Jerawat di Vagina Membandel? Ini 5 Cara Menghilangkannya Secara Medis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Umumnya, jerawat di vagina muncul karena infeksi bakteri, meskipun ada beberapa penyebab lain. Walaupun bisa hilang dengan sendirinya, beberapa orang mungkin saja akan mengalami jerawat di vagina yang berulang. Untungnya, Anda bisa mengandalkan cara medis untuk menghilangkan jerawat di vagina dengan lebih efektif.

Tips menghilangkan jerawat di vagina secara medis

Sebelum menggunakan obat apa pun, langkah pertama yang perlu Anda lakukan tentu saja berkonsultasi dengan dokter kulit. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab munculnya jerawat sehingga dokter dapat memberikan obat yang tepat.

Penanganan medis terhadap jerawat melibatkan obat-obatan sebagai berikut:

1. Benzoyl peroxide

salep obat bisul

Benzoyl peroxide bekerja dengan cara membunuh bakteri pada permukaan kulit dan membersihkan sumbatan pada pori-pori. Senyawa antimikroba ini tersedia dalam bentuk losion, krim, gel, sabun pembersih, dan larutan menyerupai toner.

Membersihkan kulit dengan benzoyl peroxide adalah salah satu cara andalan untuk menghilangkan jerawat di vagina. Namun, Anda harus perlu lebih sering memakai pelembap karena pemakaian pada 1-2 minggu pertama bisa membuat kulit kering dan mengelupas.

2. Antihistamin

Antihistamin digunakan untuk mengatasi jerawat pada vagina akibat dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah reaksi kulit karena akibat paparan zat yang menimbulkan iritasi (iritan menyentuh kulit).

Zat-zat ini bisa berasal dari pakaian, produk pembersih, pembalut, dan sebagainya.

Obat antihistamin umumnya berbentuk salep yang dioleskan secara langsung pada permukaan kulit yang berjerawat. Jika reaksi pada kulit Anda terbilang parah, dokter juga dapat menyarankan penggunaan antihistamin yang diminum langsung.

3. Antibiotik

salep antibiotik
Sumber: Health Tap

Penggunaan antibiotik biasanya diberikan dokter untuk mengatasi jerawat yang pecah atau telah berkembang menjadi bisul bernanah. Obat yang digunakan biasanya berbentuk salep dan merupakan kombinasi dari neomycin, bacitracin, dan polymyxin B.

Cara ini tidak hanya akan menghilangkan jerawat di vagina, tapi juga mencegah pembentukan jerawat baru.

Pasalnya, antibiotik bekerja dengan melindungi kulit Anda dari infeksi akibat jerawat yang pecah selagi proses penyembuhan berlangsung.

4. Terapi medis

Terapi medis sesuai untuk mengatasi jerawat di vagina yang disebabkan oleh infeksi bakteri M. contagiosum. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintil halus berwarna putih hingga kemerahan. Saat diraba, bagian tengah jerawat terasa licin seperti lilin.

Beberapa terapi yang cukup efektif mengatasi kondisi ini antara lain:

  • Cryotherapy: Bintil jerawat dibekukan dengan nitrogen cair. Jerawat yang telah membeku akan hilang dengan sendirinya.
  • Terapi laser: Sinar laser ditembakkan pada bintil-bintil jerawat agar jaringannya hancur.
  • Terapi topikal: Dokter mengoleskan krim mengandung asam atau senyawa kimia pada bintil jerawat untuk memicu pengelupasan.
  • Kuret: Bintil jerawat dikikis menggunakan alat khusus hingga terlepas.

5. Hidrokortison

asam fusidat fucidic acip salep luka kulit terbuka

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan jerawat di vagina adalah dengan mengoleskan krim hidrokortison. Hidrokortison bekerja dengan cara meredakan peradangan, bengkak, dan kemerahan pada kulit.

Hidrokortison memang tidak membunuh bakteri penyebab jerawat. Itu sebabnya, hidrokortison biasanya digunakan bersama dengan antibiotik dan benzoyl peroxide yang dapat membasmi bakteri.

Sebagian besar jerawat yang muncul di vagina akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Akan tetapi, Anda pun bisa menunjang penyembuhan dengan menggunakan obat-obatan tertentu.

Selain menggunakan obat, Anda juga perlu menghindari kebiasaan yang memicu timbulnya jerawat. Misalnya memencet jerawat, mengenakan pakaian yang terlalu ketat, dan menggunakan produk pembersih yang mengandung banyak parfum.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca