4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain menjaga tubuh tetap sehat, olahraga juga bisa bermanfaat untuk menghindari kenaikan berat badan yang melebihi porsi ideal. Hal ini pun berlaku untuk wanita yang mengalami menopause. Apalagi pada masa ini, seorang wanita rentan peningkatan berat badan. Lantas, apa jenis olahraga saat menopause yang dapat membantu menurunkan berat badan?

Mengapa olahraga penting untuk wanita menopause?

Seorang wanita mulai mengalami menopause ketika sudah tidak lagi menstruasi dalam 12 bulan. Pada saat menjelang menopause (perimenopause) dan saat menopause terjadi, kemungkinan terjadi perubahan fisik. Salah satu perubahan yang akan dialami, yaitu kenaikan berat badan secara tiba-tiba.

Hal ini bisa terjadi karena wanita cenderung kehilangan massa otot dan mendapatkan lemak perut saat menopause. Oleh karena itu, olahraga bagi wanita menopause sangat penting untuk mencegah kenaikan berat badan yang lebih drastis.

Selain untuk menurunkan berat badan, olahraga pada wanita menopause juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk:

  • Mengurangi risiko kanker.
  • Memperkuat tulang.
  • Mengurangi risiko terkena berbagai penyakit.
  • Meningkatkan suasana hati atau mood.

Olahraga saat menopause yang dapat menurunkan berat badan

Untuk dapat menurunkan berat badan, paling tidak wanita menopause membutuhkan waktu 4 jam hingga lebih per minggu. Semakin lanjut usia seorang wanita menopause, semakin lama pula olahraga yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badannya.

Meski demikian, waktu olahraga yang lama bukan satu-satunya faktor yang bisa menurunkan berat badan secara maksimal. Olahraga apa yang akan dilakukan lebih penting dari seberapa lama olahraga tersebut dijalankan.

Berikut ini beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan wanita saat menopause untuk menurunkan berat badan.

1. Kardio

Salah satu olahraga kardio untuk wanita menopause

Kardio atau biasa disebut dengan aerobik merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan detak jantung dan kerja paru-paru lebih dari biasanya. Beberapa jenis kegiatan ini, seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang, dan menari.

Kardio dapat membakar kalori yang membantu menurunkan berat badan, termasuk bagi wanita menopause. Melalui olahraga ini pun, risiko penyakit yang mungkin terjadi saat menopause, sepert penyakit jantung dan osteoporosis, bisa dicegah.

Sebagai pemula, lakukanlah olahraga kardio yang ringan, seperti berjalan selama 10 menit per hari. Secara bertahap, naikkan intensitas dan jenis kardionya.

2. Latihan kekuatan

latihan kekuatan angkat beban

Latihan kekuatan adalah olahraga yang paling efektif untuk mengubah bentuk tubuh, mengurangi lemak di perut, dan membangun jaringan otot. Hal ini diperlukan wanita menopause untuk membantu memperlambat kerapuhan tulang (osteoporosis).

Olahraga latihan kekuatan dapat dilakukan dengan mengangkat alat berat atau pipa resistensi. Gunakan alat berat yang mudah terlebih dahulu dan tingkatkan bobotnya secara perlahan.

Lakukanlah olahraga latihan kekuatan ini dua kali dalam satu minggu. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, wanita menopause disarankan menggunakan bantuan pelatih. Hal ini juga penting untuk mencegah cedera.

3. Circuit Training

olahraga circuit training

Circuit training merupakan olahraga yang mengombinasikan aerobik dan latihan kekuatan. Olahraga jenis ini sangat efektif untuk membakar kalori sehingga dapat menurunkan berat badan wanita menopause.

Bila sudah lama tidak berolahraga, lakukan circuit training untuk tingkatan pemula. Secara perlahan naikkan ke level yang lebih tinggi pada circuit training. Mulailah dengan satu kali seminggu dalam melakukan olahraga ini.

4. Yoga

yoga untuk wanita menopause

Kenaikan berat badan pada wanita menopause dapat menimbulkan stres. Oleh karena itu, yoga diperlukan untuk melatih pernafasan, melepas rasa stres, dan fokus pada masa yang ada saat ini.

Yoga bisa dilakukan kapan saja. Agar bisa menurunkan berat badan secara maksimal, yoga pun bisa dilakukan bersamaan dengan aerobik, latihan kekuatan, atau olahraga lainnya.

Melakukan olahraga memang penting untuk menurunkan berat badan bagi wanita saat menaopause. Namun, olahraga harus disertai dengan konsumsi makanan yang sehat dan rendah kalori, serta tidur yang cukup dan berkualitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
infeksi saluran kencing pada wanita menopause

Infeksi Saluran Kencing pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit