Jangan Hindari Makanan Berlemak! Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Makanan berlemak selama ini dianggap buruk. Kebanyakan mengonsumsi makanan berlemak dapat menyebabkan kenaikan berat badan berlebih. Hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Ini mengapa, banyak orang sekarang mencoba untuk membatasi bahkan menghindari makanan berlemak. Tapi, apakah ini baik?

Fungsi lemak dalam tubuh

Walaupun selama ini lemak memiliki reputasi yang buruk, tapi sebenarnya lemak merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Tentu saja di samping karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Dalam tubuh, lemak mempunyai banyak fungsi, yaitu:

  • Sebagai bantalan untuk melindungi organ-organ penting dari benturan luar
  • Sebagai cadangan energi dalam tubuh. Lemak bisa digunakan sebagai energi saat cadangan karbohidrat (sumber energi utama) dalam tubuh sudah menipis.
  • Membantu menyediakan energi bagi otak. Otak tersusun atas lemak sebesar 60% dan ini memengaruhi kemampuan belajar, hormon, suasana hati, dan ingatan.
  • Membantu protein dalam menjalankan fungsinya
  • Memulai reaksi kimia yang membantu mengendalikan pertumbuhan, fungsi kekebalan tubuh, fungsi reproduksi, dan aspek metabolisme dasar lainnya
  • Membantu tubuh menyerap vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K
  • Lemak dalam bentuk asam lemak omega-3 dapat membantu melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah penyakit jantung dan stroke

Apakah makanan berlemak harus dihindari?

Peran lemak dalam mendukung fungsi tubuh normal memang banyak. Namun sayangnya, tubuh tidak dapat menghasilkan lemak sendiri. Sehingga, Anda harus mendapatkan lemak dari luar, yaitu dari makanan.

Hal ini berarti anggapan bahwa Anda harus menghindari lemak sepenuhnya agar tubuh lebih sehat adalah salah. Namun, ada yang perlu Anda perhatikan baik-baik.

Bagaimanapun, tubuh tetap membutuhkan lemak. Akan tetapi, memang ada jenis lemak yang sebaiknya Anda hindari atau batasi konsumsinya. Anda perlu mengetahui jenis lemak mana saja yang perlu Anda hindari atau batasi, dan jenis lemak mana saja yang sebaiknya Anda konsumsi.

Berikut ini merupakan jenis lemak yang harus Anda hindari:

Lemak jenuh

Jenis lemak ini dapat memicu produksi kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga tidak baik jika dikonsumsi berlebihan. Lemak jenuh umumnya berasal dari produk hewani, seperti dalam mentega, keju, susu, kulit ayam, ayam, bebek, daging, sosis, dan produk daging olahan lainnya.  

Lemak trans

Ini merupakan jenis lemak yang paling tidak sehat karena dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik dalam tubuh secara bersamaan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sayangnya, Anda mungkin sudah sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans secara tidak sadar. Hal ini karena lemak trans umumnya terkandung dalam makanan yang digoreng, seperti pada makanan cepat saji, makanan olahan, kentang goreng, gorengan, dan lainnya, yang merupakan makanan yang umum disukai banyak orang.

American Heart Association merekomendasikan agar membatasi konsumsi makanan mengandung lemak trans tidak lebih dari 1% kebutuhan kalori Anda per hari.

Lemak: Tokoh Jahat Dalam Diet
Lemak: Tokoh Jahat Dalam Diet

Sedangkan, jenis lemak yang baik untuk kesehatan, yang seharusnya Anda konsumsi, adalah lemak tak jenuh. Jenis lemak ini justru dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tubuh, sehingga dapat melindungi kesehatan jantung dan membantu mengontrol kadar gula darah. Lemak tak jenuh dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Lemak tak jenuh tunggal. Lemak ini bisa diperoleh dari alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, minyak kanola, dan minyak biji bunga matahari.
  • Lemak tak jenuh ganda, termasuk asam lemak omega-3 dan omega-6. Asam lemak omega-3 dapat ditemukan pada ikan berlemak (seperti salmon dan tuna), ¬†biji rami, dan kenari. Sedangkan, asam lemak omega-6 bisa ditemukan pada minyak nabati, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Walau lemak tak jenuh berdampak baik pada tubuh, konsumsinya juga harus dibatasi. Yaitu tidak lebih dari 35% kebutuhan kalori per hari. Hal ini karena lemak berlebih yang masuk ke dalam tubuh dapat menumpuk dan menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak diharapkan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca