Langkah-langkah Melakukan Detox Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/06/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Tubuh kita telah melakukan banyak pekerjaan dengan baik. Paparan dari lingkungan dan dari apa yang telah kita konsumsi secara tidak langsung dapat membahayakan tubuh kita sendiri. Untungnya, tubuh mempunyai sistem pembuangan yang dirancang khusus untuk dapat mendetoksifikasi atau membuang racun yang ada dalam tubuh, seperti ditemukan dalam fungsi hati, ginjal, kulit, usus besar, dan paru-paru.

Namun, terkadang tubuh mungkin perlu beristirahat dari pekerjaannya yang banyak dan berat. Selain itu, Anda mungkin juga ingin merasa tubuh lebih segar dan ringan.  Nah, untuk itu, mungkin Anda perlu melakukan detoksifikasi untuk membantu tubuh beristirahat.

Apa itu detox?

Detoksifikasi alias detox adalah cara untuk membersihkan tubuh dari racun. Diet detoksifikasi mengharuskan Anda melakukan hal tertentu dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk membersihkan tubuh dari racun lingkungan dan makanan yang ada dalam tubuh.

Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang melakukannya dengan hanya mengonsumsi jus buah dan sayur, dan ada juga yang melakukannya dengan cara yang lebih mudah, seperti menghindari diri dari konsumsi makanan yang mengandung gula, garam, kafein, dan alkohol.

Anda yang biasanya mengonsumsi makanan yang tidak sehat mungkin akan merasa lebih baik setelah melakukan detoksifikasi ini. Tubuh Anda akan terasa seperti ada perbaikan, lebih muda, dan lebih berenergi. Mungkin dengan melakukan detoksifikasi ini, Anda juga akan kehilangan beberapa kilogram berat badan Anda. Namun, jika berat badan Anda sudah turun dan berada dalam kisaran yang normal, sebaiknya Anda pertahankan dengan tetap mengadopsi pola hidup sehat.

Bagaimana cara melakukan detox?

Diet detoksifikasi yang sehat dapat dilakukan dengan cara tidak mengonsumsi makanan tertentu, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, tidak mengonsumsi minuman alkohol dan kefein, banyak minum air putih, dan hal ini dilakukan dalam jangka waktu tertentu, biasanya sekitar 7 hari.

Terdapat 7 tahap melakukan detoksifikasi yang sehat, yaitu:

1. Konsumsi air lemon setiap pagi

Awali hari dengan mengonsumsi air putih yang ditambahkan dengan air perasan lemon.  Vitamin C yang terkandung dalam air perasan lemon dapat meningkatkan kadar glutathione dalam tubuh, di mana ini merupakan senyawa penting yang diperlukan untuk detoksifikasi dalam hari. Air dengan lemon yang dapat membantu membersihkan hari dari racun yang menumpuk di dalamnya dan juga dapat mengurangi penyumbatan di kantung empedu. Hal ini membantu menjaga kesehatan hati dan kandung empedu. Kesehatan kedua organ ini merupakan kunci dalam pencernaan lemak.

2. Tenangkan hati dan pikiran Anda

Setidaknya luangkan waktu selama 10 menit untuk dapat menenangkan diri Anda. Hati dan pikiran yang tenang dapat membantu tubuh dalam melakukan detoksifikasi. Tarik napas dalam-dalam dapat membantu paru-paru mendapatkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida lebih baik. Ini juga dapat membantu melancarkan metabolisme tubuh, sehingga makanan yang Anda konsumsi dapat dicerna dengan baik.

3. Lakukan olahraga

Selama melakukan detoksifikasi, lebih baik luangkan waktu Anda setidaknya satu jam setiap hari untuk melakukan olahraga. Keringat yang keluar saat olahraga dapat membantu Anda mengeluarkan racun-racun yang ada dalam tubuh. Olahraga juga dapat membantu melancarkan aliran getah bening dalam tubuh, sehingga membantu tubuh mengeluarkan racun lewat keringat.

4. Hindari makanan olahan

Setidaknya lakukan selama 7 hari, “libur” dari makanan olahan dan makanan kemasan yang cenderung miskin zat gizi dan kaya akan lemak, garam, gula, dan zat pengawet. Juga hindari minuman kemasan, seperti minuman soda dan minuman manis dalam kemasan, sebaiknya ganti dengan air putih, susu rendah lemak, atau teh herbal. Anda bisa mengonsumsi makanan segar, seperti daging segar, ikan segar, buah, dan sayur.

5. Berhenti minum kopi untuk sementara

Semakin banyak Anda konsumsi kopi, semakin banyak juga tekanan yang Anda berikan pada kelenjar adrenal, yang membantu mengontrol metabolisme dan tekanan darah. Selain itu, kafein dalam kopi dapat mengganggu metabolisme obat dalam hati dan juga detoksifikasi alami yang berlangsung di hati. Sebaiknya, hentikan dulu kebiasaan minum kopi Anda untuk sementara selama proses detoksifikasi.

6. Penuhi setengah piring Anda dengan buah dan sayur

Banyak makan buah dan sayur yang mengandung serat dapat membantu tubuh Anda dalam membuang racun, melancarkan sistem pencernaan Anda, dan di samping itu juga menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, serat dalam buah dan sayur juga dapat membantu Anda mengurangi risiko penyakit jantung, kanker kolorektal, dan diabetes mellitus tipe 2. Saat proses detoksifikasi ini, Anda disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayur sampai 10 porsi dalam sehari. Penuhi piring Anda terutama dengan sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, bayam, kubis, kale, bokcoy, dan lainnya, serta bawang merah dan bawang putih. Bahan makanan ini dapat membantu tubuh mengeluarkan racun yang menumpuk di hati. Jangan lupa untuk menambahkan buah, seperti apel, pir, pepaya, jeruk, melon, dan lainnya.

7. Jauhi minuman beralkohol

Alkohol sulit untuk dicerna dalam tubuh Anda. Konsumsi alkohol dapat memberi beban yang lebih berat pada tubuh, terutama pada otak dan hati. Hati merupakan organ yang memecah alkohol sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu, konsumsi alkohol yang berlebihan dapat merusak hati. Tidak mengonsumsi alkohol, artinya Anda membantu meringankan fungsi hati dan menjaga kesehatan hati, di mana hati merupakan organ yang bertugas melakukan detoksifikasi alami dalam tubuh.

Namun, yang harus digarisbawahi saat Anda melakukan diet detoksifikasi ini adalah Anda harus tetap memenuhi kebutuhan gizi Anda, yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Jangan sampai diet ini justru membawa dampak buruk pada kesehatan Anda.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . 5 menit baca

Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

Hampir serupa dengan diet Atkins, diet south beach menekankan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak protein.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 05/06/2020 . 5 menit baca

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Banyak orang bilang “jangan lupa makan makanan yang berserat” jika mengalami kesulitan buang air besar. Namun, tidak hanya sebatas itu manfaat dari serat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat 01/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
pangan rekayasa genetika

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca