5 Buah yang Paling Baik Dikonsumsi Saat Diare

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/03/2020
Bagikan sekarang

Diare adalah penyakit pencernaan yang membuat seseorang bolak-balik BAB lebih sering dari biasanya. Bahkan kadang, gejala diare juga dapat disertai oleh keluhan perut mual dan muntah-muntah. Itu kenapa diare sangat rentan membuat penderitanya kehilangan cairan tubuh alias dehidrasi. Nah, ngemil buah di sela waktu makan dapat menjadi cara yang baik untuk mencegah dehidrasi saat diare sekaligus mempercepat kesembuhan. Namun, tidak semua buah nyatanya baik untuk penderita diare.

Rekomendasi buah yang baik untuk penderita diare

Pada kebanyakan kasus, dehidrasi akibat diare dan muntah-muntah mungkin tidak akan cepat teratasi hanya dengan minum air putih. Pasalnya, air putih biasa tidak mengandung elektrolit, gula, serat, serta vitamin dan mineral yang diperlukan untuk mengisi ulang cairan dan energi yang hilang akibat gejala diare.

Jadi, Anda perlu mengimbangi dengan makan buah. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi terbaiknya untuk penderita diare:

1. Kelapa

resep es kelapa muda

Buah kelapa mengandung banyak air yang tinggi elektrolit serta kalium sehingga baik untuk penderita diare. Kandungan kalium dalam air kelapa berguna membantu melancarkan sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Kelancaran aliran darah menuju pencernaan yang sedang meradang dapat membantu sistem imun lebih baik melawan infeksi. Selain itu, sirkulasi darah yang lancar juga secara tidak langsung membantu meningkatkan energi sehingga Anda tidak lagi mudah merasa lemas. 

Hebatnya lagi, manfaat buah kelapa tidak hanya datang dari airnya. Daging buah kelapa diketahui tinggi protein dan karbohidrat yang membantu menguatkan stamina tubuh selama sakit. Selain itu, daging kelapa yang bercita rasa tawar dan bertekstur lembut lebih bersahabat untuk perut yang sedang melilit.

Meski begitu, mengutip WebMd, selama mengonsumsi kelapa Anda tetap perlu mengimbangi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air atau larutan oralit.

2. Apel

manfaat kulit apel

Jika tidak ada buah kelapa, studi dalam Journal of American Medical Association melaporkan apel juga sama baiknya untuk penderita diare yang juga muntah-muntah.

Hasil dari penelitian itu menyimpulkan, anak-anak yang diminta minum jus apel murni (tanpa gula) lebih cepat sembuh dari diare dan lebih cepat keluar dari opname di rumah sakit ketimbang yang hanya minum oralit.

Apel mengandung pektin, jenis serat larut air yang membantu memadatkan feses agar bisa dikeluarkan dengan lebih teratur. Apel juga mengandung senyawa kimia yang tampaknya mampu membunuh bakteri penyebab diare.

3. Pisang

manfaat pisang

Buah pisang baik untuk pencernaan penderita diare karena mengandung pektin, vitamin C, vitamin B6, folat, kalium, dan karbohidrat kompleks. 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pektin adalah jenis serat larut air yang mudah dicerna sedangkan kalium membantu melancarkan sirkulasi darah menuju usus. Dengan begitu, kerja usus akan lebih mudah dan efisien untuk mengolah sisa makanan menjadi feses yang lebih padat. Asupan kaliumnya juga bermanfaat untuk mengurangi sensasi perut mual dan keinginan muntah akibat diare.

Nah sementara itu, kandungan vitamin C dan karbohidrat kompleks dari pisang membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi.

Namun untuk penderita diare, pilihlah buah pisang yang sudah matang sempurna. Ciri-cirinya bisa dilihat dari warna kulit yang kuning sempurna. Buah pisang yang sudah matang teksturnya lebih lembut, dan aman dimakan saat pencernaan bermasalah.

4. Semangka 

mengobati impotensi

Satu semangka utuh dapat mengandung hingga 92% air sehingga pantas untuk dinobatkan menjadi buah pemenuh cairan tubuh terbaik bagi penderita diare dan muntaber.

Makan beberapa potong semangka segar mampu memenuhi 20 sampai 30 persen kebutuhan cairan tubuh dalam sehari. Itu kenapa makan semangka dapat membantu menghindari Anda dari risiko dehidrasi akibat terus muntah-muntah dan buang-buang air.

Air dalam buah ini juga diperkaya dengan mineral dan elektrolit penting untuk meningkatkan daya tahan serta stamina tubuh. 

Selain itu, kandungan likopen dalam semangka diyakini bagus untuk mengurangi peradangan di dalam usus akibat infeksi.

5. Melon jingga

buah melon jingga cantaloupe
Sumber: Delish.com

Melon jingga (cantaloupe) juga masuk dalam daftar buah yang baik untuk penderita diare dan muntaber. Buah ini kaya air sehingga dapat membantu mencegah dehidrasi. Rasa manis dari buah ini juga tidak terlalu kuat (giung) sehingga tidak membuat perut makin mual.

Ditambah lagi, melon jingga mengandung tinggi kolin sebagai nutrisi yang bermanfaat untuk melemaskan otot-otot usus yang tegang karena dipaksa bekerja keras mengolah makanan. Kolin juga membantu tidur lebih nyenyak saat diare, serta mengurangi peradangan kronis.

Selain makan buah, tetap penting ke dokter untuk mengobati diare

Sekalipun buah yang disebutkan baik untuk penderita diare, hanya makan buah saja tidak cukup mengatasi masalah pencernaan ini hingga tuntas. Pada dasarnya, buah di atas dikonsumsi hanya sebatas untuk menunjang kesehatan dan mencegah risiko dehidrasi pada penderita diare dan muntaber.

Untuk mengobati diare dan muntaber sampai sembuh total, Anda harus melakukan pengobatan di rumah, bahkan tetap konsultasi dan berobat ke dokter. Nantinya, dokter akan memeriksa kondisi dan mendiagnosis penyebab diare dan muntaber yang Anda alami.

Dokter mungkin juga akan meresepkan obat untuk diare maupun muntaber. Dalam beberapa kasus, dokter Anda dapat juga merekomendasikan suplemen probiotik. Suplemen probiotik berguna untuk mengembalikan populasi bakteri baik dalam usus yang bekerja melawan bakteri penyebab infeksi.

Ingatlah, selama mengatasi diare maupun muntaber dengan obat dan buah, Anda juga harus ingat untuk mematuhi pantangannya. Hindari makanan dan minuman seperti susu, alkohol, minuman berkafein seperti teh dan kopi, serta makanan berlemak yang dapat memperparah muntaber.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020