Benarkah Teknik Memasak Bisa Menurunkan Kualitas Protein Pada Makanan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Teknik memasak sangat erat kaitannya dengan kandungan zat gizi dalam makanan. Walaupun Anda sudah memilih sumber bahan makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi, proses memasak bisa saja membuat zat gizinya berkurang, bahkan hilang. Misalnya saja, saat Anda memasak ayam, daging sapi, atau lauk-pauk lainnya yang diandalkan sebagai sumber protein utama, akibat tidak mengetahui teknik memasak yang benar, Anda malah kehilangan semua protein tersebut. L

alu bagaimana proses pemasakan dapat memengaruhi jumlah protein? Teknik memasak seperti apa yang baik agar protein di dalam makanan tidak berkurang?

Benarkah teknik memasak dapat membuat protein hilang?

Pada dasarnya, protein adalah zat gizi yang cukup stabil jika terkena panas. Tidak seperti vitamin atau mineral yang bisa langsung hilang bila dimasak, protein tidak akan berkurang terlalu banyak. Ya, meskipun berkurang jumlahnya di dalam makanan, hal tersebut tidak akan membuat nilai gizinya hilang.

Pernah disebutkan jika teknik memasak dengan merebus, akan menyebabkan penurunan jumlah protein yang lebih banyak ketimbang dengan pemanggangan atau pengukusan. Namun sekarang ini telah terbukti bila teknik memasak tidak mengakibatkan makanan kehilangan protein dalam jumlah yang banyak. Justru suhu dari proses pemasakan yang memengaruhi struktur serta jumlah protein.

Suhu tinggi yang menyebabkan protein berkurang, bukan teknik memasak

Studi yang dilakukan oleh University of Arkansas menemukan bahwa berkurangnya jumlah protein di dalam makanan cenderung dipengaruhi oleh suhu, bukan teknik memasak. Dalam studi tersebut disebutkan jika memasak dengan suhu sekitar 40 derajat Celcius saja dapat menurunkan jumlah protein sebenar 9,7% pada daging ayam.

Ketika Anda memasak hingga mencapai suhu 70-80 derajat Celcius, maka protein yang ada di dalam makanan mengalami perubahan bentuk. Meskipun perubahan yang terjadi tidak terlalu banyak, kondisi ini dapat menyebabkan makanan sumber protein tersebut mengalami penyusutan dan kehilangan kelembabannya.

Jenis makanan juga pengaruhi jumlah protein

Bukan hanya teknik memasak dan suhu tinggi ketika proses pemasakan, jenis sumber makanan juga menjadi faktor penting dalam hal ini. Misalnya, bagian jeroan ayam akan lebih banyak kehilangan protein saat dimasak ketimbang daging ayam bagian dada. Susu dan produk susu juga rentan terhadap proses pemasakan, sehingga bisa saja protein dalam susu mudah hilang jika terkena panas.

Tidak masalah dengan teknik memasak yang dilakukan, Anda tidak akan pernah kehilangan protein

Meski ada jumlah protein yang berkurang, tetap saja Anda harus memasak sumber makanan protein tersebut, sebab tak hanya menghilangkan bakteri tapi juga bisa meningkatkan cita rasa dan tampilan makanan. Apapun itu jenisnya, semua teknik memasak malah dapat membuat makanan mengeluarkan rasa sedap yang alami dan meningkatkan penampilan makanan.

Ketika memasak, makanan yang mengandung protein tersebut akan mengalami proses maillard. Proses maillard adalah reaksi kimia yang terjadi saat protein dipanaskan dan menyebabkan perubahan warna serta menimbulkan rasa. Jika Anda lihat daging ayam yang sebelumnya berwarna putih atau daging sapi yang merah berubah menjadi cokelat, maka proses itu adalah proses maillard. Sehingga, jangan cemas Anda akan kehilangan protein bila memasak daging atau sumber protein lainnya.

Segala teknik memasak juga bisa Anda terapkan pada saat memasaknya, namun hati-hati dengan teknik menggoreng karena dapat meningkatkan jumlah lemak di dalam makanan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nasi, Mie, Pasta, dan Roti: Sumber Karbohidrat Mana yang Paling Sehat?

Ada berbagai jenis makanan pokok yang bisa Anda pilih, mulai dari nasi, mie, pasta, atau roti. Namun, yang mana sumber karbohidrat paling sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Ferritin, Protein Penentu Kadar Zat Besi dalam Tubuh

Tes ferritin menjadi salah satu pemeriksaan anemia untuk mengetahui kadar zat besi dalam tubuh. Apa yang harus dilakukan bila hasilnya abnormal?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Konsumsi alkohol ternyata memengaruhi kondisi jantung Anda. Lantas, apa pengaruh baik dan buruk minum alkohol untuk kesehatan jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Makanan Lezat yang Mengandung Protein Tinggi

Protein adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuh manusia dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Berikut 10 makanan sumber protein tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan untuk yang kurang tidur

Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit