Setidaknya, ada dua jenis lemak yang terdapat pada makanan yaitu lemak jenuh dan tak jenuh. Keduanya dibedakan menjadi lemak yang baik dan jahat. Lantas, seperti apa perbedaan di antara keduanya?
Setidaknya, ada dua jenis lemak yang terdapat pada makanan yaitu lemak jenuh dan tak jenuh. Keduanya dibedakan menjadi lemak yang baik dan jahat. Lantas, seperti apa perbedaan di antara keduanya?

Lemak pada dasarnya memberikan energi yang besar bagi perkembangan sel tubuh. Satu gram lemak, apa pun jenisnya, dapat memberikan energi sebesar 9 kkal (satuan kalori untuk energi).
Fungsi lain lemak adalah menjaga organ tubuh dan menyerap vitamin larut dalam lemak, seperti vitamin A, vitamin D, dan vitamin E. Lemak yang tak terpakai akan diubah menjadi jaringan lemak tubuh.
Secara garis besar, terdapat dua jenis lemak, yaitu lemak baik dan jahat. Berikut ini perbedaanya.

Perbedaan antara kedua jenis lemak ini dapat dilihat berdasarkan dengan pengertiannya.
Mengutip American Heart Association, lemak jenuh (saturated fat) adalah jenis lemak yang berbentuk padat saat berada di suhu ruang.
Lemak yang disebut dengan lemak jahat ini banyak ditemukan pada produk makanan hewani.
Sementara itu, lemak tak jenuh (unsaturated fat) berbentuk cair saat berada di suhu ruang. Secara umum, ada dua bentuk lemak tak jenuh yaitu bentuk tunggal dan bentuk ganda.
Lemak tak jenuh ganda terbagi lagi menjadi omega-3, omega-6, dan omega-9. Bentuk ini juga dikenal sebagai asam lemak esensial.
Dampak dari konsumsi makanan mengandung kedua jenis lemak ini juga umumnya berbeda.
Lemak tak jenuh dinilai lebih sehat. Lemak ini menjaga arteri tetap bersih serta menghasilkan kolesterol HDL, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Diet tinggi lemak baik dapat membantu menghindari masalah jantung pada kemudian hari.
Sementara itu, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL, yaitu kolesterol jahat yang dapat memicu penyumbatan pembuluh arteri di jantung.
Anda perlu membatasi konsumsinya untuk menncegah koleterol tinggi hingga penyakit jantung.

Lemak baik umumnya ditemukan pada produk makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian atau minyak sayur.
Berikut ini beberapa sumber makanan yang mengandung lemak baik.
Sementara itu, Anda bisa memperoleh sumber makanan mengandung lemak jahat dari beberapa produk hewani dan makanan olahan seperti berikut ini.
Lemak memang dapat bermanfaat untuk tubuh. Namun, konsumsi makanan sumber lemak, terutama jenis lemak jahat secara berlebihan justru bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan kolesterol tinggi.
Oleh sebab itu, mengganti lemak jahat dengan lemak baik tunggal dan ganda dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol darah.