home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ternyata, Makan Makanan Berlemak Saja Tidak Cukup Naikkan Berat Badan

Ternyata, Makan Makanan Berlemak Saja Tidak Cukup Naikkan Berat Badan

Untuk Anda yang berniat menambah berat badan, salah satu kuncinya adalah menambah asupan kalori. Nah, lemak adalah penyumbang kalori terbesar bagi tubuh. Lantas, apa makan makanan berlemak saja sudah cukup untuk membuat Anda gemuk? Sebelum mencobanya, simak dulu artikel berikut ini.

Makanan berlemak tidak selalu menambah berat badan

Sumber energi (kalori) tubuh berasal dari karbohidrat, protein, dan lemak. Ketiga zat gizi ini menyumbangkan energi dalam jumlah yang berbeda. Satu gram karbohidrat dan protein masing-masing memberikan 4 kalori, sedangkan satu gram lemak memberikan 9 kalori.

Oleh sebab itu, makanan berlemak kerap dianggap dapat menambah berat badan dengan cepat. Padahal, kenyataannya tidaklah selalu demikian.

Meski kalori pada lemak lebih besar dibandingkan protein dan karbohidrat, makanan berlemak tidak selalu membuat tubuh menjadi gemuk.

Hal itu masih dipengaruhi oleh jenis lemak apa yang Anda konsumsi. Lemak yang ada pada junk food, misalnya, memang dapat menambah berat badan. Akan tetapi, keduanya juga bisa meningkatkan risiko beberapa penyakit.

Pahami dulu jenis lemak sebelum menggemukkan badan

Lemak terdiri atas tiga jenis, yakni lemak tak jenuh, lemak jenuh, serta lemak trans. Ketiganya memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kesehatan dan tidak semuanya baik untuk Anda yang ingin menggemukkan badan.

Berikut adalah perbedaan dari ketiganya:

1. Lemak tak jenuh

Makanan berlemak tak jenuh dapat membuat Anda gemuk dengan sehat sekaligus memberikan sejumlah manfaat lain. Di antaranya, menjaga kadar kolesterol normal serta memelihara kesehatan jantung.

Asam lemak

Anda bisa memperoleh lemak tak jenuh dari bahan pangan seperti:

  • Alpukat
  • Kacang tanah, kacang almond, kacang kenari, dan hazelnut
  • Biji labu, biji wijen, dan biji rami
  • Minyak kanola, minyak kedelai, dan minyak biji rami
  • Ikan salmon

2. Lemak jenuh

Makanan berlemak jenuh dahulu dianggap dapat membuat tubuh gemuk dan merugikan kesehatan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jenuh ternyata aman dikonsumsi selama jumlahnya dibatasi.

Pasalnya, lemak jenuh banyak terdapat pada makanan yang dianggap kurang menyehatkan, misalnya:

  • Junk food seperti burger dan piza
  • Produk daging olahan seperti sosis, nugget, dan bakso
  • Susu full-fat, mentega, dan produk susu sejenisnya
  • Kue dan berbagai jenis makanan penutup

Anda dapat saja mengonsumsi berbagai makanan di atas, tapi pastikan jumlahnya tidak berlebihan dan jangan memakannya terlalu sering.

3. Lemak trans

daging olahan

Lemak trans terbuat dari minyak sayur yang dipanaskan dengan bantuan gas hidrogen. Makanan berlemak dari jenis trans memang dapat membuat badan gemuk, tapi tidak dengan cara yang menyehatkan.

Makanan tinggi lemak trans dapat meningkatkan jumlah kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik dalam tubuh. Selain itu, lemak trans juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.

Sumber utama lemak trans adalah junk food, makanan beku, dan makanan manis. Lemak ini juga terdapat pada beberapa produk dalam kemasan, jadi perhatikan baik-baik kandungan produk kemasan yang hendak Anda konsumsi.

Cara sehat menambah berat badan

Makan makanan berlemak saja memang tidak cukup untuk membuat tubuh menjadi lebih gemuk. Namun, Anda tidak perlu berkecil hati.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menambah berat badan dengan cara yang sehat, misalnya:

  • Mengonsumsi makanan padat nutrisi, seperti roti gandum utuh, pasta, buah dan sayuran, daging sapi, ayam, serta produk susu.
  • Membagi porsi makan 3 kali sehari menjadi 5-6 kali sehari.
  • Makan camilan setelah sarapan, pada sore hari, dan sebelum tidur.
  • Tidak minum di sela makan untuk mencegah rasa kenyang datang dengan cepat.
  • Tambahkan keju, telur, dan kalori ekstra lainnya saat makan.
  • Melakukan olahraga kekuatan untuk membentuk massa otot.

Mengonsumsi makanan berlemak bukanlah satu-satunya cara untuk menambah berat badan. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang beragam dan rutin berolahraga agar kenaikan berat badan tetap sehat dan terpantau.

Akan lebih baik juga jika Anda berkonsultasi dengan ahli gizi agar kenaikan berat badan yang Anda dapatkan bisa lebih sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Top 13 Nutrition Lies That Made the World Sick and Fat. https://www.healthline.com/nutrition/top-13-nutrition-lies-that-made-the-world-sick-and-fat Diakses pada 13 Agustus 2019.

Food and Diet. https://www.hsph.harvard.edu/obesity-prevention-source/obesity-causes/diet-and-weight/#references Diakses pada 13 Agustus 2019.

Eating Fat Doesn’t Make You Fat, Study Finds. https://www.livescience.com/54984-high-fat-diet-weight.html Diakses pada 13 Agustus 2019.

Types of Fat. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/fats-and-cholesterol/types-of-fat/ Diakses pada 13 Agustus 2019.

Why Do Carbohydrates Make You Gain Weight? https://www.livestrong.com/article/362968-why-do-carbohydrates-make-you-gain-weight/ Diakses pada 13 Agustus 2019.

11 Reasons Why Too Much Sugar Is Bad for You. https://www.healthline.com/nutrition/too-much-sugar Diakses pada 13 Agustus 2019.

What’s a good way to gain weight if you’re underweight? https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/underweight/faq-20058429 Diakses pada 13 Agustus 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 13/09/2019
x