Minuman Manis Bikin Gemuk, Tapi Tak Bikin Kenyang. Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sudah mengurangi asupan makanan, tapi berat badan tak kunjung turun? Coba perhatikan lagi makanan apa saja yang sudah Anda makan. Tidak hanya makanan, tapi juga minuman yang Anda minum. Ya, minuman juga bisa menyumbang kalori pada tubuh Anda, seperti minuman manis. Mungkin Anda tidak menyadari hal ini karena minuman manis mungkin tidak membuat Anda kenyang, sehingga minuman manis bikin gemuk. 

Minuman manis tidak membuat Anda kenyang, mengapa?

Minuman manis mungkin menjadi alasan Anda mengapa mengalami kenaikan berat badan. Gula yang terkandung dalam minuman manis dapat menambah asupan kalori ke tubuh Anda tanpa Anda sadari. Mengapa begitu? Hal ini karena minuman manis tidak membuat Anda merasa kenyang setelah meminumnya walaupun mengandung gula dan kalori yang sama dengan makanan padat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gula fruktosa yang biasanya terdapat dalam minuman manis tidak merangsang pusat kenyang di otak seperti yang dilakukan jika Anda mengonsumsi makanan padat yang mengandung gula (glukosa).

Di otak terdapat pusat kenyang yang dapat mengatur asupan kalori Anda. Jika Anda sudah makan banyak kemudian Anda merasa kenyang, seharusnya Anda tidak makan lagi sesudahnya atau Anda akan makan lebih sedikit di lain waktu. Namun, jika Anda minum minuman manis, hal ini mungkin tidak bekerja.

Tubuh tidak memproses kalori dalam minuman manis sama seperti kalori dalam makanan padat. Cairan berjalan lebih cepat melalui saluran usus, sehingga memengaruhi hormon dan sinyal kenyang yang diterima tubuh. Kalori yang didapatkan tubuh dari minuman tidak dapat memberi rasa kenyang yang kuat, tidak bisa mengurangi rasa lapar, dan tidak dapat membuat Anda makan lebih sedikit.

Lagipula, mekanisme yang mengendalikan rasa lapar dan haus benar-benar berbeda. Jadi, mengonsumsi minuman berkalori hanya dapat melegakan rasa haus Anda bukan mengurangi rasa lapar. Hal ini membuat Anda tidak akan kenyang walaupun sudah banyak minum minuman manis, seperti teh manis, sirup, maupun minuman bersoda.

Banyak minum minuman manis bikin gemuk

Minuman manis hanya dapat menambah asupan kalori Anda tanpa dapat mengenyangkan perut Anda. Hal ini kemudian membuat Anda makan lebih banyak lagi, sehingga tanpa disadari asupan kalori Anda sudah berlebihan. Gula yang terkandung dalam minuman manis juga dapat menambah asupan kalori Anda. Ini mengapa minuman manis bikin gemuk.

Dalam sebuah penelitian ditunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman bersoda memiliki asupan kalori 17% lebih banyak dari biasanya. Ini merupakan jumlah yang besar, sehingga bisa menyebabkan Anda mengalami kegemukan jika dilakukan terus-menerus.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Harvard University dan Children’s Hospital di Boston juga menunjukkan bahwa wanita yang meningkatkan asupan minuman manis dari satu per minggu menjadi satu atau lebih per hari mempunyai tambahan kalori sebanyak 358 kalori per hari. Sedangkan, wanita yang mengurangi asupan minuman manis dapat mengurangi asupan kalorinya sebesar 319 kalori per hari.

Sebaiknya minum air putih

Jika Anda sedang menurunkan berat badan, sebisa mungkin jauhilah minuman manis, seperti teh manis, teh dalam kemasan, sirup, minuman bersoda, dan lainnya. Jika Anda ingin minum teh, kopi, atau susu, sebaiknya kurangilah jumlah gula yang ditambahkan dalam minuman tersebut.

Minuman manis atau yang mengandung gula hanya dapat menambah asupan kalori Anda sehingga bisa mengacaukan diet penurunan berat badan Anda. Pada saat ini, minuman terbaik untuk Anda adalah air putih. Cukupi kebutuhan air Anda setidaknya 8 gelas per hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

Hampir serupa dengan diet Atkins, diet south beach menekankan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak protein.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 5 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berat Badan Naik Jadi Efek Serius Selama Karantina

Bukan hanya kejenuhan yang melanda, ternyata saat-saat karantina di rumah juga bisa berdampak pada berat badan Anda yang naik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
oatmeal bikin gemuk

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
pembagian porsi makan

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit