6 Kondisi Paling Umum yang Menyebabkan Tulang Dada Anda Terasa Sakit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kebanyakan orang yang merasakan nyeri dada di bagian tengah menganggap bahwa hal tersebut sebagai serangan jantung. Padahal dalam banyak kasus, nyeri di bagian dada tidak selalu berhubungan dengan jantung. Dada sesak mungkin disebabkan oleh cedera pada tulang dada atau masalah pencernaan tertentu yang kemudian berimbas pada tulang dada itu sendiri. Ketahui lebih lanjut berbagai penyebab tulang dada sakit yang paling umum dalam artikel ini. 

Berbagai penyebab tulang dada sakit

Tulang dada (sternum) merupakan tulang pipih memanjang yang terletak di tengah dada. Tulang dada terlibat dalam banyak gerakan tubuh bagian atas. Tulang ini tersambung ke tulang rusuk yang melindungi organ-organ vital tubuh seperti jantung, paru-paru, lambung, dan hati. Akibatnya, banyak kondisi medis yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tulang dada namun menyebabkan rasa sakit di bagian dada Anda.

1. Kostokondritis

Kostokondritis adalah salah satu penyebab tulang dada sakit yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang ada di antara tulang dada dan tulang rusuk mengalami peradangan atau terititasi. Kostokondritis bisa terjadi akibat osteoartritis, tetapi mungkin juga bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Gejala kostokondritis meliputi:

  • Nyeri yang tajam tepat di bagian tengah dada.
  • Dada terasa sakit saat bersin, batuk, ataupun menarik napas dalam-dalam.
  • Merasakan ketidaknyamanan di tulang rusuk.

Kostokondritis biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Namun jika Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

2. Patah tulang dada

Seperti patah tulang di bagian tubuh lainnya, fraktur sternum bisa menimbulkan rasa sakit parah di area dada dan bagian tubuh atas.

Penyebab paling umum kondisi ini karena benturan keras di bagian tengah dada, seperti kecelakaan berkendara, tertabrak saat sedang olahraga, terjatuh, atau melakukan aktivitas fisik yang berisiko lainnya. Jika Anda mengalami patah tulang dada, Anda harus segera mendapatkan perawatan medis. Ini untuk mengantisipasi perkembangan risiko cedera lanjutan pada jantung dan paru-paru.

3. Cedera sendi sternoclavicular

Sendi sternoclavicular menghubungkan bagian atas tulang dada dengan tulang selangka (klavikula). Nah, cedera pada sendi ini bisa menyebabkan tulang dada sakit yang bisa menjalar hingga area di bagian atas dada tempat persendian ini berada. 

Gejala cedera sendi steroclavicular meliputi:

  • Merasa nyeri, sakit, dan bengkak di sekitar dada bagian atas atau daerah tulang selangka.
  • Kesulitan atau sakit saat menggerakkan bahu.
  • Terdengar suara “krek” di sekitar sendi.

4. Cedera tulang selangka

Tulang selangka berhubungan langsung dengan tulang dada Anda. Oleh karena itu, adanya luka, dislokasi, patah tulang, ataupun trauma di tulang ini akan membuat tulang dada sakit. Gejala umum cedera tulang selangka di antaranya:

  • Muncul memar atau benjolan di tempat terjadinya cedera.
  • Rasa sakit yang hebat saat Anda mencoba menggerakkan lengan ke atas.
  • Bengkak atau nyeri di sekitar area tulang selangka.
  • Terdengar suara “krek” saat Anda menganggakt lengan Anda.
  • Posisi bahu yang abnormal seperti agak turun.

5. Otot tegang

Tulang dada dan tulang rusuk diselimuti oleh banyak otot yang melekat di sana. Tanpa Anda sadari, batuk parah atau olahraga berlebihan dapat menyebabkan otot dada Anda menegang. Dan, jika Anda merasakan nyeri saat menekan dinding dada Anda, mungkin hal tersebut disebabkan oleh cedera muskuloskeletal, bukan disebabkan oleh jantung.

6. Masalah pencernaan

Sternum berada tepat di depan beberapa organ pencernaan utama. Itu sebabnya, segala kondisi yang berhubungan dengan kerongkongan, perut, dan usus Anda bisa menyebabkan nyeri di bagian dada.

Salah satu masalah pencernaan yang paling sering menyebabkan nyeri dada adalah heartburn, yang terjadi ketika asam lambung naik sampai ke kerongkongan. Kondisi ini umumnya terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan yang memicu asam lambung naik.

Share now :

Direview tanggal: Januari 23, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 25, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca