Bagaimana Cara Mengukur Persentase Lemak Tubuh Tanpa Alat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Lemak tubuh tidak bisa dilihat dari ukuran atau bentuk badan seseorang, sebab tidak semua orang kurus bebas dari lemak. bisa saja di dalam tubuh seseorang yang kurus, terdapat tumpukan lemak yang tidak mereka sadari – karena hanya melihat ukuruan tubuh yang kecil. Lemak secara umum memang diperlukan oleh tubuh, terutama sebagai cadangan energi. Tetapi, kehadirannya yang terlalu banyak di dalam tubuh tentu saja akan membahayakan kesehatan Anda.

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kadar lemak yang sangat banyak di dalam tubuh menyebabkan penyakit jantung, diabetes mellitus, mengganggu fungsi hati. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memantau kadar lemak yang ada di dalam tubuh Anda. Lalu bagaimana cara mengukur lemak tubuh? Apakah harus menggunakan alat khusus?

Bagaimana cara mengukur kadar lemak tubuh?

Memang, untuk mengetahui kadar lemak tubuh secara pasti dan akurat, Anda harus memiliki peralatan khusus. Namun, jika Anda tidak memilikinya, jangan kecewa, Anda tetap dapat mengetahui seberapa banyak lemak tubuh Anda dengan menggunakan rumus prediksi lemak tubuh. lalu bagaimana caranya?

1. Menghitung indeks massa tubuh

Pertama-tama, yang Anda perlu siapkan adalah timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, alat tulis untuk mencatat, serta kalkulator. Sebelumnya, Anda harus mengetahui dulu nilai indeks massa tubuh (IMT) alias Body Mass Index (BMI) Anda. Indeks massa tubuh adalah ukuran standar status gizi seseorang dilihat dari tinggi serta berat badan. Selanjutnya, yang perlu Anda lakukan adalah mengukur tinggi badan dan berat badan dengan alat yang sudah ada untuk menghitung IMT.

Namun jika Anda sudah mengetahui berat badan serta tinggi badan Anda saat itu, Anda langsung dapat mengetahui besaran IMT yang bisa dilihat rumusnya di sini. Atau Anda juga bisa langsung mengetahui IMT Anda dengan menghitungnya dengan menggunakan kalkulator online.

2. Menghitung kadar lemak tubuh

Berdasarkan rumus prediksi yang didapatkan dari sebuah penelitian yang dimuat dalam British Journal of Nutrition, Anda bisa memasukkan nilai IMT untuk mengetahui kadar lemak tubuh. berikut adalah rumus prediksi persentase lemak di dalam tubuh:

  • Laki-laki: (1,20 x IMT) + (0,23 x Usia) – 10,8 – 5,4
  • Wanita: (1,20 x IMT) + (0,23 x Usia) – 5,4

Misalnya, jika Anda seorang wanita yang berusia 20 tahun dan memiliki tinggi badan sekitar 160 cm serta berat badan mencapai 55 Kg, maka IMT Anda adalah 21,4 m/kg2. Sehingga jika dimasukkan ke dalam rumus, didapatkan kadar lemak tubuh Anda yaitu 24,88%. Memang ini hanyalah rumus prediksi, jadi belum tentu bisa akurat 100%. Namun dengan begini, Anda dapat mengetahui kisaran kadar lemak yang menyebabkan semua lipatan di tubuh Anda.

Berapa persentase lemak tubuh yang dianggap normal?

Sebenarnya, angka persen yang Anda dapatkan dari perhitungan tersebut menandakan seberapa besar total lemak yang Anda miliki berbanding dengan semua organ serta cairan tubuh. Lemak alami yang dimiliki tubuh sekitar 10-12% pada wanita dan 2-4% pada pria. Sisanya, lemak-lemak tersebut Anda dapatkan dari makanan serta minuman yang Anda konsumsi sehari-hari.

Lalu berapa persen total lemak yang normal yang dimiliki tubuh yang sehat? American Council menentukan batas normal dari persen lemak tubuh sebagai berikut:

  • Atlet, mempunyai total lemak sekitar 14-20% pada atlet wanita dan 6-13% pada atlet laki-laki
  • Orang yang sering berolahraga, namun bukan atlet biasanya memiliki kadar lemak sebesar 21-24% pada wanita dan 14-17% pada laki-laki
  • Orang yang jarang olahraga tetapi lemak totalnya masih dianggap normal dan sehat jika memiliki lemak berkisar 25-31% pada wanita dan 18-25% pada laki-laki

Sedangkan seseorang sudah dinyatakan mengalami obesitas apabila kadar lemaknya sudah melebihi 32% untuk wanita dan lebih dari 26% untuk laki-laki. Selain itu, kelompok ini juga sangat rentan mengalami penyakit kronis seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus, dan penyakit lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit