Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat melihat orang yang bertubuh gemuk, mungkin yang terlintas dalam pikiran Anda adalah orang tersebut pasti terlalu banyak makan makanan berlemak. Namun ternyata, tubuh gemuk atau obesitas tidak selalu disebabkan oleh makanan tinggi lemak, tapi juga bisa akibat kebanyakan makan garam alias makanan asin. Kok bisa, ya? Berikut penjelasannya.

Awas gemuk jika kebanyakan makan garam

Makanan tanpa diberikan garam sama sekali tentu tidak sedap. Garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan serta meningkatkan fungsi otot dan saraf. Namun, bukan berarti Anda bisa menggunakan garam sebanyak-banyaknya. Bila Anda penggemar makanan asin, hati-hati dengan risiko hipertensi, serangan jantung, stroke, hingga obesitas.

Pada tahun 2015, para peneliti asal Inggris dan Cina melaporkan bahwa anak-anak dan orang dewasa yang menjalani diet tinggi garam ternyata mengalami kenaikan lemak tubuh.

Hasil riset menunjukkan bahwa setiap satu gram garam dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak-anak sebesar 28 persen dan pada orang dewasa sebesar 26 persen. Para ahli menduga hal ini disebabkan karena kebanyakan makan garam dapat mengubah cara tubuh dalam membakar lemak.

Lalu, kenapa garam bisa bikin tubuh jadi gemuk?

Tubuh memiliki mekanisme alami yang memberi tahu Anda kapan harus berhenti makan dan kapan harus mulai makan. Saat Anda kebanyakan makan garam, tubuh akan jadi tidak peka dan tak mendeteksi tanda harus berhenti makan. Hal ini yang kemudian membuat Anda jadi lebih banyak makan.

Selain itu, kebanyakan makan garam juga membuat Anda menjadi lebih cepat haus dan banyak minum. Akibatnya, tubuh menahan lebih banyak air sehingga otomatis berat badan ikut bertambah.

Hal ini diperparah dengan kemampuan garam yang menahan air di dalam tubuh. Semakin banyak cairan yang Anda minum maka semakin banyak pula cairan yang menumpuk akibat tingginya kadar garam.

Bahkan, tambahan satu gram garam meja yang setara dengan 400 miligram natrium dapat menambah berat badan hingga 1 kilogram. Namun perlu dicatat bahwa berat badan yang bertambah bukanlah karena timbunan lemak, tetapi karena air.

Kabar baiknya, penambahan berat badan ini bersifat sementara. Ketika Anda mengurangi makan makanan asin, maka air yang tertahan di tubuh akan keluar sehingga berat badan Anda ikut berkurang. Jadi, ada baiknya Anda menghindari kebanyakan makan garam kalau ingin tubuh tetap langsing.

Menurut Lisa Moscovitz, R.D., ahli gizi sekaligus pendiri NY Nutrition Group, garam tidak bekerja sendirian dalam membuat berat badan bertambah, seperti dilansir dari Women’s Health. Faktanya, makanan asin biasanya juga banyak mengandung lemak dan gula, contohnya pada keripik, sosis, dan kornet.

Saat Anda makan makanan asin, maka otomatis kandungan lemak dan gula dalam tubuh Anda akan bertambah sehingga berat badan Anda akan ikut naik lebih cepat.

Dalam sehari, berapa banyak garam yang boleh dikonsumsi?

Kalau Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, sebaiknya hindari konsumsi makanan asin dan makanan kemasan yang tinggi garam. Ketimbang menambahkan banyak garam agar makanan menjadi lebih gurih, gunakan bumbu lainnya seperti bawang putih atau lada hitam yang memberikan rasa asin yang lebih alami. Semakin banyak rasa yang Anda tambahkan, maka semakin sedikit garam yang Anda butuhkan.

Walau begitu, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali. Menurut Kementerian Kesehatan, batas maksimal dari makan garam dalam satu hari adalah 1 sendok teh atau setara dengan 5 gram (2000 miligram natrium) untuk orang dewasa. Sementara untuk usia yang lebih muda atau anak-anak, maka kebutuhan garam per harinya tentu lebih sedikit dari orang dewasa.

Jangan lupa untuk selalu membaca label informasi gizi pada kemasan yang dapat membantu Anda mengendalikan kadar garam. Untuk mengetahui berapa kadar garam dalam makanan kemasan, Anda bisa melihat kandungan natrium pada produk tersebut. Pilihlah jenis makanan yang kadar natriumnya rendah atau bahkan tidak ada sama sekali.

Sebagai gantinya, Anda juga bisa memilih bahan makanan alami yang rendah natrium, seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan yang tentunya lebih sehat untuk Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Mengonsumsi suplemen dapat menjadi cara untuk cegah osteoporosis. Kenali tiga kandungan yang manjur membantu Anda terhindar dari masalah ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis
Nutrisi, Hidup Sehat 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Bakteri tak selalu jahat. Bakteri baik berperan menjaga kesehatan orang lanjut usia. Simak penjelasan dan peran bakteri baik alias probiotik untuk lansia.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik
Nutrisi, Hidup Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menu brunch adalah, resep brunch

5 Resep Brunch Lezat, Buat Anda yang Suka Sarapan Siang-Siang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat garam untuk kesehatan

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit