Kenapa Penderita Penyakit Ginjal Perlu Mengurangi Protein

Oleh

Ginjal merupakan organ tubuh yang bertugas menyaring kotoran dan zat-zat yang tidak dipakai lagi oleh tubuh, baik yang sifatnya beracun maupun tidak, dari darah untuk kemudian dikeluarkan melalui urin. Jika terdapat gangguan pada fungsi ginjal seseorang, ia ternyata harus membatasi asupan salah satu sumber zat gizi yaitu, protein. Mengapa?

Apa fungsi protein?

Protein adalah zat gizi makro yang memiliki bentuk organik kompleks yang terdiri dari ratusan asam amino esensial dan asam amoni non-esensial. Manusia membutuhkan setidaknya 9 macam asam amino esensial yang digunakan untuk fungsional tubuh. Asupan protein yang sesuai dengan kebutuhan, penting untuk proses pertumbuhan yang normal dan pembentukan antibodi, hormon, enzim, dan beberapa jaringan lain.  Asam amino non-essensial yang ada di makanan sumber protein sangat diperlukan untuk membentuk asam amino esensial tubuh.

Terdapat dua jenis protein yaitu protein bersumber dari hewani dan nabati. Contoh protein nabati yaitu sumber protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang kedelai, tahu, tempe, kecap, kacang merah, dan kacang-kacang lainnya. Sedangkan sumber protein hewani bisa didapatkan dari daging sapi, telur ayam, berbagai jenis unggas, dan berbagai jenis produk susu.

Apa yang terjadi jika penderita penyakit ginjal mengonsumsi banyak protein?

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa asupan protein yang terlalu banyak, akan mempengaruhi fungsi ginjal dan kadar hormon yang berhubungan dengan fungsi ginjal. Hal ini tentu saja dapat memperparah keadaan pasien dengan penyakit ginjal. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Granada, Spanyol, membuktikan bahwa diet tinggi protein dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan berbagai penyakit ginjal lainnya pada tikus. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Brenner et al tahun 1980an menyatakan bahwa diet rendah protein yang diterapkan pada penderita gangguan fungsi ginjal dapat memperlambat kejadian terkena gagal ginjal. Pada masa tersebut, penerapan diet rendah protein mampu menurunkan angka gagal ginjal dan penderita yang harus menjalani cuci darah sebanyak 32%.

Protein yang dikonsumsi, akan dicerna dan dipecah menjadi asam amino oleh tubuh menggunakan bantuan enzim. Pencernaan protein dimulai dari lambung kemudian usus. Asam amino yang dicerna oleh tubuh tersebut akan dibawa oleh aliran darah dan didistribusikan ke berbagai tubuh yang membutuhkan. Tubuh membutuhkan jumlah asam amino yang berbeda-beda, tergantung dengan jenis asam aminonya. Protein yang telah selesai dicerna, akan diproses oleh ginjal dan dibuang jika tidak diperlukan lagi. Zat pembuangan hasil pencernaan protein yang dikeluarkan oleh ginjal adalah urea pada urin. Semakin banyak protein yang harus dicerna oleh tubuh, akan semakin banyak pula asam amino yang disaring oleh ginjal dan mengakibatkan ginjal bekerja lebih berat.

Bagaimana cara mengonsumsi protein yang aman jika memiliki penyakit ginjal?

Untuk penderita gangguan fungsi ginjal, seperti batu ginjal dan gagal ginjal, mengonsumsi protein dapat mengakibatkan kondisi ginjal semakin buruk. Hal ini bukan berarti penderita gangguan fungsi ginjal tidak boleh mengonsumsi protein sama sekali. Protein masih menjadi zat yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh. Sehingga, yang harus dilakukan adalah membatasi asupan protein yang masuk ke dalam tubuh untuk mengurangi beban kerja ginjal.

Membatasi asupan protein juga tidak bisa sembarangan, protein yang dikonsumsi harus tetap sesuai dengan kebutuhan, namun dipilihkan jenis protein yang boleh dimakan. Telah disebutkan sebelumnya bahwa protein memiliki nilai biologis. Semakin tinggi nilai biologis dari makanan sumber protein tersebut, semakin efisien pemakaian serta pencernaannya dalam tubuh. Selain itu, makanan sumber protein yang mempunyai nilai biologis tinggi akan menghasilkan ‘limbah’ atau ‘sampah’ hasil pencernaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan protein bernilai biologis rendah. Dari hasil sebuah penelitian, diketahui juga bahwa ketika ginjal mengeluarkan 1 gr urea (kandungan urin) maka  tubuh membutuhkan 40 hingga 60 ml air. Sementara ketika asupan protein meningkat, maka kebutuhan air dalam tubuh yang digunakan untuk mengekskresikan urea juga meningkat. Hal inilah yang diperkirakan dapat merusak kerja ginjal.

Berapa batasan asupan protein untuk penderita gangguan fungsi ginjal?

Orang yang sehat membutuhkan setidaknya sebanyak 0,8 gram hingga 1 gram per kg berat badan. Namun untuk orang yang menderita penyakit ginjal, mereka harus mengurangi asupan protein mereka menjadi 0,6 gr per kg badan per hari. Protein yang dikonsumsi juga lebih baik >60% nya berasal dari protein hewani yang memiliki nilai biologis tinggi, seperti telur ayam, daging sapi, daging ayam, ikan, dan susu. Bahkan telur disebut sebagai sumber protein yang sempurna karena mempunyai kandungan asam amino yang persis seperti asam amino yang ada di tubuh. Jika Anda sedang mengalami gangguan fungsi ginjal, maka sebaiknya berkonsultasi ke ahli gizi untuk mengatur diet dan menu makanan yang harus Anda makan.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca