Kenapa Tubuh Kita Perlu Kalsium (Bukan untuk Tulang Saja)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin berpikir kalsium hanya untuk tulang saja, tetapi sebenarnya kalsium dapat bermanfaat bagi tubuh Anda dalam banyak cara. Kalsium penting untuk gigi Anda, pembekuan darah, mengatur kontraksi otot dan detak jantung. Kalsium adalah sesuatu yang Anda butuhkan dari lahir sampai Anda mencapai usia tua. Mari kita lihat lebih dekat apa saja manfaat kalsium.

Apa peran kalsium dalam tubuh saya?

Kalsium merupakan mineral penting yang kita butuhkan agar tubuh kita berfungsi dengan baik. Berikut adalah fungsi utama kalsium dalam tubuh kita:

  • Tulang: Tulang kita selalu keropos dan akan tumbuh kembali. Kalsium diperlukan untuk membangun kembali tulang Anda.
  • Jantung: Kalsium mengontrol kontraksi jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh dan juga membuat detak jantung Anda lebih teratur.
  • Saraf: Kalsium dapat bertindak sebagai obat penenang alami yang menenangkan sistem saraf dan mengurangi rasa sakit.
  • Pembekuan darah: Kalsium memicu peristiwa rantai yang menciptakan trombosit, komponen darah kita yang menghentikan perdarahan.

Sekitar 99% kalsium dari dalam tubuh kita berada di dalam tulang dan gigi. Ketika kita masih muda, kita membangun jumlah kalsium dalam tubuh kita sampai kita mencapai usia 20-25 tahun. Pada saat itu, tingkat kalsium dalam tubuh akan mencapai massa puncaknya.

Seiring dengan bertambahnya usia, tingkat kalsium alami mulai menurun. Alasan penurunan alami karena dilepaskan dari tubuh melalui keringat, sel kulit, dan kotoran. Selain itu, saat wanita bertambah usia, penyerapan kalsium cenderung menurun karena tingkat estrogen berkurang.

Penyerapan kalsium dapat bervariasi tergantung pada ras, jenis kelamin, dan usia. Mereka yang menjalani pola makan rendah kalsium sebelum mereka mencapai usia 20 atau 25 tahun berada pada risiko yang lebih tinggi terkena osteoporosis. Mengonsumsi suplemen kalsium dapat membantu tulang kembali dengan benar dan tetap kuat.

Dalam tubuh kita, tulang memiliki paling banyak kalsium karena mereka bertindak sebagai tempat penyimpanan kalsium, dan siap untuk dilepaskan ketika tubuh Anda membutuhkannya.

Berapa banyak kalsium yang kita butuhkan?

The Institute of Medicine telah menetapkan jumlah asupan kalsium. Memenuhi jumlah ini dalam pola makan Anda sangat dianjurkan. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu untuk mengonsumsi suplemen kalsium untuk mendapatkan jumlah yang cukup untuk menjaga tulang Anda agar tetap sehat. Tergantung pada kondisi kesehatan Anda, dokter Anda mungkin merekomendasikan dosis yang lebih tinggi.

  • 0-6 bulan: 200 mg
  • 7-12 bulan: 260 mg
  • 1 – 3 tahun: 700 mg
  • 4 – 8 tahun: 1.000 mg
  • 9-13 tahun: 1.300 mg
  • 14-18 tahun: 1.300 mg
  • 19-50 tahun: 1.000 mg
  • 51-70 tahun: 1.000 mg
  • 71+ tahun: 1.200 mg

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ibu hamil dianjurkan untuk memenuhi asupan kalsium sekitar 1.500 sampai 2.000 mg per hari, mulai dari minggu ke-20 kehamilan sampai akhir kehamilan. Hal ini untuk mencegah pre-eklampsia, kondisi yang berkembang selama kehamilan yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan berpotensi membahayakan bayi.

Tingkat asupan atas ditoleransi (UL) adalah jumlah tertinggi yang kebanyakan orang dapat konsumsi dengan aman. Untuk kalsium, yaitu 2.500 mg/hari bagi orang dewasa dan anak di atas usia 1 tahun.

Secara umum, lebih baik untuk mengonsumsi suplemen kalsium dengan makanan. Untuk penyerapan yang lebih baik, sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 500 mg pada satu waktu.

Anda dapat membagi dosis yang lebih besar selama sepanjang hari, biasanya tiga kali sehari dengan makanan. Bagi tubuh untuk menggunakan kalsium dengan benar, Anda juga perlu mendapatkan cukup vitamin D.

Siapa yang harus mempertimbangkan suplemen kalsium?

Bahkan jika Anda makan makanan sehat dan diet seimbang, Anda mungkin merasa sulit untuk mendapatkan cukup asupan kalsium jika Anda:

  • Menjalani diet vegan
  • Memiliki intoleransi laktosa dan batasan terhadap produk susu
  • Mengonsumsi sejumlah besar protein atau natrium, yang bisa menyebabkan tubuh Anda untuk mengeluarkan lebih banyak kalsium
  • Memiliki osteoporosis
  • Menerima pengobatan jangka panjang dengan kortikosteroid
  • Memiliki penyakit usus atau pencernaan tertentu yang menurunkan kemampuan Anda untuk menyerap kalsium, seperti penyakit radang usus atau penyakit celiac
  • Ibu hamil yang setidaknya pada minggu ke-20 kehamilan.

Dalam situasi ini, Anda dapat menggunakan suplemen kalsium untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium Anda. Bicaralah dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan suplemen kalsium yang tepat untuk Anda.

Di mana saya dapat menemukan kalsium?

Tubuh Anda tidak dapat membuat kalsium sehingga Anda perlu untuk mendapatkannya dari sumber lain. Anda bisa mendapatkan kalsium melalui suplemen atau makanan. Kalsium dapat ditemukan dalam berbagai makanan, termasuk:

  • Produk susu, seperti keju, susu dan yogurt
  • Sayuran berdaun hijau tua, seperti brokoli dan kale
  • Ikan dengan tulang lunak yang dapat dimakan, seperti sarden dan salmon kalengan
  • Makanan yang diperkaya kalsium dan minuman, seperti produk kedelai, sereal dan jus buah, dan susu pengganti.

Tubuh Anda tidak dapat menyerap banyak kalsium pada satu waktu. Jadi, makanan mungkin lebih cocok untuk penyerapan kalsium dibandingkan dengan suplemen. Anda akan membutuhkan vitamin D untuk penyerapan kalsium.

Kebanyakan makanan kaya kalsium dan suplemen memiliki sejumlah kecil vitamin D, tetapi Anda bisa mendapatkan tambahan vitamin D dari salmon, susu dan kuning telur. Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari produk olahan dan paparan sinar matahari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

    Mengonsumsi suplemen dapat menjadi cara untuk cegah osteoporosis. Kenali tiga kandungan yang manjur membantu Anda terhindar dari masalah ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis
    Nutrisi, Hidup Sehat 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

    Sebagaimana penyakit lain, osteoporosis bisa menyebabkan komplikasi. Berikut komplikasi yang mungkin terjadi jika osteoporosis tidak segera diobati.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    5 Jenis Makanan Penguat Tulang untuk Penderita Osteoporosis

    Selain obat dari dokter, penderita osteoporosis juga sebaiknya makan makanan sehat. Makanan memberi tambahan nutrisi untuk mengobati tulang yang keropos.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

    Olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar. Senam osteporosis dan beberapa jenis olahraga lain dapat menjadi pilihan.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    perlukah lansia minum susu

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    myalgia adalah

    Nyeri Otot (Myalgia)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    arthritis adalah radang sendi

    Arthritis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    Konten Bersponsor
    mencegah osteoporsis usia lanjut

    Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit