Ladies, Ini Tips Memilih Celana Dalam yang Nyaman

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Untuk para wanita, ada cara memilih celana dalam yang tepat. Sehingga Anda nyaman beraktivitas. Jika Anda pernah mengalami vagina gatal atau berkeringat berlebih saat berkegiatan, bisa jadi Anda tidak tepat memilih celana dalam.

Maka itu, ketahui tips penting dalam memilih celana dalam untuk wanita.

Begini cara memilih celana dalam yang tepat untuk wanita

Setiap hari Anda dihadapkan beragam pemilihan celana dalam sebelum memulai hari. Mungkin saja pemilihan celana dalam berlandaskan suasana hati. 

Padahal, aktivitas yang Anda lakukan berpengaruh pada kenyamanan celana dalam yang Anda kenakan. Bagaimanapun celana dalam juga menentukan kesehatan organ intim.

Berikut cara memilih celana dalam yang tepat untuk para wanita.

1. Pilih jangan yang terlalu ketat

Cara memilih celana dalam yang tepat, pastikan tekstur tidak terlalu ketat. Lauren Streicher, MD, profesor asosiasi klinis obstetri dan ginekologi dari Northwestern University Medical School, menyarankan untuk membeli celana dalam yang nyaman. 

Jika celana dalam terlalu ketat, bisa saja menyebabkan iritasi pada vagina dan vulva. Apalagi jika Anda aktif beraktivitas di luar ruangan.

2. Hindari celana dalam yang berenda dan thong 

Bila Anda mendatangi sebuah pesta dengan busana dress yang elegan, tak jarang wanita memilih celana dalam model thong ataupun yang berenda. 

Meskipun celana dalam ini didesain untuk wanita yang mengenakan potongan gaun seksi, sayangnya celana model ini dapat memicu iritasi dan peradangan di sekitar area kulit.

Begitu juga dengan thong. Memang belum ada penelitian yang membuktikan bahwa thong bisa membahayakan kesehatan. Tetapi bahan thong yang terbuat dari serat sintetis dan ketat, bisa memicu luka pada rektum maupun peradangan.

3. Pilih celana dalam berbahan katun

Memilih bahan yang terbuat dari katun merupakan cara tepat pemilihan celana dalam wanita. Selain memberi ruang organ intim untuk bertukar udara, katun mampu menyerap keringat di sekitar organ intim.

Jika tetap ingin mengenakan thong, pastikan bahan terbuat dari katun. Hindari penggunaan bahan dari serat sintetis seperti nilon, polyester, ataupun spandeks. Bahan-bahan ini menjebak udara panas di area organ intim sehingga memicu keluar keringat. Sayangnya, celana dalam berbahan serat sintetis tidak mampu menyerap keringat.

Ingatlah tiga tips di atas untuk menjaga area organ intim tetap sehat dan terhindar dari iritasi.

Menjaga kebersihan celana dalam demi kesehatan organ intim

Selain mengetahui cara memilih celana dalam yang tepat untuk wanita, Anda perlu mengetahui cara menjaga kebersihan celana dalam untuk kesehatan organ intim. 

Pemilihan celana dalam bukan satu-satunya faktor risiko iritasi dan peradangan. Bagaimana cara Anda membersihkan celana dalam dan perlakuan terhadap organ intim juga berpengaruh.

Oleh karenanya, ketahui hal yang wajib Anda ketahui mengenai celana dalam dan kesehatan organ intim.

1. Tidak perlu pakai celana dalam saat tidur

Mungkin ini hal yang mudah didebat. Kebanyakan wanita mungkin mengenakan celana dalam ketika mereka tidur dan menggantinya pada keesokan harinya.  

Menurut Alyse Kelly-Jones, seorang ahli obstetri dan ginekologi, mengatakan bahwa tidak mengenakan celana dalam di malam hari dapat memberikan ruang bernapas pada vagina. Cara ini mampu menjaga kelembapan vagina, serta mencegahnya dari perkembangan bakteri.

2. Cuci celana dalam dengan sabun hypoallergenic

Selain pentingnya cara memilih celana dalam untuk wanita, Anda juga perlu menjaga kebersihan celana dalam secara tepat. Celana dalam perlu dicuci secara lembut dengan menggunakan sabun hypoallergenic.

Pasalnya, celana dalam bersentuhan dengan area sensitif kewanitaan. Pemilihan sabun yang salah dapat memicu iritasi pada vulva dan vagina, gatal-gatal, hingga reaksi alergi.

3. Ganti celana dalam setahun sekali

Mungkin Anda tak menyangka bahwa celana dalam yang bersih terdapat 10.000 bakteri, menurut Good Housekeeping Institute seperti yang dikutip dari Healthline. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang ada pada mesin cuci.

Agar area organ intim tetap terjaga kesehatannya, Anda perlu mengganti celana dalam dengan yang baru, paling tidak satu tahun sekali.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 21, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 10, 2020

Sumber