Miastenia Gravis, Penyakit Autoimun yang Membuat Otot Tubuh Melemah di Usia Paruh Baya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019
Bagikan sekarang

Tubuh didukung oleh saraf dan otot-otot rangka untuk membantu Anda bergerak bebas. Maka, adanya masalah atau gangguan pada saraf dan otot tentu akan berpengaruh buruk pada kemampuan gerak Anda. Myasthenia gravis adalah salah satu gangguan neuromuskular penyebab kelemahan otot yang paling sering menyerang orang-orang sekitar usia paruh baya. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada wanita sebelum usia 40 tahun dan pria setelah 60 tahun. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun

Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) malah menyerang sel-sel dan jaringan sehat dalam tubuh Anda sendiri, bukannya zat asing penyebab penyakit sebenarnya.

Sistem imun menyerang tubuh Anda sendiri dengan menciptakan antibodi yang sama dengan seharusnya dipakai untuk menyerang bakteri, virus, maupun benda asing lain dalam tubuh.

Nah dalam kasus miastenia gravis, antibodi memblokir atau menghancurkan reseptor asetilkolin pada sambungan otot kerangka yang menyebabkan gangguan komunikasi antara saraf dan otot. Akibatnya, otot-otot Anda menerima sinyal saraf yang lebih sedikit sehingga mengakibatkan kelemahan.

Apa penyebab myasthenia gravis?

Sampai saat ini para ilmuwan belum menemukan penyebab pasti dari myasthenia gravis. Ada teori yang menyatakan bahwa infeksi bisa menjadi salah satu faktor risikonya. Protein dari virus atau bakteri tertentu disinyalir dapat membuat asetilkolin dalam tubuh tidak bisa bekerja efektif.

Di samping itu, faktor genetik dan perubahan pada kelenjar timus diduga sebagai pemicu lainnya. Sebagian besar penderita miastenia gravis memiliki tumor jinak dan pembesaran pada kelenjar timus.

lansia sering tidur siang

Apa tanda dan gejala yang ditimbulkan dari myasthenia gravis?

Gejala utama myasthenia gravis adalah melemahnya otot-otot kerangka. Otot kerangka adalah otot-otot yang dapat kita kendalikan dan gerakkan secara sadar untuk melakukan sesuatu. Misalnya, otot wajah, mata, tenggorokan, lengan, serta kaki.

Beberapa gejala yang muncul ketika otot melemah, seperti:

  • Kesulitan bicara.
  • Kesulitan menelan, sehingga sering tersedak.
  • Kesulitan mengunyah, karena otot-otot yang bertugas untuk mengunyah mulai lemah.
  • Otot wajah melemah sehinggga wajah terlihat lumpuh.
  • Kesulitan bernapas karena lemahnya otot-otot dinding dada.
  • Kelelahan.
  • Suara berubah serak.
  • Kelopak mata terkulai.
  • Penglihatan ganda atau diplopia.

Myasthenia gravis juga ditandai dengan cepat kelelahan setelah menggerakkan otot.

Tanda dan gejala yang timbul pada masing-masing orang biasanya akan berbeda dan tidak selalu sama. Jika tidak segera ditangani, lama-lama gejala yang muncul bisa berkembang menjadi semakin parah. Biasanya, gejala-gejala myasthenia gravis akan semakin memburuk seiring makin banyaknya aktivitas yang Anda lakukan.

Jika Anda khawatir akan kemunculan gejala yang tidak normal, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Bagaimana cara yang tepat untuk mendiagnosis miastenia gravis?

Mula-mula, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap. Mulai dari memeriksa refleks tubuh, mencari letak kelemahan otot, memastikan ketepatan pergerakan mata, hingga mengecek fungsi motorik tubuh.

Jika diperlukan, beberapa tes lanjutan akan membantu dokter untuk mendiagnosis kondisi kesehatan Anda, misalnya:

  • Tes stimulasi saraf berulang.
  • Tes darah untuk memeriksa antibodi.
  • Uji tensilon.
  • CT Scan.

Lantas, bagaimana pengobatan yang tepat untuk kondisi ini?

Konsumsi obat-obatan

suplemen vitamin D lansia

Obat kortikosteroid seperti prednisolone, dan obat imunosupresan seperti azathioprine, bisa digunakan untuk membantu menekan respon imun tubuh yang berlebihan. Selain itu, pemberian inhibitor kolinesterase, seperti pyridostigmine (Mestinon), dipercaya dapat melancarkan komunikasi antara sel saraf dan otot.

Pengangkatan kelenjar timus

pertanyaan sebelum operasi

Jika miastenia gravis disebabkan oleh munculnya tumor pada kelenjar timus, maka diperlukan operasi untuk mengangkat kelenjar timus sebelum tumor berkembang menjadi sel kanker. Prosedur ini disebut thymectomy.

Setelah kelenjar timus diangkat, biasanya kelemahan otot yang mungkin tadinya cukup parah akan pulih secara perlahan.

Plasmapheresis dan terapi immunoglobulin

polisitemia vera adalah

Untuk pasien dengan gejala yang parah, maka prosedur plasmapheresis dan terapi immunoglobulin bisa menjadi pilihan.

Plasmapheresis, atau yang dikenal sebagai pertukaran plasma, bertujuan menyingkirkan antibodi berbahaya yang ada di dalam darah. Ini merupakan pengobatan jangka pendek, sehingga biasanya dipakai menjelang masa operasi atau saat otot tubuh sedang dilanda kelemahan akibat penyakit miastenia gravis.

Sementara untuk terapi immunoglobulin, diperlukan donor dari darah dengan antibodi normal. Tujuannya untuk mengubah kerja antibodi dalam tubuh. Sebenarnya perawatan ini cukup efektif, tapi hanya berlaku untuk jangka pendek.

Perubahan gaya hidup

aktivitas fisik bagi lansia

Selain dengan pengobatan dari dokter, merubah gaya hidup dapat membantu meringankan gejala myasthenia gravis. Misalnya dengan memaksimalkan waktu istirahat guna membantu meminimalkan kelemahan otot; hindari stres karena justru bisa memperburuk gejala; jangan lupa juga untuk selalu melakukan check up secara berkala untuk melacak perkembangan penyakit sekaligus mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Jika Anda merasa terganggu oleh penglihatan ganda, segera bicarakan dengan dokter untuk mendapat solusi terbaik. Perawatan seperti yang telah dipaparkan sebelumnya memang tidak serta merta langsung menyembuhkan myasthenia gravis. Tapi setidaknya, Anda akan merasakan perubahan gejala yang semakin membaik.

Adakah komplikasi yang bisa muncul dari miastenia gravis?

Salah satu komplikasi yang cukup berbahaya dari myasthenia gravis adalah timbulnya myasthenic crisis.

Myasthenic crisis terjadi ketika otot-otot pernapasan melemah, sehingga Anda akan sulit bernapas dengan normal. Itu sebabnya, penderita komplikasi myasthenic crisis membutuhkan pertolongan darurat dengan alat bantu pernapasan.

Tidak hanya itu, penderita miastenia gravis juga rentan terserang berbagai penyakit autoimun lainnya – seperti lupus, rematik, maupun masalah tiroid.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Pola Makan yang Mampu Meringankan Gejala Penyakit Autoimun

Demi memulihkan kondisi, kadang dibutuhkan pengaturan pola makan harian yang tepat. Salah satunya yakni diet penyakit autoimun. Bagaimana aturannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 27/06/2019

Mengenali Penyakit Autoimun dari Gejala Hingga Cara Mencegahnya

Jangan anggap sepele, penyakit autoimun bisa merusak organ tubuh secara perlahan. Oleh sebab itu, yuk cari tahu semua hal tentang penyakit ini dari ahlinya.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Benarkah Penyakit Rematik Pasti Diturunkan Dalam Keluarga?

Dikenal sebagai penyakit orang tua, rematik menjadi penyakit yang cukup banyak ditakuti. Banyak anggapan bahwa penyakit ini pasti diturunkan. Benar begitu?

Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Apakah Penyakit Autoimun Itu Berbahaya dan Berakibat Fatal?

Masih banyak orang yang merasa asing dengan efek penyakit autoimun pada tubuh. Bahkan, mayoritas orang belum terlalu paham seputar penyakit ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

komplikasi lupus

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
sahur untuk autoimun

Panduan Sahur untuk Penderita Penyakit Autoimun

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
psoriasis kuku bisa disembuhkan

Apakah Psoriasis Kuku Bisa Disembuhkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/10/2019
mengalami penyakit autoimun

Apakah Seseorang dengan Penyakit Autoimun Tertentu, Bisa Mengalami Penyakit Autoimun Lainnya?

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 02/09/2019