Ladies, Begini Caranya Memilih Pakaian Dalam yang Sehat dan Nyaman

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kadang, warna dan model menjadi hal yang paling pertama diperhatikan ketika membeli bra dan celana dalam wanita. Tidak salah, sih. Model pakaian dalam yang cantik memang dapat mendongkrak rasa percaya diri. Namun, perhatikan juga bahannya. Pakaian dalam yang sehat dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

Tips memilih bra dan celana dalam wanita yang nyaman dan sehat

Saat memilih pakaian dalam, khususnya celana dalam wanita, ada banyak hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan Anda.

1. Pilih bahan yang tepat

Pakaian dalam yang berbahan katun adalah pilihan terbaik, baik dari segi kenyamanan maupun kesehatan. Bahan ini lembut, ringan dan sangat nyaman digunakan sehari-hari. Selain itu, katun dapat menyerap keringat, sehingga dapat mengurangi kelembapan dan mencegah risiko terjadinya masalah kesehatan seperti ruam kulit dan infeksi jamur.

2. Jangan yang terlalu ketat

Memilih entah itu bra atau celana dalam wanita, haruslah yang ukurannya pas — tidak terasa sesak, juga tidak terasa longgar. Pakai bra dengan ukuran yang pas dapat menopang bentuk payudara dengan lebih baik sekaligus memperbaiki postur tubuh. Bra yang kekecilan bisa menyebabkan keluhan kesehatan, seperti sakit kepala, sakit punggung, nyeri bahu, nyeri dada, dan lain-lain. Sementara itu, bra yang kebesaran bisa menyebabkan payudara makin mengendur.

Hal yang sama juga perlu diperhatikan saat memilih celana dalam. Celana dalam wanita yang kesempitan atau kebesaran bisa menimbulkan iritasi. Celana dalam wanita jenis G-string atau thong, misalnya, memang memberikan kesan seksi dan menggoda.

Namun, berlama-lama mengenakannya dapat berdampak negatif pada vagina Anda. Gesekan yang dihasilkan tali g-string dapat memicu infeksi bakteri pada vagina karena bakteri dari anus mudah berpindah ke vagina. Jika bakteri ini sampai masuk ke rahim, risiko Anda terserang infeksi saluran kencing bisa meningkat.

Jika Anda lebih banyak duduk, pilihlah jenis celana dalam yang agak longgar dan kenakan pakaian yang juga tidak terlalu ketat. Ini karena posisi duduk saja sudah dapat meningkatkan suhu di sekitar area kemaluan Anda. Vagina yang lembap dapat menjadi lokasi ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

3. Rajin ganti celana dalam

Celana dalam harus rajin diganti. Perhatikan elastisitas celana yang Anda pakai. Jika sudah merasa tidak nyaman, longgar, atau melorot ketika digunakan, ada baiknya Anda buang saja dan beli yang baru.

Ganti celana dalam ketika Anda sudah mencium bau tidak sedap pada kain celana dalam, meskipun sudah dicuci. Pasalnya, beberapa bahan celana dalam seperti bahan polyester jika tercampur dengan keringat akan memunculkan bakteri yang memicu bau. Bila tidak segera diganti, bakteri ini bisa menginfeksi vagina dan menimbulkan penyakit.

Tanda celana dalam wanita harus diganti

ganti celana dalam

1. Usia celana dalam tidak boleh lebih dari 2 tahun

Terkadang tiap wanita punya celana dalam favorit yang terasa nyaman hingga  sering dicuci-pakai setiap hari. Namun sayang, bila celana dalam terlalu lama digunakan dan tidak diganti dengan yang baru, kualitas kain dan kebersihan celana sudah tidak lagi layak pakai.

Maka dari itu, paling lama celana dalam wanita digunakan dan diganti dengan yang baru adalah tiap 6 bulan sampai jangka waktu 1 tahun sekali. Selain karena bahan celana dalam yang sudah melar, celana dalam yang dipakai terlalu lama warnanya juga sudah kusam, tidak secerah pertama kali dibeli.

2. Celana dalam sudah  timbul bercak

Bercak pada celana dalam bisa muncul karena adanya jamur pada kain, celana dalam terkena karat saat dicuci atau dijemur, dan bahkan karena bahan kimia tertentu. Bercak yang muncul umumnya berwarna putih, kuning, coklat, atau bahkan kehitaman. Apabila Anda pakai celana dalam ini, dikhawatirkan bercak pada kain bisa membahayakan area vagina atau kulit yang ditutupi kain celana.

3. Ketika celana dalam sudah melar

Anda tidak mau, kan, kalau tiba-tiba celana dalam melorot ketika pakai rok? Atau sibuk membetulkan sembari menaikkan celana dalam yang kedodoran saat hangout bersama sahabat?

Celana dalam wanita yang sudah kedodoran tandanya perlu diganti dengan yang baru. Penyebab celana dalam melar antara lain karena karetnya yang sudah kendur atau karena ukurannya kebesaran. Memakai celana dalam dengan elastisitas dan ukuran yang tepat dapat menjaga dan melindungi area genital Anda dengan baik.

Dalam sehari harus ganti berapa kali celana dalam?

Menurut Philip Thierno, seorang dosen mikrobiologi dan patologi di New York University Amerika Serikat, pada area kulit yang dikenakan celana dalam umumnya terdapat bakteri E. Coli (Escherichia coli).

Meskipun area kulit tersebut sudah dibersihkan berulang kali, bakteri E.Coli akan tetap terus ada. Bisa dibayangkan apabila Anda tidak mengganti celana dalam, bakteri akan berpindah ke celana dalam dan bisa menyebabkan infeksi di sekitar area kulit tersebut.

Meskipun bakteri tersebut tidak langsung menyebabkan masalah kesehatan akibat celana dalam, Anda tetap harus mengganti atau mencuci celana dalam sehabis dipakai. Menurut Thierno, umumnya celana dalam tidak apa jika tidak diganti dalam dua hari berturut-turut.

Namun untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area vagina dan selangkangan, baiknya ganti celana satu kali dalam sehari. Apabila Anda melakukan kegiatan yang mengeluarkan keringat, ganti dua kali dalam sehari.

Thierno juga menyarankan untuk mencuci celana dalam Anda dengan air panas dan pemutih. Keduanya merupakan bahan yang bisa untuk membunuh organisme atau bakteri yang hidup di celana Anda,

Namun, beberapa kain celana dalam ada yang tidak bisa dicuci dengan air panas. Perhatikan label bahan pada kain celana, temukan jenis bahan dan instruksi mencuci  cara mencucinya. Selain itu, menurut Tierno, menjemur celana dalam di terik matahari juga bagus, karena sinar UV bisa membantu menyingkirkan bakteri dan membuat kain cepat kering.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca