Keju merupakan salah satu jenis produk yang berasal dari susu. Karena itulah keju sebenarnya merupakan produk yang sehat dan padat nutrisi. Sayangnya, banyak orang takut mengonsumsi keju karena takut akan kandungan lemaknya. Namun, apa benar makan keju bisa bikin gemuk karena mengandung lemak? Bolehkah makan keju kalau sedang mengurangi berat badan? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk. 

Apa saja zat gizi yang terkandung dalam keju?

Protein

Protein kasein yang terkandung dalam keju memiliki efek menurunkan tekanan darah dan meningkatkan penyerapan mineral dalam usus. Selembar keju cheddar (28 gram) mengandung 6,7 gram protein yang setara dengan segelas susu.

Lemak

Kandungan lemak dalam keju adalah hal yang paling ditakutkan orang yang ingin menurunkan berat badan. Dalam selembar keju cheddar, Anda akan mendapatkan sekitar 9 gram lemak, dan 5 gram di dalamnya adalah jenis lemak jenuh. Kandungan ini bisa memenuhi sekitar 25 persen dari kebutuhan lemak harian Anda. 

Angka ini sebenarnya memang cukup tinggi. Akan tetapi, lemak masih diperlukan oleh tubuh setiap orang – termasuk yang sedang berdiet sekalipun. Lemak berguna sebagai cadangan energi bagi sel-sel dalam tubuh ketika asupan karbohidrat sudah terbatas atau habis. Selain itu, lemak juga diperlukan untuk menyimpan berbagai zat gizi penting dalam tubuh.

Kalsium

Penelitian mengindikasikan bahwa mengonsumsi asupan kalsium yang cukup dalam sehari dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan komposisi tubuh. Mekanisme hubungan kalsium dan berat badan masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kalsium–khususnya dari produk susu–dapat membantu pembakaran lemak sehingga semakin sedikit lemak yang disimpan di dalam tubuh. 

diabetes boleh makan keju

Bolehkah makan keju saat sedang mengurangi berat badan?

Berdasarkan penelitian tahun 2011 dalam jurnal Current Nutrition & Food Science, mengonsumsi produk susu ataupun susu tidak berdampak pada kenaikan berat badan atau komposisi tubuh anak serta remaja.

Selain itu, penelitian pada tahun 2008 dalam studi analisis National Health and Nutrition Examinaton Survey (NHANES) menemukan bahwa remaja yang mengonsumsi lebih banyak produk susu atau susu memiliki angka BMI (body mass index atau indeks massa tubuh) yang lebih rendah daripada yang kurang mengonsumsi produk olahan susu.

Penelitian dalam International Journal of Obesity menunjukan bahwa mengonsumsi 3-4 produk susu seperti keju, yogurt, atau susu dalam sehari tidak berpengaruh terhadap peningkatan berat dan berbagai komposisi tubuh orang dewasa. Mengonsumsi susu atau keju, atau yogurt setiap hari justru membantu mengendalikan berat badan, sehingga penting untuk menambahkan produk susu ke dalam makanan sehari-hari.

Asupan produk susu yang digabungkan diet lain juga memberikan manfaat dalam mengelola berat badan. Penelitian menunjukan, mengonsumsi makanan produk susu dengan diet protein tinggi dapat mempercepat penurunan massa lemak dan meningkatkan massa non lemak pada wanita obesitas dan kelebihan berat badan.

Protein pada keju justru bisa membantu mengurangi berat badan. Pasalnya, protein memperlambat pergerakan makanan di dalam perut, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama dan gula darah lebih stabil.

Keju juga bisa membuat cita rasa makanan meningkat, sehingga Anda lebih semangat untuk mengonsumsi makanan sehat seperti salad atau roti isi (sandwhich) sayur.

Kuncinya, jangan makan keju berlebihan

Orang yang sedang mengurangi berat badan tidak dilarang makan keju. Dengan syarat, jangan berlebihan mengonsumsi keju. Makan selembar keju dalam roti isi sayur Anda tentu tidak bahaya. Namun, kalau makan burger dengan keju serta daging dobel, tentu program diet Anda bisa bubar. Maka itu, kuncinya adalah mengendalikan jumlah keju yang Anda konsumsi.

Kalau ingin makan keju sambil mengurangi berat badan, Anda juga harus mengimbanginya dengan olahraga rutin. Dengan begitu, Anda tidak perlu terlalu khawatir berat badan naik akibat konsumsi keju.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca