Susu Whey Protein dan Kasein: Apa Sih Bedanya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang suka olahraga untuk meningkatkan massa otot, mungkin sudah sering mendengar susu whey protein dan kasein. Keduanya bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan massa otot karena mengandung asam amino rantai bercabang (BCAA) yang sangat tinggi. Keduanya pun sama-sama dapat Anda temukan di dalam susu. Namun, tahukah Anda apa bedanya?

Di dalam susu, terkandung whey protein sebesar 20% dan kasein sebesar 80%. Whey protein sendiri terdapat di bagian cair pada susu, sedangkan kasein terdapat dalam dadih susu, berdasarkan National Strength and Conditioning Association. Tidak hanya sumbernya di dalam susu, fungsi dari kedua protein tersebut juga berbeda.

Apa itu susu whey protein?

Protein dikenal sebagai protein yang cepat dicerna oleh tubuh. Tubuh hanya membutuhkan waktu selama beberapa jam untuk mencerna whey protein dalam susu. Tak heran, whey protein juga memiliki nilai biologis yang tinggi, yaitu 104 (lebih tinggi dari telur sebesar 100). Nilai biologis yang tinggi ini membuat protein dalam susu whey lebih bisa dimanfaatkan oleh tubuh.

Whey protein juga dikenal lebih anabolik, artinya whey protein lebih berfungsi untuk membangun otot. Hal ini bisa terjadi karena whey protein mempunyai kemampuan mendukung lonjakan kadar asam amino dalam darah yang diperlukan untuk memulai sintesis protein dalam otot.

Karena fungsinya tersebut, maka susu whey protein sangat cocok digunakan saat sebelum, selama, atau setelah olahraga. Whey protein dapat dicerna tubuh dengan cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein otot dalam tubuh dengan cepat.

Apa itu susu kasein?

Berbeda dengan susu whey protein, susu kasein dikenal sebagai protein yang lambat dicerna oleh tubuh. Tubuh memerlukan waktu sekitar 5-7 jam untuk mencerna kasein. Hal ini pun membuat kasein hanya memiliki nilai biologis sebesar 77. Artinya, protein kasein kurang efisien dimanfaatkan oleh tubuh dibandingkan whey.

Kasein lebih dikenal sebagai antikatabolik. Artinya, kasein dapat dimanfaatkan untuk mencegah kerusakan otot serta untuk membangun dan memelihara jaringan otot. Kasein dapat menghasilkan amino sepanjang waktu sehingga dapat mencegah kerusakan otot. Karena kasein lebih lama dicerna oleh tubuh, maka kasein lebih baik digunakan saat Anda sedang tidak olahraga. Anda bisa minum susu kasein pada waktu sebelum tidur. Kasein juga dapat membuat Anda lebih merasa kenyang, sehingga bisa menjadi pelengkap makan malam Anda sebelum tidur.

Mana yang harus saya gunakan untuk membesarkan otot?

Susu whey protein dan kasein, keduanya sama-sama menguntungkan dalam mendukung pertumbuhan otot. Whey protein dan kasein mempunyai fungsi yang berbeda, tapi keduanya saling melengkapi. Sehingga, penggunaan keduanya merupakan kombinasi yang ideal untuk membangun otot Anda. Beberapa penelitian pun telah dilakukan untuk membuktikan hal ini.

Sebuah penelitian selama 14 minggu yang melibatkan pria membuktikan bahwa konsumsi protein whey dan kasein sebelum dan sesudah latihan/olahraga dapat meningkatkan ukuran otot. Penelitian lain yang diterbitkan oleh Medicine and Science in Sports and Exercise tahun 2004 juga membuktikan bahwa konsumsi whey dan kasein protein setelah olahraga sama-sama dapat meningkatkan sintesis protein otot atau pertumbuhan otot.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebugaran, Hidup Sehat 12 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu jenis protein yang juga ternyata dibutuhkan untuk pertumbuhan anak adalah whey protein. Apa saja manfaatnya dan apa saja sumber makanannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu formula whey protein untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Jenis Intoleransi Makanan dan Minuman yang Paling Umum Terjadi

Intoleransi makanan adalah kesulitan untuk mencerna zat tertentu. Ini berbeda dengan alergi yang merupakan reaksi imun. Apa saja jenis intoleransi makanan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 11 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
makanan sehat untuk orang sibuk

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Juli 2020 . Waktu baca 12 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
pangan rekayasa genetika

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit