Vaksin untuk Cegah Infeksi Saluran Kemih, Apakah Terbukti Efektif?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Infeksi saluran kemih atau disebut juga dengan infeksi saluran kencing (ISK) merupakan salah satu penyakit yang lebih berisiko menyerang wanita ketimbang pria. Penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Menurut para ahli, vaksin menjadi salah satu cara mencegah infeksi saluran kemih. Namun, apakah vaksin ini cukup efektif?

Sekilas tentang infeksi saluran kemih

penyebab infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang bisa muncul di sistem perkemihan, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra.

Namun, biasanya kondisi ini menyerang saluran kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih berisiko terkena penyakit yang satu ini.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kencing melalui uretra. Jika dibiarkan, bakteri lama-lama berkembang biak di kandung kemih dan menimbulkan infeksi.

Salah satu gejala ISK yang paling umum pada wanita adalah nyeri panggul. Akan tetapi, ada beberapa gejala lain yang mungkin dirasakan, seperti:

  • Terus-terusan ingin buang air kecil
  • Rasa terbakar saat kencing
  • Urine berwarna keruh
  • Warna kemerahan pada urine
  • Urine berbau tajam

Apakah vaksin ampuh mencegah infeksi saluran kemih?

vaksin suntik

Antibiotik menjadi salah satu obat yang digunakan dalam menyembuhkan infeksi saluran kemih. Sayangnya, banyak data menyebutkan bahwa banyak bakteri penyebab ISK yang ternyata resisten alias tak lagi mempan terhadap antibiotik.

Akibatnya, infeksi ini dapat dengan mudah menyebar dari kandung kemih ke ginjal. Bahkan, infeksi bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan sepsis (infeksi keracunan darah).

Atas dasar inilah, Sequoia Sciences, sebuah perusahaan farmasi yang berfokus pada penemuan dan pengembangan obat-obatan untuk infeksi bakteri dan kanker melakukan sebuah penelitian khusus.

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan vaksin yang bertugas untuk mencegah dan mengurangi kekambuhan infeksi saluran kencing yang berulang pada wanita.

Vaksin FIMCH, merupakan vaksin antigen spesifik yang terdiri dari protein adhesi bakteri FimH. Protein ini diperlukan untuk memberantas bakteri Escherichia coli di saluran kemih.

Perusahaan tersebut telah menyelesaikan uji klinis pertama yang melibatkan 67 wanita dengan 30 di antaranya memiliki riwayat ISK berulang. Hasilnya menunjukan respons positif pada penggunaan vaksin. 

Sayangnya kemanjuran dan keamanan vaksin ini belum bisa ditetapkan. Sebab, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk membuat kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Selama penelitian lanjutan belum dilakukan dan FDA (Badan POM Amerika Serikat) belum menyetujuinya, vaksin ini tidak tersedia secara komersial.

Cara lain mencegah infeksi saluran kemih

sering kencing di malam hari

Sembari menunggu vaksin untuk infeksi saluran kemih benar-benar disetujui dan dirilis, Anda juga bisa mencegah penyakit ini dengan berbagai cara sederhana, seperti:

Membersihkan vagina sebelum dan sesudah berhubungan seks

Untuk mencegah infeksi saluran kemih, bersihkan vagina Anda dengan air hangat dan sabun tanpa pewangi. Lakukan hal ini sebelum dan setelah berhubungan seks.

Jangan sekali-kali menggunakan sabun dengan bahan yang keras dan pewangi yang kuat karena bisa menyebabkan radang uretra.

Setelah membersihkannya, seka vagina dari depan ke belakang dengan menggunakan air. Setelah itu, ambil tisu kering untuk membersihkan anus dimulai dari ruang antara vagina dan anus kemudian arahkan ke bokong.

Keringkanlah dengan arah dari depan ke belakang. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya bakteri di anus ke vagina.

Buang air kecil setelah seks

Setelah berhubungan seks, ada baiknya untuk minum banyak air. Cara ini bertujuan untuk menjaga kandung kemih tetap sehat dan merangsang Anda untuk kencing.

Buang air kecil membantu mengeluarkan bakteri dan mikroba lain yang masuk saat berhubungan seks.

Gunakan celana dalam katun

Gunakan celana dalam katun agar vagina bisa bernapas dan memiliki sirkulasi yang baik. Jangan biarkan vagina dan celana dalam keadaan lembap karena bisa merangsang bakteri untuk tumbuh dan berkembang.

Hal ini dilakukan tentu saja untuk mencegah risiko terserangnya infeksi saluran kemih.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca