainnya. Jika tak segera diatasi, hal ini tentunya dapat membahayakan kesejahteraan hidup sendiri.

Bagaimana stres berdampak pada kesehatan perawat lansia?

krisis identitas

Masalah stres pada perawat lansia bukanlah hal yang tidak biasa. Bahkan, dilaporkan bahwa para perawat memiliki tingkat stres yang lebih tinggi daripada orang-orang yang bukan perawat.

Bahkan, sebuah studi pernah menemukan bahwa mereka yang mengalami stres akibat pekerjaan yang terkait dengan pengasuhan memiliki risiko kematian sekitar 60% lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang-orang seusianya yang menjalani profesi lain.

Terdapat beberapa penyebab seorang perawat lansia mengalami stres tingkat tinggi, di antaranya adalah waktu kerja yang tidak menentu sehingga terkadang bisa menyita waktu tidur, mereka juga seringnya tidak memiliki waktu untuk melakukan perawatan diri.

Selain itu, beberapa faktor lainnya seperti kesulitan dengan keuangan dan kurangnya keterampilan dalam memecahkan masalah juga dapat memicu tekanan mental yang lebih berat.

Bila tidak segera diatasi, hal ini dapat membuat kesejahteraan hidup perawat menurun. Pekerjaan pengasuhan yang tak terkendali dapat berpengaruh pada keadaan psikis dan hubungan perawat dengan orang-orang di sekitarnya.

Tidak hanya risiko depresi dan gangguan kecemasan, dampak pekerjaan bisa saja membuat daya tahan menurun. Beratnya tekanan yang dihadapi turut menjadi pemicu terhadap beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Tips mengatasi stres pada perawat lansia

mengurangi stres

Masalah kesehatan yang mendera seorang perawat tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tapi juga pada orang yang diasuhnya. Seorang perawat tentunya tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan baik ketika kondisi tubuh dan psikis tidak sedang baik-baik saja.

Maka dari itu, jika Anda adalah salah satunya yang sedang mengalami stres karena pengasuhan, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

1. Mengambil hari libur

Setelah memastikan terlebih dahulu bahwa ada perawat lain yang akan membantu menggantikan Anda selama beberapa waktu, tak ada salahnya bagi Anda untuk mengambil libur selama beberapa hari.

Lakukan juga persiapan dengan membuat daftar berisi pekerjaan apa saja yang harus dilakukan oleh pengganti. Dengan cara ini, Anda dapat beristirahat dengan tenang tanpa mengkhawatirkan apakah lansia yang diasuh telah dirawat dengan baik.

2. Fokus pada bantuan yang bisa Anda lakukan

Cemas yang Anda rasakan terkadang datang dari kekhawatiran tentang bagaimana kinerja Anda sebagai perawat lansia secara keseluruhan. Apakah Anda sudah melakukan seluruh tugas dengan baik, atau apakah Anda telah berhasil membuat orang tua yang Anda asuh merasa bahagia setiap harinya.

Namun, terkadang langkah terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menyadari bahwa sebenarnya tak apa jika Anda melakukan kesalahan. Ingatlah, tak ada perawat yang sempurna.

Hal yang lebih penting, sebaiknya Anda tetap menjaga pikiran agar fokus dengan tugas yang bisa dilakukan tanpa memikirkan hasilnya ke depan.

3. Tetap aktif bergerak

olahraga setiap hari saat liburan

Luangkan sedikit waktu untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Tidak harus olahraga berat, berjalan kaki selama setengah jam juga sudah cukup untuk meningkatkan gerak tubuh yang aktif.

Melakukan aktivitas fisik akan membantu Anda yang susah tidur untuk lebih mudah mengantuk dan tentunya membantu mengurangi tingkat stres yang Anda rasakan.

Barengi juga dengan makan makanan yang bergizi seimbang dan vitamin agar tubuh tetap sehat.

4. Tentukan sampai batas mana perawat lansia dapat bekerja

Komunikasikan kembali kepada keluarga yang Anda asuh tentang hal-hal yang bisa Anda lakukan dan mana yang bisa Anda lakukan.

Katakan dengan jujur bahwa Anda tidak bisa melakukan beberapa permintaan yang dirasa akan melelahkan seperti bekerja sepanjang hari di saat liburan.

5. Bangun koneksi dengan perawat lainnya

Berkenalan dengan perawat lansia yang lain atau bergabung ke dalam komunitas mungkin dapat membantu Anda mengurangi tingkat stres. Terkadang, beberapa komunitas memiliki bantuan atau mengadakan pelatihan khusus tentang beberapa masalah yang dihadapi seputar pengasuhan.

Berkomunikasi dengan teman-teman sesama perawat juga dapat meringankan beban di hati Anda dengan menyadarkan bahwa Anda tak sendiri.

Terkadang, berbagai kesulitan yang Anda hadapi bisa menjadi pelajaran bagi hidup dan pengalaman yang tak terlupakan. Namun, jika Anda mulai merasa mengalami gejala stres yang lebih berat, lebih baik segera pergi ke dokter atau psikolog agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Waspadai Gejala Kekurangan Gizi Pada Lansia, yang Dapat Tingkatkan Risiko Kematian

    Lansia rentan mengalami kekurangan gizi karena berbagai hal. Dampaknya pun lebih fatal. Apa saja ciri kurang gizi pada lansia, dan bagaimana mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Hidup Sehat, Perawatan Lansia 2 November 2017 . Waktu baca 5 menit

    Berdiskusi Dengan Orangtua Seputar Masalah Kesehatan Lansia

    Salah satu cara untuk menjaga kesehatan lansia adalah dengan mengajaknya rutin berkonsultasi ke dokter. Sayangnya, tidak semua lansia mau melakukannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Perawatan Lansia 31 Oktober 2017 . Waktu baca 5 menit

    Bius Total Saat Operasi Pada Lansia Meningkatkan Risiko Penyakit Alzheimer

    Berdasarkan penelitian, operasi pada lansia bisa meningkatkan risiko gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson atau Alzheimer. Kenapa bisa?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Mei 2017 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    berimajinasi mengatasi stres

    Berimajinasi Bantu Atasi Stres dan Gangguan Kecemasan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
    mengurangi stres

    5 Jenis Olahraga Ampuh untuk Membebaskan Anda dari Stres

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 15 November 2018 . Waktu baca 4 menit
    mengelola stres

    Tak Cuma Seru, Punya Hobi Juga Bisa Membantu Mengelola Stres

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 9 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit
    lansia masalah tidur

    5 Tips Hidup Sehat untuk Lansia yang Masih Aktif Bekerja

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit